Monthly Archives: September 2006

1 Comment

Share This :

Sebagai seorang yang usianya masih muda, seharusnya kita benar2 memanfaatkan hal ini dengan sebaik-baiknya, sebagaimana hadist berikut ini. Karena waktu itu terus berjalan dan makin lama kita makin tua, bahkan mungkin saja kita tidak merasakan masa2 tua jika Allah telah berkehendak.

“Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
1. Pemimpin yg adil,
2. Pemuda yg senantiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah!’,
6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirkan air mata dr kedua matanya”
(HR. Bukhari & Muslim)

---

z31nt
[Karena dakwah tidak harus dengan ceramah]

Share This :

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,
jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata
Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada
di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah
pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan
telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum
- peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa
baarik wa sallim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Share This :

Dikirimi oleh mas evan_bhomert (12/7/2005 1:17:02 PM) :
[trim's mas evan]

Apabila kita berteman dengan orang-orang yang beriman dan bertakwa, maka kita akan terdorong untuk menjadi orang yang bertakwa, mereguk kekuatan ruhani dari ucapan dan perilaku mereka. Kita akan mendapatkan hal-hal yang ermanfaat bagi agama, dunia, dan akhirat. Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah Saw. bersabda, "Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah setiap kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman"
(HR Ibnu Hibban)

Share This :

ubuntu dan la
Hari jumat malam, abiz pulang dari BiZNET setelah sholat isya' terus makan malem kemudian teringat akan CD Ubuntu 6.o6 LTS yang baru pinjam dari kantor. Sebenarnya memang sejak lama ingin kembali menggunakan ubuntu,,, tapi baru sekarang bisa terealisasi. Hiks Linux Slackware pun harus rela di korbankan. Setelah back up data2 yang ada di Slackware, akhirnya ambil CD trus masukin kompie kmudian tunggu sesaat, setelah masuk ke dalam ubuntu live cd kemudian pilih install, lakukan proses psrtisi dan format (partisi kubagi 2 : swap dan / [root] dengan filesystem ext3) . Akhirnya proses installasi-pun dimulai, waduh nganggur neh. Ah, jadi inget masih ada persediaan LA satu, mulailah menunggu proses installasi sambil menikmati LA Lights ( my fav. cigarettes :P ). Tapi ditengah proses installasi terjadi error, anjriitt..... Kemudian sms pun dateng, kalo temen (munandar) mo jemput aku tuk ke BCOM, ya udah deh proses installasi di pending dan di mulai lagi di BCOM, proses installasi sukses....

nb: Menunggu installasi ubuntu sambil merokok L.A. Lights gak baik buat anak kecil dan kesehatan, tapi rasanya ennak dan menyenangkan, boleh dicoba... Resiko tanggung sendiri :D :D :D :D