Monthly Archives: June 2007

1 Comment

Share This :

EDUCATION IS FREEDOM,,,,,,,

Penddidikan adalah kemerdekaan, tapi sungguh sedih dan mengherankan saat melihat wajah pendidikan di negeri tercinta ini, di satu sisi ada yang membanggakan tapi di sisi lain sangat memprihatinkan. Lihatlah APBN saat ini yang mulai mengurangi subsidi terhadap BBM dan mengalihkannya kepada pendidikan dengan disalurkan sebagai BOS (Bantuan Operasional Sekolah), lihatlah pula program DIKNAS (Dinas Pendidikan Nasional) yang mendirikan Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional /ICT) yang merupakan jaringan pendidikan terbesar se Asia Tenggara, mulai di gaungkannya Pendaftaran Siswa Baru Online, di masing-masing kabupaten maupun kotamadya, tak luput pula program beasiswa yang diberikan kepada siswa kurang mampu dan siswa berprestasi baik dari pemerintah maupun perusahaan2 swasta, sungguh merupakan sesuatu yang membanggakan dan perlu di tingkatkan.

Namun demikian tak sedikit pula kita jumpai semakin mahalnya biaya pendidikan, banyaknya anak-anak putus sekolah, banyaknya orang tua yang kurang sadar tentang pentingnya pendidikan, dan sering kita jumpai di televisi maupun media massa bahwa masih ada sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, gaji guru yang belum naik-naik, kurangnya fasilitas sekolah dan yang lebih menyayat hati adalah masih ada bangunan sekolah yang sudah bobrok tapi dibiarkan saja entah itu pintunya sudah rusak, bangkunya yang reot, temboknya yang sudah rapuh, atapnya yang bocor dan lain lain.

Padahal jika kita mau menelaah lebih jauh dan lebih dekat, kita masih bisa melihat anak-anak yang pada pagi hari berjualan koran di pinggir jalan pada sore harinya mereka masih semangat untuk ...continue reading

7 Comments

Share This :

Hari Sabtu kemarin (9062007), aku bersama teman-teman Surabaya pergi ke WBL (Wisata Bahari Lamongan). Sebuah tempat yang berada di Tanjung kodok Lamongan, tempat yang menarik dan panas. Sangat tepat digunakan untuk rekreasi bersama keluarga dan bagi adik-adik kecil.

Tapi kali ini aku nggak akan mengulas tentang berbagai kegiatan yang kualami bersama teman-teman, dan juga nggak mengulas tentang permainan-permainan yang ada disana. Tapi kali ini aku melihat dari sisi yang berbeda, sisi yang mungkin kurang di perhatikan tapi merupakan sesuatu yang sangat penting dan vital.

WBL memiliki banyak pekerja, ada yang bertugas sebagai satpam, Cleaning Service, pemeriksa tiket, penjaga loket arena permainan, petugas parkir dan macem-macem. Kehadiran mereka mutlak dibutuhkan agar WBL dapat beroperasi dan tetap terlihat bersih, teratur dan aman.
Bisa dibilang kehadiran mereka merupakan sesuatu yang kecil namun besar. Seringkali keberadaan mereka kurang begitu dipedulikan oleh pengunjung, padahal mereka memegang peranan yang sangat penting.

Cleaning Service (Petugas Kebersihan)
Inilah pekerjaan yang sangat mutlak harus ada ditempat wisata semacam WBL. Dengan pengunjung yang jumlahnya banyak, otomatis sampah yang dihasilkan pun banyak pula, meskipun tempat sampah sudah disediakan namun tak semua pengunjung sadar dan disiplin dalam membuang sampah. Karena itu seorang cleaning service sangat berjasa dalam menjaga kebersihan WBL. Apa jadinya jika tidak ada CS?

ParkMan (Petugas Parkir)Sepertinya merupakan pekerjaan yang sepele, namun di mataku seorang parkman memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Mereka yang mengatur dan menjaga agar kendaraan-kendaraan yang masuk dan parkir di WBL tertata secara rapi, selain itu mereka pulalah yang menjaga keamanan agar kendaran-kendaraan khususnya sepeda motor terjaga keamanannya dan tidak dicuri orang lain. Mereka rela berpanas-panas ria demi mencari nafkah. Mereka sering mondar-mandir jika banyak kendaraan yang masuk. Parkir juga merupakan salah satu sumber penghasilan WBL. Apa jadinya jika tidak ada petugas parkir?

Security (Satpam)
Keberadaan seorang SATPAM di tempat-tempat umum memang sangat membantu dan pasti diperlukan. Sudah pasti tugas seorang satpam adalah menjaga keamanan dan ketertiban, namun demikian terlihat pula mereka juga mengatur antrean pengunjung yang ada di loket pemeriksaan tiket masuk. Dengan adanya satpam, pengunjung pasti juga akan merasa aman.

3 Comments

Share This :

Dengan hati perih dan tanpa luka terpaksa harus mengucapkan Good Bye kepada UBUNTU.
Bukannya nggak suka, tapi karena keterbatasan memori (RAM) yang kumiliki. Sejak kedatangan Ubuntu Feisty, yang notabene membutuhkan resource memori gedhe dan kompie sudah nggak mendukung. Akhirnya berpindahlah ke nenek moyangnya ubuntu yaitu DEBIAN.

Kebetulan ada CD Debian Sarge 3.1, dan sekarang sudah berjalan dengan lancar tanpa hambatan, karena Debian sangat enteng sekali, sungguh berbeda dengan ubuntu padahal GUI-nya sama-sama menggunakan GNOME. Koq bisa yha????????? Pokoke welcome DEBIAN.......

7 Comments

Share This :

Kemaren baru bisa mengunjungi MIBF (Malang Islamic Book Fair) dan merupakan hari terakhir. Sebenernya sie, gak ada rencana khusus buat kesana, tapi pas siang2 kepingin juga kesana. Eh, tak disangka tak dinyana, HP pun berbunyi dan ada SMS dari Saraz. Katanya abis ngurus izin di RS Syaiful Anwar bwat skripsi2an trus mau ke MIBF. Kebetulan sekali, ada temannya deh. Sudah lama juga gak ketemu si Novita Saraswaty. Akhirnya ketemuan sama saras di MIBF, dia sudah ada disana nunggu, katanya sudah keliling. Kapok tak ajak keliling lagi hehehe. Piss Saraz :P

Tanggal 1-Juni 2007, di Malang diselenggarakan kembali MIBF, kali ini bertempat di Perpustakaan Daerah Kota Malang di Jalan Besar Ijen Malang. MIBF kali ini memiliki tema "Malang Membaca".Terlihat banyak sekali spanduk-spanduk yang memberitahukan adanya MIBF itu. Di pintu masuk ke MIBF pun terpampang gapura tentang 2nd MIBF.


Spanduk MIBF


Gapura MIBF


Para Pengunjung dan Panitia MIBF

Akhirnya dimulailah keliling-keliling, dan melihat-lihat buku. Di sebuah stan terdapat gerombolan cewek-cewek terllihat sedang asyik memilih aksesories. Tak dipungkiri lagi hari itu sangat ramai sekali dan kebanyakan adalah cewek-cewek jilbaber (akankah malang menjadi lautan jilbab? :) ) Terbesit tanya, kenapa sie cewek2 itu sukka banget sama yang namanya accessories2 seperti itu? ...continue reading