Monthly Archives: March 2010

5 Comments

Share This :

Di tulisan saya sebelumnya, disebutkan bahwa serj tankian mengeluarkan album Solo. Dan pada tahun 2010 ini, pada tanggal 23 februari 2010. Sang vokalis SOAD (System Of A Down) mengeluarkan album baru. Lagu-lagu pada album ini tak jauh beda dengan album sebelumnya, namun pada album ini lagu-lagu nya di nyanyikan secara live dan di iringi dengan sentuhan musik orchestra. Album terbarunya ini diberi nama "Elect the Dead Symphony". Konser live ini di selenggarakan di New Zealand, tepatnya di Auckland Town Hall. Group Orchestra yang mengiringi penampilan Serj Tankian adalah Auckland Philharmonia Orchestra . Sungguh sangat berbeda nuansa musiknya, jika pada album sebelumnya (Elect The Dead) memiliki alunan musik yang rock dan metal. Maka pada album ini, semua aransemen nya digubah. Jangan berharap menemukan hentakan drum dan melody gitar yang keras, karena semua aransemen musiknya penuh dengan nuansa orchestra... Alunan orchestra nya sangat menarik dan indah didengarkan. Sungguh perpaduan yang perfect antara vokal serj tankian dan alunan Auckland Philharmonia Orchestra. Lagu yang menarik bagi saya adalah Sky Is Over karena iringan violin nya lebih kerasa, selain itu gebukan drum pada lagu aslinya bisa di gubah sedemikian rupa sehingga tampak berbeda tapi tetep asyik pada nuansa orchestra. Jika kamu kengen pengen liat gitarisnya SOAD (Daron Malakian), maka kamu harus melihat video live konser nya. Daron Malakian ikutan maen gitar dan nyanyi di sini. Wow, so perfect. Kamu nggak akan rugi mendengarkan album terbaru dari serj tankian ini. Happy seeking and happy listening.

Track List Elect The Dead Symphony :
1.Feed Us (7:29)
2.Blue (3:15)
3.Sky Is Over (3:09)
4.Lie Lie Lie (3:58)
5.Money (3:29)
6.Baby (3:41)
7.Gate 21 (2:49)
8.The Charade (4:30)
9.Honking Antelope (3:49)
10.Saving Us (4:55)
11.Elect the Dead (3:08)
12.Falling Stars (3:24)
13.Beethoven's Cunt (3:29)
14.Empty Walls (3:57)
15.The Charade (3:33)

Tapi maaf, saya tidak menyediakan link download :P

5 Comments

Share This :

Network Time Protocol (NTP) merupakan suatu protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi waktu antara sistem lokal dengan sumber waktu yang akurat. Protokol ini diperlukan agar waktu yang tercatat pada sistem kita (lokal) bisa sama atau paling tidak mendekati waktu yang sebenarnya. Hal ini berguna agar tidak terjadi kesalahan atau kekacauan pada saat suatu sistem berkomunikasi dengan sistem lainnya karena perbedaan waktu yang tercatat pada setiap sistem tersebut. Selain itu seorang administrator jaringan akan dipermudah dalam menelusuri dan menganalisa masalah yang terjadi pada suatu jaringan jika waktu pada setiap sistem bersesuaian.

NTP sudah digunakan secara luas di dunia untuk melakukan sinkronisasi waktu antar sistem. Protokol ini memberikan tingkat akurasi kurang dari 1 milisekon pada LAN dan beberapa milisekon pada WAN. Saat ini sudah terdapat ratusan NTP server di seluruh dunia dan melayani jutaan NTP client di semua negara.

NTP menggunakan UDP port 123 sebagai layer transportnya. NTP beroperasi dengan menggunakan level hierarchy yang setiap levelnya diberi nomer yang disebut stratum. Stratum memiliki beberapa level yang mendefinisikan jarak dengan sistem yang menjadi referensi untuk menghindari cycle dalam proses sinkronisasi, diantaranya adalah:

  • Stratum 0. Merupakan perangkat seperti jam atom dan tidak dikoneksikan langsung degan jaringan, tetapi terhubung dengan komputer.
  • Stratum 1. Merupakan perangkat komputer yang terletak pada perangkat stratum 0.
  • Stratum 2. Merupakan perangkat yang mengirimkan request NTP ke perangkat Stratum 1.
  • Stratum 3. Merupakan perangkat yang memiliki fungsi yang sama seperti stratum 2 dan melakukan request NTP ke perangkat stratum 2.

NTP Server

NTP Server adalah situs NTP Stratum 1, 2,  ..dst., yaitu Server yang sistem waktunya di-sinkron-kan terhadap sumber waktu akurat, dan men-transmisi-kan paket informasi waktu kepada komputer 'klien' yang meminta.

Tulisan berikutnya, akan membahas tentang NTP Server menggunakan perpaduan antara freeBSD dan GPS (Global Positioning System), yang mana dalam hal ini adalah Stratum 1.

Share This :

WALAUPUN hanya mendapatkan job untuk memberikan pelatihan kepada mantan anak buah di divisi distribusi Sampoerna, itu sudah cukup bagus. Saat menangani job itu, selama setahun saya harus keliling Indonesia, mengunjungi seluruh region yang dulu saya buat strukturnya.

Saya tahu persis apa yang mereka sudah tahu dan jago. Dan, apa lagi yang sebenarnya mereka butuhkan. Mereka adalah para "jago lapangan", mulai tingkat salesman, supervisor, hingga manajer.

Mereka tahu persis bagaimana menjalankan pengecekan stok langganan sambil menawarkan barang untuk diorder. Mereka juga sudah terbiasa memasang merchandise seperti poster, stiker, dan alat-alat promosi lain di retailer. Mereka juga jeli melihat perkembangan promosi para pesaing. Selain itu, mereka cekatan untuk bertanya dan mencatat omzet berbagai merek besar untuk perkiraan market share. Itu yang dikerjakan para salesman.

...continue reading

Share This :

PERJALANAN awal MarkPlus Professional Service tidak semulus yang saya kira. Padahal, personal brand awareness saya sudah cukup tinggi berkat menulis di Jawa Pos tiap Rabu (sejak masih di PT Panggung Electronic Industries dan dilanjutkan ketika di Sampoerna). Personal brand association saya juga sudah sangat "tajam", karena selalu dan hanya menulis dari "angle" marketing. Kalau dihitung secara kasar saja, tiga tahun berturut-turut waktu itu berarti sudah 150 tulisan marketing saya keluar di Jawa Pos.

Kehadiran saya di Rotary Club Surabaya Rungkut pun membantu terjadinya network. Di sanalah saya mulai menawarkan diri untuk bicara secara "gratis" di perusahaan-perusahaan teman saya. Itu pun susah!

Mereka suka membaca tulisan saya karena mudah dicerna, tapi tak mau spend waktu untuk anak buah. Mereka takut kalau saya hanya omong kosong. Untungnya, waktu itu, saya punya kegiatan lain. Yaitu, mengajar secara part-time di Fakultas Ekonomi Ubaya bersama mantan pembimbing skripsi saya di situ, Pak Henky Supit, yang sekarang profesor. Selain itu, saya mengaktifkan diri di Indonesia Marketing Club atau IMC Cabang Surabaya. Pokoknya, supaya kelihatan sibuk, saya harus pergi keluar rumah setiap hari!

...continue reading

Share This :

MarkPlus adalah Marketing Plus! Hal itu terlihat di logo pertama yang saya buat. Ada sembilan kotak bujur sangkar kecil yang saya susun tiga kali tiga.

Pada tiga kotak pada baris paling atas, saya pasang huruf M-A-R. Pada tiga kotak pada baris kedua, saya taruh K-E-T. Susunan huruf pada baris terakhir adalah I-N-G. Jadi, kalau dibaca: MAR-KET-ING.

Untuk menggambarkan Plus, saya mainkan warna hitam dan putih. Di baris atas, huruf M warna hitam dengan latar belakang putih. A warna putih di atas kotak hitam dan R warna hitam di atas putih. K-E-T ketiganya putih di atas kotak-kotak hitam. Akhirnya, balik lagi seperti baris pertama, I hitam di atas putih, N putih di atas hitam, dan G hitam di atas putih.

Dengan demikian, latar belakang MAR-KET-ING akan terbaca sebagai black cross.

...continue reading

Share This :

TERUS terang, hari-hari pertama setelah saya mendirikan MarkPlus Professional Service di Surabaya pada 1 Mei 1990, saya gelisah. Biasanya naik Toyota Crown Salon, lantas naik Toyota Corolla. Cicilian lagi! Baru kasih uang muka Rp 20 juta dan ngutang 24 bulan. Itu pun belum pasti bisa bayar lunas.

Kartu nama yang semula direktur PT HM Sampoerna menjadi MarkPlus Professional Service tanpa jabatan. Malu soalnya. Masa ditulis direktur atau managing director, gak punya karyawan sama sekali. Perusahaan satu orang atau one man show.... Alamatnya dari pabrik Sampoerna di SIER ganti ke alamat rumah Taman Prapen Indah C 8.

...continue reading

Share This :

SAYA sudah menulis tentang tiga "guru" saya itu sebelum mulai MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya. Ketiganya sangat berbeda, tapi ketiganya sangat sama. Lihat saja.

Dahlan Iskan, bekas wartawan, asal Magetan, lulus IAIN jurusan hukum. Setelah jadi kepala Biro Tempo di Surabaya, dia ditunjuk untuk memimpin Jawa Pos yang waktu itu "hidup susah, mati segan". Setelah membesarkan Jawa Pos Group ke seluruh Indonesia, dia mencoba masuk ke berbagai bisnis lain.

Tidak semua bisa sukses sebesar Jawa Pos Group yang di media. Tapi, Pak Dahlan memang ingin menunjukkan kepada orang bahwa dia tidak hanya bisa di bisnis media. Dia selalu menyukai tantangan. Pada waktu ini, banyak orang yang berharap dia berhasil di PLN. Kayak sebuah mission impossible. Itulah Dahlan Iskan.

...continue reading

Share This :

SATU hal yang saya lihat konsisten pada diri Pak Ciputra sejak dulu sampai sekarang ialah entrepreneurship. Beliau percaya bahwa inilah yang akan membawa Indonesia maju. Tanpa entrepreneurship, sebuah negara tidak akan maju.
Menurut Pak Ciputra, paling tidak lima persen penduduk sebuah negara haruslah berjiwa pengusaha. Jadi pengusaha sungguhan atau tetap bekerja pada orang lain, tapi punya jiwa pengusaha. Buat saya, kalau Anda karyawan tapi menganggap perusahaan tempat Anda bekerja sebagai perusahaan sendiri, dampaknya akan lain. Bukan cuma pada perusahaannya, tapi terutama pada diri sendiri. Itu yang kurang disadari orang.

Banyak yang berpikir bahwa dia merasa "rugi" kalau menganggap perusahaan tempat dia bekerja kayak perusahaan sendiri. "Kok enak..rugi dong aku...nanti aja kalau aku sudah punya perusahaan sendiri, baru begitu..." Itu alasan orang yang gak mau jadi intrapreneur.

...continue reading

Share This :

Biasanya kita membutuhkan data yang diambil dari selisih tanggal. Namun bagaimana caranya menghitung selisih tanggal yang menggunakan dua control dateTimePicker pada microsoft infopath 2010?

Caranya adalah:

1. Buat form seperti berikut

Masukkan kontrol Date time Picker, dan textbox dengan ketentuan sebagai berikut:

Komponen Name Data Type
Date Time Picker startDate Date
Date Time Picker endDate Date
Text Box difference Single Line Of text

2. Tambahkan Rule pada field startDate:
Action: Set a field's value
Field: difference
Value:

(number(substring(../my:endDate, 9, 2)) + floor((153 * (number(substring(../my:endDate, 6, 2)) + 12 * (floor((14 - number(substring(../my:endDate, 6, 2))) div 12)) - 3) + 2) div 5) + (number(substring(../my:endDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:endDate, 6, 2))) div 12))) * 365 + floor((number(substring(../my:endDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:endDate, 6, 2))) div 12))) div 4) - floor((number(substring(../my:endDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:endDate, 6, 2))) div 12))) div 100) + floor((number(substring(../my:endDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:endDate, 6, 2))) div 12))) div 400) - 32045) - (number(substring(., 9, 2)) + floor((153 * (number(substring(., 6, 2)) + 12 * (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12)) - 3) + 2) div 5) + (number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) * 365 + floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 4) - floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 100) + floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 400) - 32045)

Kemudian masukkan Condition berikut ini pada Rule:
startDate is not blank and endDate is not blank

3. Tambahkan Rule pada field startDate:
Action: Set a field's value
Field: difference
Value: 0

Masukkan Conditions pada Rule:
startDate is blank
or endDate is blank


4. Tambahkan Rule berikut ini pada field endDate:
Action: Set a field's value
Field: difference
Value:

(number(substring(., 9, 2)) + floor((153 * (number(substring(., 6, 2)) + 12 * (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12)) - 3) + 2) div 5) + (number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) * 365 + floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 4) - floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 100) + floor((number(substring(., 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(., 6, 2))) div 12))) div 400) - 32045) - (number(substring(../my:startDate, 9, 2)) + floor((153 * (number(substring(../my:startDate, 6, 2)) + 12 * (floor((14 - number(substring(../my:startDate, 6, 2))) div 12)) - 3) + 2) div 5) + (number(substring(../my:startDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:startDate, 6, 2))) div 12))) * 365 + floor((number(substring(../my:startDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:startDate, 6, 2))) div 12))) div 4) - floor((number(substring(../my:startDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:startDate, 6, 2))) div 12))) div 100) + floor((number(substring(../my:startDate, 1, 4)) + 4800 - (floor((14 - number(substring(../my:startDate, 6, 2))) div 12))) div 400) - 32045)

Kemudian masukkan Conditions seperti ini pada Rule:
startDate is not blank and endDate is not blank

5. Tambahkan Rule kedua pada field endDate dengan setting sebagai berikut:
Action: Set a field's value
Field: difference
Value: 0

Masukkan Conditions berikut ini pada Rule:
startDate is blank or endDate is blank

Sehingga hasilnya sebagai berikut:

6. Masukkan Rule berikut ini pada field difference:
Action: Set a field's value
Field: .
Value: 0

Kemudian tambahkan Condition pada Rule dengan setting sebagai berikut:
difference does not match pattern Custom Pattern: -{0,1}d+

Setelah melakukan langkah-langkah diatas, maka selanjutnya adalah menjalankan (preview / publish ke sharepoint). Dan sekarang kita telah mempunyai form yang bisa menghitung perbedaan 2 tanggal secara otomatis. Cara ini juga bisa digunakan di infopath 2007 maupun 2003.