Monthly Archives: February 2011

9 Comments

Share This :

Suatu ketika, beberapa hari yang lalu. Saya iseng-iseng pengen menulis seluruh kegiatan sehari full, bahkan saat selesai makan pun saya sempatkan menulis. Kebetulan, gelora menulis saat itu lagi tinggi-tingginya :) Saya menulis semua yang saya temui, dari hal kecil sampai yang besar, dari yang simple sampai yang tidak umum, dari yang biasa-biasa saja sampai yang tidak biasa. Entah itu bertemu cewek cantik maupun bertemu orang tua tetap saya tulis. Pokoknya seharian saya ingin semuanya tercatat dalam sebuah buku. Persiapan sebelum keluar kos adalah sebuah block note kecil berwarna hijau dan beberapa pena berwarna hitam dan biru serta sebuah pensil. Awalnya saya ingin membuat sebuah sketsa, namun hal itu terlalu memakan waktu sehingga tidak jadi saya teruskan. Cukup dengan tulisan saja lengkap dengan jam dan menit nya.

Tidak perlu diceritakan apa saja yang saya temui dan saya tulis, karena setiap apa yang saya temui di jalan kemudian saya tulis, saya merasakan betapa luar biasanya kehidupan ini. Allah memang Maha Kaya, Maha Luas Ilmunya. Makna-makna dari sebuah perjalan jadi begitu terasa saat di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Subhanallah... Saya cuma mampu bertahan setengah hari untuk menuliskan semua kejadian yang saya temui dan alami. Dan itupun sudah mencapai berlembar-lembar kertas. Tidak menyangka jika saya bisa menulis sebanyak itu dalam tempo setengah hari. Dan semuanya sangat bermakna. Sungguh, Allah benar-benar Maha Bijaksana, tidak ada kejadian yang sia-sia dan tidak ada ciptaan yang sia-sia. Tinggal kita sebagai manusia, bagaimana memetik pelajaran dari setiap yang kita alami.

Kemudian saya pun jadi merenung, jika satu orang saja dalam setengah hari sudah didapatkan segitu banyak tulisan, bagaimana jika satu hari? dan bagaimana jika yang menulis itu 100 orang? Kita umpamakan saja, dalam sehari satu orang menulis sebanyak 30 lembar, jika 1000 orang maka didapatkan 50000 lembar halaman. Itu baru 1000 orang, yang notabene masih 2 desa. Bagaimana jika seluruh dunia???

Bayangkan jika semua orang di dunia ini menulis semuanya, dapat terkumpul berapa lembar? Berapa batang pohon yang telah terpakai untuk kertas, berapa liter tinta yang dihabiskan.. Cukupkah bahan-bahan di dunia ini untuk membuat tulisan seluruh penduduk dunia, yang menyangkut seluruh kejadian dari dia bangun tidurr sampai tertidur lagi? Bagaimana jika makhluk-makhluk ghaib juga mencatat kehidupan mereka. Bisa di ambil kesimpulan bahwa sungguh luar biasa kehidupan ini.

Saya pun jadi ingat ayat:
“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Luqman:27).

Allahu Akbar,,, mata saya jadi berkaca-kaca saat menulis ini, sungguh luar biasa Allah itu. Tidak akan mampu kita menyaingi-Nya. Dan ada lagi ayat yang explisit:

”Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula” (Al Kahfi:109)

Saya pun teringat akan Lauh Mahfudz, dimana semua kejadian sampai hari kiamat tertulis disana. Wow,,, coba bayangkan (seandainya bisa dibayangkan :) ) seberapa luasnya Lauh Mahfudz itu?? Allahu Akbar,,, Tidak ada apa-apanya manusia di hadapan-Nya... Saat saya ngaji tasawuf, guru saya pernah membacakan kitab kuning (lupa nama kitabnya), bahwa Allah memberikan izin kepada Syekh Abdul Qadir Al Jaelani untuk melihat Lauh Mahfudz. Pasti istimewa sekali beliau itu. Allah akan memuliakan orang-orang yang memuliakanNya.

Semoga tulisan ini bermanfaat...

Share This :

Rintik hujan sore mengingatkanku akan emperan toko, dimana kita saling melempar senyum menikmati kehangatan cinta

Gemericik hujan membuatku dan jaket lusuhku menjadi malaikat bersayap yg melindungi tubuh dan wajah cantikmu dari air dan angin

Wajahmu mendekat, tubuhmu merapat, pelukanku pun makin erat.. itulah memory hujan yang tak lagi dapat kurasakan

Air mata dan liur bekas lumatan bibirmu mengalir entah kemana bersanding dengan deras hujan yang mengiringi kepergianmu

Motor bututku pun menangis saat hujan, mengingat tak lagi ada canda riangmu di jok belakang nya

*post sesaat setelah hujan mengikuti tema @cerfet #pufethujan

2 Comments

Share This :

Saat libur tak ada lagi yang lebih nikmat selain tidur sehabis shubuh. Tapi sebenarnya tidur setelah shubuh itu bener-bener tidak dianjurkan... Yah, manusia emang sussah untuk berubah, pasti ada saja alasannya. Termasuk saya :( Pernah, bahkan terlalu sering malah, saya tidur lagi sehabis sholat shubuh. Pas bangun pun badan jadi panas dan lemas. Sehingga saya mengakalinya dengan duduk sejenak atau sekedar baca-baca setelah shubuh, walaupun akhirnya tertidur juga :P Namun setidaknya kebiasaan "langsung tidur setelah sholat" memiliki waktu tunda yang lebih lama, syukur-syukur klo bisa bertahan sampai matahari terbit. :D

Ada yang bilang bahwa,

kalau tidur habis shubuh bikin rezeki dipatok ayam...

Saya juga nemu sebuah pepatah yang bilang bahwa

Tidur di waktu subuh adalah pangkal kemiskinan

Kemudian ada lagi yang menyebutkan bahwa

Cepat tidur dan cepat bangun dapat membuat orang sehat, kaya, dan bijaksana

Bahkan sang Ibnul Qayyim berkata,

"Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit solat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)

Rasulullah secara spesifik menghubungkan shalat subuh dengan rezeki. Dalam At-Targhib wa At-Tarhib, Al-Mundziri meriwayatkan suatu ketika, Rasulullah Saw. Pulang dari masjid sehabis mendirikan shalat subuh dan mendapati Fatimah masih tertlelap. Beliau langsung membalikkan tubuh putrinya itu dengan kaki dan berkata, “Fatimah, bangun dan saksikan rezeki Tuhanmu. Allah Swt. Membagi-bagikan rezeki kepada hamba-Nya antara sejak shalat subuh hingga matahari terbit,” (Menurut Al-Mundziri hadis ini juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).

Sehingga tidak salah jika disimpulkan sebagai berikut. Manajemen tidur efektif adalah pola tidur yang sesuai dengan al-Quran dan sunah, di antaranya:
(1) tidur cepat di malam hari,
(2) bangun cepat di pagi hari,
(3) tidak tidur pagi atau mengoptimalkan aktivitas di pagi hari,
(4) tidur sejenak pada siang hari,
(5) tidak tidur setelah Ashar,
(6) tidak tidur antara dua Isya, yaitu antara Maghrib dan Isya,
(7) tidak kekurangan tidur dan tidak berlebihan.

Mari kita jaga tidur kita, jangan kebanyakan tidur dan jangan pula kekurangan tidur. Semoga ini tidak sekedar menjadi tulisan yang berlalu begitu saja...