Monthly Archives: August 2011

5 Comments

Share This :

Ada sebuah cerita ringan yang saya dapatkan saat siang hari. Disiang yang cukup terik itu, saya melihat seorang penjual es kelapa muda yang sangat laris, banyak yang membeli es kelapa muda disitu. Selain berjualan es kelapa muda, dia juga berjualan es buah.  Karena tergiur oleh kelezatan dan kesegaran es kelapa muda saya pun berniat membeli, namun saat saya memesan ternyata es batu nya habis, padahal buah-buah dan kelapa muda masih banyak disitu. Dia bilang bahwa yang jual es batu belum datang (datangnya telat tidak seperti biasanya). Tak lama kemudian datang lagi beberapa pembeli dan penjual itu pun mengatakan hal yang sama.

Dalam hati saya jadi berpikir berapa omzet yang telah dia lewatkan gara-gara seorang penjual es batu yang telat datang? Bagaimana jika yang jual es batu tersebut ternyata tidak datang? Dan akhirnya sampailah pada tahap pemikiran bahwa inilah hidup. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain, sebagaimana orang lain membutuhkan kita. Belajar dari cerita saya diatas, dapat di ambil pelajaran bahwa penjual es kelapa muda membutuhkan penjual es batu, penjual es kelapa muda juga membutuhkan pembeli, begitupun pembeli di tengah panasnya matahari membutuhkan es kelapa muda yang segar,  dan penjual es batu juga membutuhkan penjual es kelapa muda. Terlihat kan? bagaimana kita sebagai manusia ternyata saling membutuhkan satu sama lain.

Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ringan dan renungan sesaat saya ini adalah :
- Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian, sehingga kita harus berbuat baik kepada semua orang.
- Dalam berbisnis maupun merencanakan sesuatu harus ada secondary planning. Paling tidak kita memiliki alternatif lain jika sesuatu yang utama tidak berjalan dengan lancar. Penjual es kelapa muda, dia tidak boleh bergantung kepada satu penjual es batu. dia harus menambah jalur-jalur rizkinya.
- Bersyukur atas nikmat Tuhan. Tuhan memberi rizki dari bermacam jalan.
- Mungkin Tuhan ingin menjadikan penjual es batu sebagai penyalur rizki bagi penjual es kelapa muda. Karena tanpa kehadiran nya, salah satu jalan rizki penjual es kelapa muda akan terputus.

Saat menulis ini terseliplah sebuah doa dalam hati : "Ya Allah, Ya Fattah Ya Rozzak, jika Engkau menjadikanku sebagai wakilmu dalam menyalurkan rizki orang lain, maka kuatkanlah aku. Jika dalam hartaku terdapat rizki orang lain, maka ringankan lah langkahku untuk segera menyampaikannya. Amin"

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi. Akhir kata, terdapat pepatah baru yang saya ciptakan :)

"Bahkan penjual es kelapa muda yang laris pun tak bisa apa-apa tanpa penjual es batu"

*pict by tom-kuu.blogspot.com

6 Comments

Share This :

Saat Tuhan mengabulkan doa dengan cepat, ada kalanya kita tidak percaya dan merasa takjub. Namun saat Tuhan menunda terkabulnya doa, ada kalanya kita kurang sabar. Aku pernah berdoa yang itu langsung dikabulkan oleh Alloh, aku sungguh takjub luar biasa. Setelah direnungkan dan dicari-cari, aku baru ngeh bahwa itu bisa jadi karena aku meminjamkan seseorang sebuah sajadah. Ya, hanya karena itu. Aku baru paham sekarang makna dibalik knapa ayat sholat selalu bersanding dengan zakat, kenapa ada hablumminallah hablumminannas, kenapa puasa ramadhan harus ditutup dengan zakat fitrah. Intinya adalah Alloh ingin agar kita berbagi dengan sesama. Lihatlah bagaimana kita dianjurkan untuk memuliakan tamu, dan bagaimana kita sebagai muslim dianjurkan untuk menghormati tetangga. Tanpa peduli itu tamu sesama muslim atau bukan, tanpa mempedulikan agama tetangga itu apa.

Masih teringat waktu itu bagaimana aku berdoa dan Alloh langsung mengabulkan. Saat itu waktu maghrib sudah masuk, dan aku sedang berada di dekat sumur zamzam untuk minum dan mengambil wudhu (saat itu pintu ke sumur zamzam belum ditutup seperti sekarang). Sesaat kemudian berkumandanglah iqomah, aku masih berada di tangga pintu masuk sumur zamzam dan sudah tidak mungkin lagi untuk naik menuju lantai yang atas dimana orang-orang thowaf barada. Maka bersama ratusan orang yang tak dikenal, kita langsung menghadap ka'bah membentuk shof, menunggu imam masjidil haram bertakbir memulai sholat. Dan disitu aku melihat seorang di depanku kebingungan untuk sholat, karena lantai di hadapannya basah dan terdapat air yang lumayan juga volumenya, aku merasa iba dan langsung saja kukasih sajadahku, karena kebetulan lantai dihadapanku kering walaupun sama-sama berada di tangga pintu masuk sumur zamzam. Setelah sholat selesai, dikembalikanlah sajadahku dan dia billang شُكْــــــرَاً (terima kasih), aku hanya tersenyum. Setelah orang itu pergi, kemudian kulanjutkan sholat sunnah dan lalu aku berdoa agar dapat mencium hajar aswad. Aku pun melakukan thowaf dan setelah selesai thowaf maka seketika itu juga datanglah orang tak dikenal menyapaku.

X : اسمك (Siapa namamu?)
Me : miftakh zein
X : أنا سآخذك تقبيل الحجر الأسود (Saya akan membawa mu untuk mencium hajar aswad)
Me : hah? اللّـہ أكبر

Maka orang tak dikenal itu mendorongku mendekati hajar aswad, dan tanpa hambatan apapun aku bisa mencium si batu hitam hajar aswad, padahal saat itu ribuan orang kulihat sedang berebut mencium hajar aswad, namun bagiku rasanya seperti terbang dan orang-orang itu minggir begitu saja seakan-akan mempersilahkanku mendekati hajar aswad. Subhanallah, inilah kuasa Alloh.