Monthly Archives: September 2012

Share This :

Saat itu sudah malam hari, eh dini hari lebih tepatnya. Mungkin sekitar jam 01:00 WIB. Suasana sudah sepi dan sunyi, udara pun semakin dingin. Diluar hanya terdengar bunyi jangkrik dan sedikit hembusan angin. Saya sedang mengaji dirumah 'abah', jika ditempuh dengan motor memakan waktu sekitar 20 menitan dari rumah. Tak berapa lama kemudian, dari dalam datanglah suguhan berupa sepiring jagung rebus yang masih hangat. Di udara yang sedingin itu, kepulan asap jagung rebus terlihat dengan jelas. Bau segar jagung pun merebak menusuk hidung,  membuat perut jadi lapar dan ingin segera memakannya. Tampak sekali bahwa jagung itu baru selesai direbus dan langsung dihidangkan. Saya sudah melirik-lirik aja dan memilih-milih jagung mana yang akan disantap :D Tapi tidak berani mengambil, karena saat itu tuan rumah yaitu "abah" belum mempersilahkan untuk mengambil dan memakannya.

Kemudian, setelah piring yang berisi rebusan jagung itu ditaruh di tengah-tengah 'abah' pun berbicara dalam bahasa madura. Ya, tiap kali saya mengaji kesana pasti menggunakan bahasa madura, dan rasanya lebih cepat masuk kalau menggunakan bahasa madura :D walaupun kadang-kadang juga menggunakan bahasa campuran antara bahasa jawa, bahasa madura dan bahasa indonesia. Berikut ini adalah apa yang 'abah' sampaikan sesaat setelah jagung rebus dihidangkan.

"Aku tidak mempunyai jagung dan aku juga tidak mempunyai kebun jagung. Tapi disini sekarang bisa dihidangkan jagung rebus yang masih hangat. Alloh itu Maha Kaya, aku tidak membeli jagung ini. Aku tidak punya, ini jagung diberi oleh tetangga depan rumah barusan. Tidak perlu kuatir jika tidak punya apa-apa, Alloh itu Maha Kaya, mintalah kepada-Nya." (saya lebih suka mendengarnya dengan bahasa madura :"Ja' kobater cong, Alloh riya Maha Sogih, adu’a ban nyo’on ka Alloh. Ponapa se ekabuto, atorragi terros ka Alloh"). Saya mangangguk-angguk aja sambil mikir dan mencerna setiap kalimat yang dikeluarkan 'abah'. Kemudian dilanjutkan oleh beliau, "ini jagung ada disini tugasnya untuk mengingatkan kita kepada Yang Maha Agung", ayo kita makan. Demikian dia berbicara sambil menatap mata saya dan kemudian tersenyum, saya pun membalasnya dengan senyum sok-sokan ngerti padahal hati dan otak masih memproses apa yang barusan dikatakan oleh 'abah'. Setelah 'abah' mempersilahkan makan, maka saya pun mengambil dan menikmati jagung rebus hangat itu sambil merenungi kata-kata 'abah' barusan. Subhanalloh, dari jagung aja bisa kayak gitu ya...

 

2 Comments

Share This :

Bawang merah memang enak, dan merupakan salah satu bahan racikan yang sering digunakan untuk masakan. Apalagi yang namanya bawang goreng. Paduan bumbu akan semakin sedap dengan adanya bawang merah. Namun ada hikmah lain dibalik bawang merah. Saya memikirkan kata-kata seseorang tentang bawang merah, dia secara eksplisit bilang "kupaslah seperti mengupas bawang" saya pikir-pikir sambil tidur-tiduran dan bengong ternyata dalem juga hikmah dibalik bawang itu. Berikut mungkin yang dapat saya sampaikan.

Berangkat dari "pengupasan diri" kemudian saya kaitkan dengan perumpamaan seperti mengupas bawang. Mengupas diri berarti mengenal diri, karena berdasarkan hadist yang saya ketahui dan sangat populer di dunia tasawuf, yaitu :

مَن عَرَفَ نـَـفسَهُ فــقد عرَفَ ربًّه

MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU
"Barang siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya"

Seseorang yang saya panggil "abah" pun sering mengungkapkan hadist ini saat saya mengaji kepada beliau. Hubungannya dengan perumpaan mengupas bawang adalah kita mengupas satu persatu diri ini seperti mengupas satu persatu lapisan bawang. Dan pada kupasan terakhir trnyata tidak ada apa-apa disitu. Fana! Karena esensi bawang adalah kulitnya sendiri. Dan dalam proses pengupasan bawang itu, air mata akan berlinangan. Demikian pula pengenalan diri, pengenalan Tuhan. Ujiannya banyak jek, air mata berlinang. Namun akan indah pada akhirnya :) Linangan air mata itu bisa disamakan dengan perjuangan dan pengorbanan.Dan setelah itu terlewati, tentu saja ada kenikmatan, kebahagian dan kepuasan disana. Berat sih tapi gak usah kuatir, karena Alloh sudah memberi kita kuncinya yaitu "Bismillah" dengan "sobri was sholah" (sabar dan sholat). Sebagaimana telah disebutkan di dalam Al Qur'an :

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar". (Al-Baqarah: 153)

Tuh kan, jelas banget disitu disebutin "sabar dan sholat maka kita akan menemui Alloh", "sabar dan sholat maka Alloh akan bersama kita". Tapi sabar yang seperti apa? Berat banget pasti ya? Gak usah kuatir mengenai masalah itu, Alloh sudah menjamin bahwa semua cobaan itu tidak akan melebihi kemampuan :) masa masih ragu...??? Ragu sama Alloh donk :)

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Al-Baqarah: 286)

Saya juga masih belajar sih,,, biar bisa jadi manusia. Dan kembali kepadaNya dengan utuh seperti saat disumpah dulu di 'alam sebelah'. Saat menulis ini saya jadi takjub sendiri, saya bukan orang yang hapal Al Quran, dulu saya pernah membaca ayat-ayat yang saya tulis ini namun tidak hafal, apalagi tahu maksudnya apa, saya cuma tahu garis besarnya saja. Saat saya menulis ini saya jadi bengong dan tersenyum-senyum sendiri, tiba-tiba ayat-ayat itu muncul dan muter-muter dikepala dan saya jadi tahu ternyata begitu maksudnya. Ilmu yang kita pelajari jika kita tidak paham, maka harus kita endapkan dulu karena suatu saat akan terkuak dengan sendirinya. Itulah skenario Tuhan :)

-----
Hijab
Hikmah yang lebih mendalam lagi dari mengupas bawang yaitu yang berhubungan dengan Hijab. Di dalam Tasawuf, hijab diartikan sebagai tirai yang mendindingi antara hamba dengan Allah, sehingga seorang hamba menjadi terhalang dalam memandang-Nya. Dalam hal ini Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra. menegaskan pengertian hijab adalah: "Tabir yang menutupi pandangan atau penglihatan manusia".
Hijab yang dimaksud adalah menutupi pandangan mata hati. Artinya, apabila hijab menyelimuti hati seseorang, maka mata hatinya menjadi buta, dan ketika seseorang buta mata hatinya, ia tidak mampu menyaksikan hakikat sesuatu, kerana kemampuannya hanya terbatas pada pandangan yang lahiriah.
Mengenai penyebab kebutaan mata hati, Syekh Abdul Qadir Al Jailani ra. menerangkan:
"Penyebab buta mata hati seseorang adalah karena mengikuti hawa nafsu dan kebodohan dirinya"

Menyingkap hijab menjadi keharusan, karena selama pandangan seorang salikin masih terhijab selama itu pula tidak akan pernah mampu melihat dan menyaksikan Allah. Namun, menyingkap hijab bagaikan mengupas kulit bawang yang berlapis-lapis. Setelah satu hijab berhasil dibuka, ternyata masih ada lapisan lainnya yang belum terbuka. Kerana itu, semakin dalam hijab disibak maka akan terbentang luas lautan hakikat. Berbahagialah orang yang berhasil menyingkap hijab. Apabila hijab kegelapan telah tersingkap maka cahaya ketuhanan (anwarul Ilahiyah) akan menerangi hatinya sehingga segala rahasia ketuhanan akan terbuka melalui penglihatan mata hatinya (bashiratul qalb)

3 Comments

Share This :

Dua minggu yang lalu saya pergi ke Serang tepatnya kedaerah pandeglang. Sekitar 3,5 jam dari Jakarta. Saat perjalanan pulang, disempatkan untuk menikmati durian. Pandeglang terkenal dengan duriannya. Durian seperti menjadi icon dari pandeglang. Salah satunya adalah Durian Jatohan Haji Arief (DJHA). Bangunan utama terbuat dari kayu dan bambu yang terbuka hingga angin sepoi-sepoi bisa masuk, dan di dalamnya diletakkan sejumlah bale-bale tempat bersantai sambil menyantap durian. Saya tidak akan menceritakan tentang bagaimana rasa duriannya, karena hal itu sudah biasa, lagipula banyak blogg / website lain yang sudah menceritakannya. Kali ini saya akan menceritakan tentang sisi lainnya, yaitu dari pemiliknya. Karena banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari beliau. Kebetulan saat itu saya bisa bertemu dengan pemiliknya yaitu Haji Ajid yang merupakan anak dari Haji Arief. Haji Ajid seseorang yang sangat sederhana kalau boleh di bilang begitu. Walaupun kebunnya berhektar luasnya, namun wajahnya ramah dan penuh senyum.

Beliau menceritakan tentang bagaimana mengawali usaha jualan durian ini, dulu beliau hidup sangat susah, bahkan untuk meminjam uang 200 ribu saja ditolak oleh orang, bahkan sampai dibilang nggak akan sanggup untuk mengembalikannya. Namun, usahanya lambat laun berkembang, beliau bilang bahwa dalam berusaha itu harus sabar dan tawakkal, kemudian harus patuh kepada orang tua. Saya hampir menangis tak kuasa menahan air mata, saat beliau bercerita bagaimana dia memuliakan orang tuanya. Pernah orang tuanya meminta belut. Dan saat itu dicari di seluruh serang dan tidak ada belut, akhirnya mendapatkan belut di palembang. Beliau dengan lantang bilang, berapapun akan dikeluarkan untuk memenuhi keinginan orang tua. Selama orang tua masih hidup, kita harus berupaya membahagiakan dan berbakti kepada orang tua. Luar biasa...!!! Disaat sedang asik bercerita, tiba-tiba datanglah seorang pengemis, dan dengan segera beliau menyuruh pegawainya untuk segera memberi pengemis tersebut, kemudian beliau bilang bahwa jika ada orang meminta-minta datang segera kasih, karena Alloh yang menggerakkannya mendatangi kita. Wow, saya terpesona melihatnya. Kemudian beliau melanjutkan, bahwa semua yang ada dan di capai sekarang ini bukannlah miliknya pribadi. Harta dan segala sesuatunya ini semua adalah milik Alloh, manusia itu tidak punya apa-apa. Hiks.. hiks.. semakin meleleh hati saya mendengarnya.

Ada suatu hal yang tiba-tiba beliau tanyakan kepada saya, yaitu : "Kamu ingin tahu bagaimana rahasianya biar sukses?" Saya terdiam agak lama, kemudian saya jawab "Bagaimana caranya?" beliau berpesan "Basuh kaki orang tuamu, cuci jempolnya." Saya pun tersenyum mendengarnya. Beliau melanjutkan, bahwa harus nurut kepada orang tua walaupun apa yang mereka katakan salah menurut kamu tapi kamu cuma seorang anak.

Saya belajar banyak dari pak haji ini, banyak pesan-pesan tersembunyi yang secara tidak langsung beliau sampaikan. Diantara pelajaran yang dapat saya tangkap dan simpulkan adalah :

1. Jangan menghina orang, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan

2. Segala sesuatu itu milik Alloh

3. Bersedekahlah sesegera mungkin.

4. Berbakti kepada orang tua

Itulah beberapa oleh-oleh berharga yang saya dapatkan dari beliau, seseorang yang kaya raya, baik harta maupun hatinya namun tampak sederhana. Alloh telah menggerakkan saya untuk mampir ketempat ini dan menimba ilmu dari pak haji. Dan Alloh menggerakkan pak haji untuk menyampaikan ilmunya. Alhamdulillah, terima kasih Alloh, terima kasih pak haji, Semoga Rahmat-Nya senantiasa tercurah kepada beliau. Amin.

 

2 Comments

Share This :

Pantun merupakan sebuah penyampaian pesan yang unik, karena kita bisa merangkai kata-kata yang enak di dengar tanpa mengurangi makna pesan yang disampaikan. Kebetulan hari minggu itu group VEDC 2005 yang berisi kumpulan orang aneh, bermain pantun jenaka. Seharian ketawa gara-gara baca pantun teman-teman ini. Berikut pantun iseng dan kocak tersebut yang berisi topik mengenai JASMIN. Karena mengeksploitasi nama JASMIN, padahal gak ada hubungan sama orang yang bernama Jasmin :hammer: Selamat menikmati.

 

** Sep 9 Sun 02:29 **

Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, Just close your eyes & sweet dreams for you...

** Sep 9 Sun 02:33 **
Munawar Shaleh: ‎Jasmin beli es dawet di wonoayu, cuk mumet aku

** Sep 9 Sun 04:55 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, ora mbayar langsung mlayu, dibalang watu langsung kaku

** Sep 9 Sun 04:55 **
! Candra Agung |: Opo e sing kaku cep?

** Sep 9 Sun 05:36 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, aku nggak kuku sama kamu

** Sep 9 Sun 06:08 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, zein i miss yuuuu

** Sep 9 Sun 06:13 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, cecep I allways beside yuuu

** Sep 9 Sun 06:13 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, zein and cecep I waiting for yuuu

** Sep 9 Sun 06:13 **
Munawar Shaleh: Cipok duyuuu

** Sep 9 Sun 06:19 **
Prama Yoga: Jasmin beli es dawet di wonoayu, isuk2 kok wes rame ae syuuuu

** Sep 9 Sun 06:19 **
Munawar Shaleh: ‎Jasmin beli es dawet di wonoayu, hey... I just meet yuuu

** Sep 9 Sun 06:25 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, hey... Isuk2 ojok cepet metuuuu

** Sep 9 Sun 06:25 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, iki durung metu... Mek kroso ngiluuu

** Sep 9 Sun 06:33 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, enak geli geli lunyuuuuu

** Sep 9 Sun 06:33 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, tek e cecep ireng ungu2 unyuuu X_X

** Sep 9 Sun 06:33 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, jare kuat tibake peltu

** Sep 9 Sun 06:33 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, peltu iku p*li metu teko untuu

** Sep 9 Sun 06:40 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, pengen enak monggo mlebuuu

** Sep 9 Sun 06:40 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, tambah enak nek mlebu metu

** Sep 9 Sun 06:40 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, sing penting ora mambu sepatu

** Sep 9 Sun 06:46 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, tapi kudu ngadek duluuuuuuu

** Sep 9 Sun 06:46 **
Munawar Shaleh: Jasmin capek beli es dawet di wonoayu, bayar cepek njaluk sing ayuuuu

** Sep 9 Sun 06:49 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, off disik arep metu karo bojoku sing ayuuuu ({})

** Sep 9 Sun 06:49 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, tibake cecep pancen cepet metuu

** Sep 9 Sun 06:52 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, sing penting wis payuuuuu

** Sep 9 Sun 06:52 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayu, assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuu

** Sep 9 Sun 06:52 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayu, payu tapi layuuu koyo duit sewuu

** Sep 9 Sun 06:54 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayus, pacaran isuk2 pancen maknyus

** Sep 9 Sun 06:54 **
Anandha Alamsyah: Jasmin beli es cawet di wonoayus, zein cecep mumun pancen jayus

** Sep 9 Sun 06:54 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayus, sing penting wes adyuus.. Ora mambu wedyuus

** Sep 9 Sun 06:55 **
Miftakh Zein: Jasmin beli es dawet di wonoayo, nanda yu ar my hero ({})

** Sep 9 Sun 06:55 **
Munawar Shaleh: Jasmin beli es dawet di wonoayful, yu ar biutiful ({})

** Sep 9 Sun 07:18 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di antartika, kademen

** Sep 9 Sun 07:18 **
Prama Yoga: Hahaha lucu bgt cecep iki

** Sep 9 Sun 07:24 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonolayan, je senengane swalayan

** Sep 9 Sun 08:54 **
Anandha Alamsyah: Jasmin beli es dawet di wonoayu, es dawete buyar jasmine moleh grupe sepi maneh

** Sep 9 Sun 10:34 **
! Candra Agung |: Jasmine kesel mulai bengi di kongkon tuku dawet

** Sep 9 Sun 14:01 **
Rizzatama NS: Jasmin beli es dawet di wonoayu, enake mlaku2 karo bojo sing ayu ;;)

** Sep 9 Sun 14:01 **
Munawar Shaleh: Wes reeek, sak aken jasmin iku...

** Sep 9 Sun 14:01 **
! Candra Agung |: Jak en ngaleh mun jasmin e

** Sep 9 Sun 14:01 **
Miftakh Zein: jasmin buka baju, ayo metu mlaku mlaku

** Sep 9 Sun 14:01 **
Munawar Shaleh: Jasmin jiaaan dadi objek eksploitasi

** Sep 9 Sun 14:04 **
! Candra Agung |: Iki sarange jasmin X_X

** Sep 9 Sun 14:04 **
! Candra Agung |: Saranghe sarangheyo

** Sep 9 Sun 14:05 **
Soerya ‎™: Jasmin beli es dawet di wonoayu, adeku tangi njaluk mlebu metu

** Sep 9 Sun 14:16 **
Rizzatama NS: Jasmin tuku bakmi, ayo mlaku nang ndi

** Sep 9 Sun 14:21 **
Miftakh Zein: Jasmin golek madu, mlaku mlaku nang hatimuu

** Sep 9 Sun 14:36 **
Rizzatama NS: Jasmin golek klambu, ah kamu unyuuuuu

** Sep 9 Sun 14:36 **
Munawar Shaleh: Jasmin tuku sego pincuk, rame ae cuuuk

** Sep 9 Sun 14:47 **
Anandha Alamsyah: Jasmine minggat digilir mumun cecep zein

** Sep 9 Sun 14:58 **
Rizzatama NS: Jasmin tuku marhmallow, terus gw harus bilang WOW getowww?

** Sep 9 Sun 14:58 **
Munawar Shaleh: Jasmin luwe tp duit ora duwe, terus salah GUWE, salah temen2 GUWE???

** Sep 9 Sun 15:10 **
Rizzatama NS: Jasmin tuku bakso, ya emang elooooooo

** Sep 9 Sun 15:10 **
Miftakh Zein: Jasmin masak telo campur duren, elo guwe end

** Sep 9 Sun 15:10 **
Munawar Shaleh: Jasmin tuku semangka dua, gak nyangka ya

** Sep 9 Sun 15:10 **
Prama Yoga: X_X

** Sep 9 Sun 15:23 **
Prama Yoga: Miapah jasmin di bahas terus, ciyus? #:-s

** Sep 9 Sun 15:34 **
Rizzatama NS: Jasmin arep adus, buyar buyar dusssss

** Sep 9 Sun 17:30 **
Rizzatama NS: Jasmin bar adus lali nggawe cawet, budhal nang wonoayu tuku dawet

** Sep 9 Sun 17:30 **
Munawar Shaleh: Jasmin adus karo dawet, mari maghrib ayo ngepet

** Sep 9 Sun 17:46 **
Rizzatama NS: Jasmin mari tuku dawet sak ipet, timbang ngepet mending dipepet ;;)