Monthly Archives: October 2012

3 Comments

Share This :

Maha Suci Engkau Ya Alloh. Semua Atas KehendakMu.
Semua gerakku, gerak gerikku Alloh Alloh
Hanya gerakMU, sungguh gerakMU gerakkan aku
Semua gerakku karena gerakMU Alloh Alloh
Hanya gerakMU, sungguh gerakMU getarkan aku

Saat saya akan kembali ke tanah perantauan, saat itu di jalan raya saya bersama dengan Bapak sedang berdiri menunggu bus yang lewat. Kemudian datanglah seseorang yang kemudian meminta uang sambil menadahkan tangan. Bapak kemudian memberinya uang. Setelah orang peminta tersebut pergi, bapak pun mengajak berdialog

"Lha iya, siapa itu yang menggerakkan orang tersebut untuk meminta. Mintanya langsung ke kita lagi, bukan kepada orang lain. Padahal banyak orang disini. Tapi kenapa yang diminta cuma kita?"

Sesaat itu juga saya tersenyum, dan ingat pelajaran dari si Penjual Durian yang pernah saya tulis dengan judul Balajar Dari Penjual Durian. Saya ceritakan kisah ini kepada Bapak, bagaimana sang penjual durian berkata seolah-olah ingin memberti pelajaran

"Siapa yang menggerakkan pengemis itu mendatangi tempat ini untuk meminta-minta? Tentulah Alloh"

Bapak pun tertawa, kemudian melanjutkan bercerita kembali. Waktu sedang bertamu untuk ziarah haji dirumah Pak Dhe  bertemu dengan orang yang kemudian orang itu bilang "Saya ini kadang mikir pak haji, kenapa saya koq bisa datang ke sini dan duduk disini, siapa yang menggerakkan?"

Seketika itu juga saya tertawa, dan geleng-geleng kepala. Bisa saja Alloh ini kalau mau ngasih pelajaran. Lalu saya bilang kepada Bapak

"Pak, saya beberapa hari yang lalu mendapat ayat yang intinya daun-daun yang berguguran tak lepas dari ketentuanNYA"

"Daun saja Alloh yang menggerakkan, apalagi manusia ya?"

Bapak pun tersenyum kembali sambil menghisap rokoknya, dan tepat saat itu datanglah bus yang akan mengantarkan saya ke tanah perantauan, saya pun pamit dan naik bus tersebut. Saya jadi geli sendiri, kayak orang bener aja ngasih omongan model begitu ke orang tua, padahal juga baru paham maksudnya, eh belum paham sih cuma agak paham. Ya pura-pura paham ajalah, mungkin tau-tau akan paham dengan sendirinya >.<

Ayat tersebut saya dapatkan dari kata-kata ajaib dari seorang sahabat saya tercinta Gus Achmad Fauzan di status BBM nya. "Tak ada yang kebetulan, bahkan daun yang brguguran dari ranting pun tak lepas dari Ketentuan-NYA."

Daun jatuh seperti menggambarkan kehidupan. Ia memberi makna pada setiap geraknya. Ketika daun terlepas dari ranting pohon, dia menunjukkan tentang keikhlasan. Keikhlasan akan satu perpisahan yang lambat laun akan terjadi juga. Terkadang, setelah sebuah perpisahan, kita mengkhawatirkan hidup. Tak tahu ke mana. Daun jatuh mengenalkan saya pada kata pasrah. Bahwa pada satu kondisi, kita hanya bisa mengikuti hidup. Bahwa akhirnya, sekeras apapun angin membuat kita melayang, akan ada tempat di mana kita akhirnya bersandar. Karena semua adalah ketentuan Alloh, gerak Alloh. Hasbunallah. Sudah seharusnya kita memahami bahwa semua yang telah terjadi adalah atas izin dan skenarioNya. Bahkan daun yang berguguran pun atas izin dan ridhoNya. Maka semua yang telah kita alami. pahit, manis, bahagia, kecewa atau apapun mari kita sikapi dengan mata keimanan. Sehingga selalu ada penilaian positif terhadapNya. Akan selalu ada hikmah di balik semuanya.

Terima kasih bapak, terima kasih Gus Fauzan, terima kasih guru-guru, terima kasih Alloh.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'am 59)

Yaa Allah... Ajari aku ilmuMu...
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku...
Khusukkan ibadahku...
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku...
Al-Fatihah

Dan ternyata setelah saya lihat arsip blogg ini pada 19-11-2012, saya pernah menulis tentang Al-An'am 59. Kenapa saya telat menyadarinya :'( Ternyata segala sesuatu itu memang ada masanya :)

Share This :

kautulis kearifan pada alif
huruf pertama panggilanmu
gerbang terdepan ke taman hatiku
ketika sunan kalijaga
menggembala umatnya
alif pun menjadi tongkatnya

pada tongkat isa tertulis cinta-kasihmu
pada tongkat musa terukir keajaibanmu
ketika tongkat mengetuk batu
mata air pun terpancar
darah abadi bagi kehidupan

kautulis kemuliaan pada alif
huruf terdepan panggilanmu
kauturunkan alif dari arasy ke bumi
debu pun menjelma kemuliaan sejati
alif terbentang di hati orang pilihan
jalan lurus menuju haribaanmu

* Ahmadun Yosi Herfanda (1987)

 

1 Comment

Share This :

#duniawi

- Diam sendiri. Ingat kenangan lalu. Terbuai rindu #haikumalam

- Dingin menggigil. Selimut cinta datang. Hangat merasuk #haikumalam

#sanggalangit

- Suluk cintaku. Meraung mendambaMu. Demi ridhoMu #haikumalam

- Memerah darah. Merindu Sang Terkasih. Terlunta-lunta #haikumalam

Iseng-iseng ikutan #haikumalam nya @syair_malam dengan topik merangkai tiga baris puisi dengan pola 5-7-5 suku kata. Yang satu masalah dunia, yang satu masalah akhirat, biar imbang. Balance seperti Yin dan Yang :)

Sekilas Haiku:
Haiku adalah bentuk puisi paling singkat di dunia, terdiri atas tiga baris dengan rima suku kata 5-7-5. Puisi-puisi haiku biasanya mengungkap pergantian musim dan perasaan yang terkait dengannya. Setiap haiku memuat setidaknya satu kata yang merujuk pada musim atau alam. Keunikan haiku terletak pada bentuknya yang ringkas dan sederhana namun mampu masuk ke dalam inti sebuah pengalaman.

1 Comment

Share This :

Bukan sebuah kebetulan rasanya, disaat mentalitas sedang pada posisi limit mendekati 0 (nol), entah kenapa seolah-olah alam mengerti bagaimana harus memberikan signal sebagai petunjuk untuk diambil pelajaran. Saya jadi ingat kata Prof Yohanes Surya, Ph.D yang menyebutkan tentang Mestakung (semesta mendukung) yaitu sebuah konsep sederhana fisika yang berarti bahwa saat sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di kelilingnya akan bekerja secara serentak demi mencapai titik ideal atau keseimbangan.

Bukan kebetulan bahwa para ustadz dan mubaligh bersepakat untuk berceramah mengenai "SABAR" saat saya hadir di majelis itu. Entah sudah berapa ustadz yang menyampaikan hal itu. Siapa sutradaranya?

Bukan kebetulan bahwa setiap obrolan santai maupun serius, semuanya menjurus ke arah "SABAR". Entahlah kenapa bisa begitu. Siapa sutradaranya?

Bukan kebetulan bahwa, saat membuka lembaran kalender untuk pindah bulan, eh ternyata di sana terpampang gambar antrian dengan tulisan "PATIENCE" yang artinya adalah "SABAR". Siapa sutradaranya?

Bukan kebetulan bahwa, pada saat enak-enak tidur eh tiba-tiba mimpi, mimpi yang tidak biasa, mimpi yang penuh aura mistis. Dan isinya muncul kata "SABAR". Siapa sutradaranya?

Bukan kebetulan bahwa tiba-tiba ipod memainkan lagu Muse yang berjudul "SURVIVAL". Dimana disitu intinya adalah "BERTAHAN" yang itu artinya adalah "SABAR". Siapa sutradaranya?

Dalam hati saya berbisik "Wah, sudah mulai nggak bener ini", saya pun bercerita pada seseorang dan jawabannya sungguh menyebalkan. Katanya "Itu gejala alam bro, welcome to the jungle" sambil tertawa. Ckckck,,,, Baiklah kalau begitu maunya Tuhan, maunya Sang Sutradara, maunya Sang Dalang. Mungkin saya ditegur, karena cuma tahu teori sabar tanpa praktek dengan benar. Mungkin Sang Dalang ingin memberi pelajaran tentang sabar yang sebenarnya. Semoga diberi kekuatan untuk melaluinya. Semua yang terjadi atasku dan semua gerakanku adalah kehendak-MU.

Share This :

Bismillah
Bismillah awal kata
Bagai burung Attar kucari Alif-Nya
Pada petikan kecapi melati

Bismillah awal kerja
Menggerakkan impian dari nyala api
Yang menari

Bismillah awal langkah
Kutelusuri hujan pada kelender
Yang berguguran

Bismillah awal pasrah
Kupetik kesuburan
Di kaki kehidupan

Bismillah awal dan akhir
Kulabuhkan diam
Antara ranting terinjak kaki

*Hafney Maulana

Share This :

Alif, alif, alif,!

Alifmu pedang di tanganku
Susuk di dagingku, kompas di hatiku
Alifmu tegak jadi cagak, meliut jadi belut
Hilang jadi angan, tinggal bekas menetaskan
Terang
Hingga aku
Berkesiur
Pada
Angin kecil
Takdir-
Mu

Hompimpah hidupku, hompimpah matiku
Hompimpah nasibku, hompimpah, hompimpah
Hompimpah!
Kugali hatiku dengan linggis alifmu
Hingga lahir mataair, jadi sumur, jadi sungai,
Jadi laut, jadi samudra dengan sejuta gelombang
Mengerang menyebut alifmu
Alif, alif, alif!

Alifmu yg Satu
Tegak dimana-mana

*D. Zawawi Imron

Share This :

Malam itu, habis isya' perut terasa lapar. Karena kepingin ayam goreng maka berangkatlah pergi makan ayam goreng. Tak biasanya disekitar sana banyak anak-anak kecil sedang bermain. Ada sekitar 5 atau 6 anak. Saya perkirakan usianya masih usia TK. 5 atau 6 tahun mungkin ya.  Gembira sekali mereka itu, ada yang bermain perosotan, ada yang main silat-silatan meniru adegan kungfu. Saat itu juga saya jadi ingat masa kecil saya dimana saya sering bermain silat-silatan dengan adek saya. Meniru gerakan-gerakan silat di televisi macam wiro sableng atau power ranger. Hihihi lucu sekali...

Tak lama kemudian datanglah ayam goreng yg saya pesan, nikmat sekali aroma sambalnya. Ya ibu yang satu ini kalau bikin sambel memang enak. Ayamnya sih biasa-biasa saja, tapi sambelnya istimewa. Tak seperti sambel-sambel di warung lalapan lainnya, yang bikinnya langsung banyak. Kalau ibu ini bikinnya satu cobek kecil saja cukup satu porsi. Makanya sambalnya terasa enak. Lalu tiba-tiba, warung di sebelah mem-play sebuah lagu yang tidak asing rasanya. Yaitu One Direction dengan judul What Makes You Beautiful. Tidak ada yang istimewa, namun saat masuk bagian chorus secara spontan anak-anak yang sedang bermain itu menirukan lagu tersebut.

Baby you light up my world like nobody else,
The way that you flip your hair gets me overwhelmed,
But when you smile at the ground it ain’t hard to tell,
You don’t know,
Oh oh,
You don’t know you’re beautiful.

Waahh,,, hapal juga ternyata mereka, sambil bermain mereka mengikuti dengan gembira menyanyikan lagu tersebut. Padahal orang-orang yang sedang makan disana tidak ada yang hapal, saya apalagi. Takjub juga saya mendengarnya, hebat sekali anak-anak sekarang, diusia yang masih segitu sudah pandai menyanyikan lagu bahasa inggris. Terdengar mereka bernyanyi dengan gembira secara koor, bareng-bareng. Saya hanya melihatnya hanya tersenyum dan tertawa, begitu pula orang-orang disekitar. Anak-anak itu bernyanyi dengan riang sambil tertawa, bahagia banget.

Saya jadi iri melihat hal tersebut. Iri menjadi anak-anak lagi. Bagi anak-anak, tidaklah perlu sesuatu yang mewah untuk gembira. Bagi mereka segala sesuatu itu menyenangkan. Saya jadi merenung dan bertanya "kapan ya terakhir kali gembira lepas seperti itu?" Bukannya tidak bersyukur dengan keadaan sekarang, tapi ya begitulah.. Hehehe.. Masih asyik saya mendengarkan kegembiraan mereka, tak terasa habis juga makanan saya. Masih sambil santai, melihat tingkah anak-anak. Kalau masalah kebahagiaan rasanya saya harus belajar kepada anak-anak, tak perlu muluk-muluk untuk menjadi bahagia. Mereka lepas aja tertawa, yang penting happy.

*photo by BangBorneo/lippocikarang.wordpress.com

1 Comment

Share This :

Duhai Yang Maha Dicintai
Harapku,
janganlah Engkau bekukan hati ini
janganlah Engkau matikan hati ini
janganlah Engkau hitamkan hati ini
janganlah Engkau kotorkan hati ini

Duhai Yang Maha Mencintai
Harapku,
biarkan hati ini selalu bersih mengharap nur-Mu
biarkan hati ini selalu terbuka menerima nur-Mu
biarkan hati ini selalu memancarkan nur-Mu
apalah hati ini tanpa cahaya-Mu

Duhai Rabb Yang Cahaya-Nya Diatas Cahaya
Pintaku,
bimbinglah hatiku kepada cahaya-Mu
bimbinglah rohku kepada cahaya-Mu
bimbinglah aku kepada cahaya-Mu