Monthly Archives: December 2012

7 Comments

Share This :

Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah perjalanan yang telah saya lakukan. Entah itu perjalan hidup atau perjalanan sekedar iseng berjalan tanpa tujuan atau bisa juga perjalanan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki pesona keindahan dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Dalam perjalanan itu saya seringkali ditemani oleh empat "saksi mata" yang selalu saya bawa kemana-mana saya pergi.  Dua diantaranya seperti terpampang pada gambar dibawah ini, yaitu sepatu sneaker converse dan sandal gunung Eiger. Yang ketiga adalah ipod touch generasi ke 4, yang tanpa bosan memainkan musik-musik kesukaan saya atau menemani bermain sudoku. Dan yang ke empat adalah sebuah buku perjalanan, semacam diary tapi isinya bukan curhat  :p dimana di buku itu saya biasa menuliskan apa saja, entah puisi, sajak, atau sekedar pikiran iseng dan tentu saja tulisan tentang sesuatu yang menarik. Ke empat barang ini selalu setia menemani perjalanan saya.

Saya ingin benar-benar memulai menulis tentang travelouge saya dari tulisan ini, semoga saja berhasil :hammers Saya agak bingung juga membuat list tempat-tempat mana yang pernah saya singgahi. Namun dari tempat-tempat itu seringkali saya mendapatkan pelajaran yang berharga, dan saya rasa tidak akan saya dapatkan ditempat lain. List dibawah ini akan bertambah seiring dengan perjalanan yang saya lakukan di kemudian hari (jika masih diberi umur panjang :malus )

1. Lamongan : Wisata Bahari Lamongan (WBL)
2. DI Yogyakarta
3. Pulau Bangka
4. Pulau Lombok (Mataram) : Senggigi
5. Phuket (Thailand) : PhiPhi Island
6. Riau (Pekanbaru)
7. Batam
8. Jambi
9. Singapura
10. Palembang : Pulau Kemaro
11. Kepulauan Seribu : Pulau Tidung
12. Padang (Bukittinggi)
13. Hongkong : The Peak
14. Macau
15. Bogor : Kebun Raya Bogor, Curug Cigamea
16. Bandung : Kawah Putih Ciwidey, Sukawana (Offroad)
17. Semarang : Klenteng Sam Poo Kong, Pagoda Avalokitesvara
18. Bali

Bagi saya, banyak cara yang dilakukan manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan perjalanan adalah salah satunya :angel: apalagi jika bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan.

"maka tidak pernahkah mereka berjalan dibumi,sehingga hati (akal) mereka dapat memahami,telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta ,tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." ( QS Al-Hajj : 46)

1 Comment

Share This :

Ikhlas bukan berarti menyerah. Lebih tepatnya berserah kepada yang Maha Kuasa. Ketika keikhlasan sudah kita lakukan, maka semua tinggal menunggu kebaikan Tuhan. Cerita yang disadur dari sebuah milis forum bisnis ini semoga bisa menjadi cermin.

Cuaca hari itu sangat panas ketika Mbah Sarno mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan sebuah perumahan di kawasan Condong Catur Yogyakarta. Meski sudah renta, demi menyambung hidup, Mbah Sarno masih membanting tulang sebagai tukang sol sepatu keliling. Bisa ditebak bagaimana kehidupan Mbah Sarno yang bersahaja itu. Pendapatannya hanya cukup untuk makan hari itu. Bahkan kurang jika seharian tidak ada yang memakai jasanya.

Saat melintas di depan sebuah rumah mewah, Mbah Sarno dipanggil. Pelanggan pertamanya di siang itu. Seorang pemuda berusia sekitar 20-an tahun, terburu-buru membawa sepatu yang minta ditambal.

Saat Mbah Sarno menambal sepatu yang bolong, si pemuda itu seperti gelisah. Ia sering melihat jam tangannya sembari mengawasi Mbah Sarno yang bekerja. Karena sudah bekerja secara bertahun-tahun, maka dengan cepat Mbah Sarno pun merampungkan pekerjaannya.

"Berapa Pak," tanya si pemuda begitu Mbah Sarno menyorongkan sepatu yang sudah ditambal.

“Lima ribu rupiah mas”

Pemuda tadi lalu mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget karena baru memperoleh orderan pertama dan uang segitu terlalu banyak baginya.

"Wah, Mas, enggak ada kembaliannya nih. Ada uang pas?"

"Enggak ada Pak. Ini uang saya tinggal selembar," kata pemuda tadi sambil celingukan mencari warung untuk menukar uangnya.

Melihat kegelisahan pemuda tadi, Mbah Sarno langsung berkata, "Sudah enggak usah repot-repot Mas. Bawa dulu saja. Lain kali saya lewat sini lagi."

"Wah, terima kasih ya Pak." Pemuda tadi bergegas masuk ke rumah sambil menenteng sepatu yang sudah ditambal.

Mbah Sarno melanjutkan kayuhannya. Sore hampir tergelincir, dan Mbah Sarno belum memperoleh pelanggan lagi. Ia lalu berkata dalam hati, "Ikhlas. Insyaallah akan memperoleh ganti." Hanya itu yang bisa dilakukan sambil terus mengayuh pedal sepedanya.

Ketika saatnya salat Asar, Mbah Sarno pun mampir ke sebuah masjid di depan lapangan bola sebuah sekolah. Selesai salat ia berdoa. "Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezeki-Mu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendak-Mu.”

Selesai salat ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat akan menuju ke sepedanya, ia kaget karena pemua yang tadi siang menjadi pelanggannya sudah menunggu di samping sepedanya.

"Wah, kebetulan ketemu di sini Pak. Ini bayaran yang tadi siang," kata si pemuda itu sambil mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak selembar tapi lima lembar.

"Lo, Mas. Saya belum punya kembalian. Lagian ini juga lima lembar. Apa enggak salah?" Mbah Sarno sedikit gugup.

"Enggak salah Pak. Ambil saja semuanya. Kembaliannya sudah saya terima tadi. Hari ini saya tes wawancara. Makanya saya tadi terburu-buru. Untung ada Bapak yang bisa menambal sepatu dengan cepat. Telat lima menit saja bisa jadi saya gagal tes. Beruntung Bapak membiarkan saya pergi dahulu. Insyaallah, minggu depan saya berangkat ke Prancis Pak. Mohon doanya."

"Tapi ini terlalu banyak Mas."

"Saya bayar jasa Bapak lima ratus rupiah. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya dan keihklasan Bapak hari ini."

 

*Sumber : Agus Surono / Intisari-Online (6/12/2012)
*Pict : kompasiana

Share This :

Alif Laam Miim... menderu ditelingaku
Tak diam hatiku mencari makna
Allah telah sisipkan teka-teki Hijaiyah
Tak ada keraguan bagi petunjukNya

Bisakah keraguan akan diriku tak bergetar?
HambaMu ini belum teguh dirikan tiangMu
Pada perkara Bilghaibi... kasat mata! jadikan ku gamang
Ini mungkin penyebab rizkiMu belum puaskan aku

Layakkah aku mendapatkan petunjukMu
Seperti mereka-kaum sebelum aku
Membaca kitabMu temukan makna Ilahiyah
Sampai pada akhir dari segala akhir

Semoga aku menjadi beruntung mendapat petunjuk
Alif Laam Miim.......

*koelit ketjil
*picture : http://darulisra.org.uk/

2 Comments

Share This :

Pernah bermain layang-layang? Dulu saat saya kecil saya bermain layang-layang, tidak terlalu sering karena saya lebih suka maen gundu / kelereng :D tapi bermain layang-layang itu cukup berkesan. Entah kenapa tiba-tiba saya teringat layang-layang. Di ibukota ini, saya koq tidak pernah melihat layang-layang ya? Adanya cuma balon terbang, itupun untuk iklan. Akhir-akhir ini saya jadi sering bengong, saat ingat layang-layang saya jadi menghubungkan dengan kehidupan. Mungkin saya sudah error atau kebanyakan terkena radiasi komputer >.< Rasanya tulisan ini masih satu topik dengan tulisan saya sebelumnya yaitu Hadapi Hidup

Tahukan layang-layang?

Layang-layang dikendalikan menggunakan benang oleh tangan kita. Layang-layang untuk aduan, memerlukan benang yang kuat dan pengendali yang handal agar bisa menang. Untuk membuat layang-layang naik ke angkasa diperlukan tarik ulur benang disesuaikan dengan angin.
Ditarik.. Diulur..
Ditarik lagi... Diulur lagi...
Sampai terbang tinggi...

Layang-layang terbang kekiri atau kekanan, sesuai dengan keinginan sang pemain layang.
Layang-layang berputar, menukik naik turunpun karena keinginan pemaing layang.
Semakin tinggi layang-layang semakin panjang benang yang dibutuhkan dan tentu saja semakin kuat angin yang bertiup.

Layang-layang putus. Melayang tak tentu arah. Kemana angin bertiup, ia tidak memiliki pilihan apapun. Hanya terdiam mengikuti.. pasrah .. Layang-layang jatuh entah kemana, suka atau tidak suka layang-layang harus menerima untuk jatuh dimanapun dan resiko apapun yang dihadapi.

layang kehidupan

Begitu juga kehidupan....

Kita ini seperti layang-layang, dikendalikan oleh Tuhan. Mau kekiri mau kekanan, mau naik mau turun kita hanya bisa menjalaninya. Tuhan tahu kapan saatnya mengulur benang dan kapan saat menariknya. Tuhan menginginkan dan tahu yang terbaik untuk kita. Maka percayakan saja hidup ini kepada-Nya. Jangan sampai putus benangnya. Benangnya adalah iman dan taqwa. Itulah yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Jika putus benangnya maka akan melayang tak tentu arah, mau kemana kita jika tak ada iman dan takwa.

Kita ini seperti layang-layang, semakin tinggi berada maka semakin kencang tiupan angin. Semakin tinggi posisi, ilmu, iman, taqwa, tanggung jawab juga semakin kencang cobaannya. Jangan lupa diri, dari mana kita berasal. Tak perlu gentar menghadapi berbagai persoalan, karena Tuhan selalu mengarahkan mata-Nya kepada kita, sama seperti pemain layang-layang memperhatikan yang ia terbangkan. Dan meski terombang-ambing rasanya, hidup kita ada dalam kendali-Nya. Percayalah.

Kita ini seperti layang-layang, jika angin tak berhembus, bagaimana mungkin layang-layang bisa terbang?  Biarkan angin kehidupan menerpa, hadapi dan jangan menghindar. Arahkan pandangan selalu kepadaNya, sebagaimana layang-layang di udara. Bahkan ketika benang itu putus dan layang-layang diterbangkan angin yang berhembus, Dia akan 'berlari' untuk mendapatkannya kembali. Selama kita masih dalam 'pandangan'-Nya tidak melenceng jauh. Namun apakah kita selalu menghadap-Nya? Masih adakah sisa-sisa benang itu, sehingga Tuhan akan berlari mengejar kita?

Kita ini seperti layang-layang, di akhir hari, Tuhan akan menggulung benang, mendekatkan kita kepada-Nya, lalu membawa kita pulang! (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun)

Semoga hidupku terarah tidak seperti layang-layang terputus talinya, yang semakin jauh dari-Nya.

ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi
(Wahai Tuhanku, Engkau adalah tujuanku dan Ridho-Mu adalah yang ku harapkan)

"Tidaklah kalian mencapai kehendak kalian, kecuali Allah yang berkehendak yang mengatur alam semesta ini" (QS At Takwiir : 29)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,  padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah : 216)

"Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghadap kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (HR Bukhari-Muslim)

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"(sesungguhnya semua berasal berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya)"(QS. Al Baqarah :156)

*picture by :
- http://xenon-universe.blogspot.com
- http://www.anthonydiomartin.com

Share This :

huruf huruf berpentalan
alif sampai ya', kun!
Jadilah sampai

di sesak kamar
huruf huruf berputar
menemu celah pasrah, agar
segera tiba di Tuhan

huruf huruf berpentalan
membelah gelombang tawakkal
duhai, pinta ini selalu saja kekal
sementara bibir, tiada istirah
dari nikmat rapal
semakin kekal

huruf huruf berpentalan
tubuhnya berputaran
alif sampai ya', kun!
selembar doa menguntai
jadilah sampai!

*Alif Raung Firdaus (29/08/2012)
*picture : www.khtt.net

3 Comments

Share This :

Hidup ini punya beragam warna. Ada kesenangan ada kesedihan, ada kemudahan ada kesusahan, ada baik ada buruk. Karena Tuhan menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat yang saling berseberangan. Maka, kita harus menjalani hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, hanya menerawang ke dalam imajinasi. Hadapi saja kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa untuk dapat menerima dan menikmatinya. Bukan berarti saya sudah seperti itu, saya juga masih belajar karena hidup adalah proses pembelajaran.

Ada suatu cerita menarik saat saya jalan-jalan di hongkong kemarin (Jumat, 30-11-2012). Begitu tiba di penginapan (hostel) saya lihat ada seseorang pria china yang kebetulan adalah salah satu receptionist penginapan sedang berupaya memperbaiki coffee maker, diutak-atiknya alat tersebut agar bisa menyala namun tetap tidak ada hasil.Akhirnya si pria itu pun menyerah sambil berkata

"Ok, i'm sorry i give up. We can't drink coffee this morning"

Dan seorang perempuan bule yang sedari tadi makan roti sambil mengobrol dengan si pria china itu pun menyeletuk

"Hey..!!! Come on"

"Don't give up easily, Life is challenge"

Wowww,,, saya yang diam saja dari tadi merasa terkena pukulan kerasss... Plakkkk...!!! Saya tidak menyangka  di tempat seperti ini Tuhan masih mengingatkan saya untuk terus berjuang. Tidak dapat dipungkiri, bahwa kondisi saya saat ini sedang berada pada titik jenuh dan malas dengan segala sesuatu. Namun sepertinya Tuhan masih sayang kepada saya sehingga Dia memberi pelajaran untuk membuat saya tetap ingat dan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Entah mengapa, saat itu juga saya jadi ingat perkataan Romo RMP Sosrokartono

"Ing donya mung kebak kangelan, sing ora gelem kangelan aja ing donya" (Di dunia penuh dengan kesusahan, yang tidak mau susah jangan di dunia)

Dan tiba-tiba saya pun teringat perkataan kakek saya yang telah mewanti-wanti saya jauh-jauh hari sebelumnya.

"Hidup itu berat tapi harus dihadapi, karena itu persiapkan diri untuk menghadapinya. Belajarlah ilmu dunia untuk menghadapinya"

Kakek saya yang seorang ulama tasawuf menyuruh saya belajar ilmu dunia. Kenapa begitu? Waktu itu saya belum paham, apa maksud beliau menasihati seperti itu. Namun, pada ahkirnya saya harus sadar dan segera bergerak bahwa segala sesuatu itu harus di hadapai dan diperjuangkan...!!! Alhamdulillah. Alloh Yang Rahman dan Rahim masih mengasihi dan menyayangi saya dengan mengingatkan kembali arti perjuangan dan sabar. Ada sebuah perkataan arab populer yang saya ketahui :

1. Man Jadda Wa Jada (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
2. Man Shobaro Zafiro (Siapa yang bersabar akan beruntung)
3. Man Saro Ala Darbi Washola (Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)

Saya jadi kembali optimis saat menulis dan membaca tulisan ini lagi. Semoga juga begitu dalam pelaksanaannya ^_^  Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan. Ditambah dengan kesabaran. Bukan sabar yang pasrah tanpa berbuat apa-apa,  tapi sabar dalam beristiqomah untuk mencapai tujuan. Dan tak lupa segala sesuatu itu harus tertuju untuk-Nya dan harus berada di jalur-Nya.

Maha Suci Alloh, Terima kasih Alloh telah mengingatkan. Terima kasih romo, terima kasih kakek, terima kasih guru-guru.

Suma ila ruhi khususon mbah Taptozani... Al Fatihah
Suma ila ruhi khususon romo sosrokartono... Al Fatihah

 "Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. " (QS Ar Ra'd 11)