Monthly Archives: March 2013

4 Comments

Share This :

Cuci motor adalah sebuah hal yang biasa dan lumrah saat ini. Namun ada yang menarik saat saya mencuci motor. Yaitu ketika saya iseng muter-muter daerah kuningan dan melihat sebuah tempat cuci motor yang cukup ramai. Maka saya pun memutuskan untuk 'ikutan' mencuci motor disitu.

Saat saya melihat proses yang ada disini saya agak kaget dan kagum. Karena proses yang dilakukan untuk mencuci sebuah motor sangat berbeda dengan cuci motor kebanyakan yang pernah saya temui. Entahlah, ini karena saya yang katrok dan kurang gaul atau bagaimana. :Peace:  Tapi yang pernah saya temui, walaupun itu adalah sebuah tempat cuci motor yang besar, biasanya satu motor akan ditangani oleh satu atau dua orang. Dari awal proses pembasuhan sampai selesai yaitu pengeringan. Dan jika ada motor lain yang datang, maka akan dilayani oleh orang yang berbeda atau menunggu antrian sampai motor yang sedang dikerjakan selesai. Sehingga satu/dua pekerja akan bertanggung jawab terhadap satu motor dari awal sampai selesai.

Nah, ditempat ini sungguh berbeda. Karena satu motor akan di tangani oleh 6 orang pekerja. :matabelo: Dengan cara masing-masing proses ditangani oleh orang-orang yang berbeda. Jadi, pekerja tidak bertanggung  jawab pada satu motor, tapi pekerja bertanggung jawab terhadap sebuah proses.  :cendols Jika di buat detail, maka prosesnya adalah seperti ini :

1. Pemindahan motor ke tempat cuci.
Tempat tersebut menggunakan hydrolic lift, yang memudahkan membersihkan seluruh bagian motor termasuk bagian bawah yang sulit dijangkau oleh cuci motor tradisional. Satu orang bertanggung jawab untuk memindahkan motor dari tempat parkir menuju hydrolic lift. Dia juga bertanggung jawab untuk memindahkan motor setelah selesai dicuci dari hydrolic lift menuju tempat pengeringan.

2. Pembasuhan air.
Dengan menggunakan compressor/steam wash untuk menghasilkan daya semprot air yang tinggi. Motor yang telah ditempatkan di hydrolic lift akan disemprot dengan air dari compressor untuk menghilangkan kotoran. Satu orang pekerja bertanggung jawab untuk melakukan hal ini. Dia bertanggung jawab untuk membasahi motor.

cucimotor_semprot

3. Pencucian motor.
Setelah motor basah, maka selanjutnya adalah pencucian motor menggunakan sabun dan juga kain kanebo. Ini adalah pekerjaan inti dan yang paling lama dari pencucian motor. Untuk itu, pekerja yang bertanggung jawab adalah dua orang pekerja. Mereka membasuh seluruh permukaan motor, setelah itu mulailah menggosok bagian kaki-kaki dan bagian mesin, ban, pokoknya seluruh body motor di bersihkan tanpa ampun.

cucimotor

4. Pembilasan motor.
Motor yang telah dicuci selanjutnya dilakukan pembilasan. dengan cara menyemprotkan air seperti pada proses nomer dua (2).  Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang sama seperti yang telah saya sebutkan. Pekerja bertanggung jawab terhadap proses penyemprotan air di awal dan di akhir.

5. Pemindahan motor ke tempat pengeringan.
Motor yang telah selesai di bilas, akan dipindahkan ke tempat pengeringan. Pekerja yang bertanggung jawab adalah pekerja yang sama pada proses nomer satu (1)

6. Pengeringan.
Selanjutnya motor akan dikeringkan menggunakan lap dan disemprot dengan angin bertekanan tinggi (seperti pada pengisian angin ban) untuk mengeringkan rongga-rongga yang basah dan tidak terjangkau oleh kain lap. Kemudian setelah itu di poles supaya mengkilat dan wangi. Proses ini dilakukan oleh dua orang pekerja.

Begitulah detailnya, jadi satu motor bisa ditangani oleh 6 orang pekerja. Namun mereka bertanggung jawab terhadap satu proses. Menurut pandangan saya, cara pencucian model seperti itu sangat efektif, karena masing-masing pekerja sudah tahu tugas dan porsinya masing-masing. Mereka tidak akan berebut atau terjadi iri-irian ketika pelanggan sedang sepi maupun sangat ramai. Dan waktunya pun lebih cepat. Profesional bangeeett....

Yang menarik lagi, dengan manajemen seperti ini. Awalnya saya bingung, bagaimana cara memberi meraka tips???? :confused: Kalau satu/dua orang yang nyuci sih gampang ngasihnya. Lha ini ada 6 orang sekaligus. Bagaimana caranya?? :gila: Ah, ternyata pemiliknya sudah memikirkan hal itu, saya lihat di meja pembayaran ada kotak khusus yang bertuliskan "Uang tips, masukkan sini" Saya tersenyum melihat kotak itu, dan membatin dalam hati "pemiliknya pasti sangat jago". Hal tersebut sudah dipikirkannya. Namun masih ada yang kurang, yaitu tempat tunggu kurang nyaman, tapi yah lumayan menyenangkan hari ini. Motor bersih plus dapat ilmu baru. Saya menyebutnya "Manajemen Cuci Motor" Well done :cool:

*pic by :
- www.ciricara.com
- www.otomotifnet.com

Share This :
Kementrian Komunikasi dan Informatika bakal memberlakukan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI-27001) bagi unit kerja penyelenggara informasi dan transaksi elektonik (ITE) di tanah air. Sertifikasi ini diterapkan untuk mengurangi terjadinya tindak pidana cyber crime.Kepala Sub Direktorat Kasubdin Tata Kelola Keamanan Informasi, Kemenkominfo, Hasyim Gautama dikonfirmasi JPNN, Jumat (1/3) menjelaskan, pemberlakuan sertifikasi SNI-27001 salah satunya untuk menjamin tingkat keamanan pada unit kerja penyelenggara ITE."SNI 27001 tidak terkait dengan website, tapi terkait proses yang ada dalam unit kerjanya," kata Hasyim.Dia menyebutkan, meski sertifikasi ini baru efektif diterapkan setelah terbitkannya Peraturan Menteri (Permen) Kominfo yang sedang dalam proses penyusunan, kini sudah ada unit kerja yang tingkat keamanannya sudah tersertifikasi SNI-27001.

"Yang sudah tersertifikasi SNI 27001 saat ini yakni, layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kemkominfo, Biro Kepegawaian Kominfo dan LPSE Pemkot Surabaya," ujar Hasyim.

Ke depan, unit kerja pemerintah dan swasta yang menyelenggarakan sistem ITE ini akan diberikan deadline menerapkan sertifikasi SNI-27001. Yang paling urgent adalah bagi penyelenggara sistem ITE yang melakukan transaksi keuangan. Misalnya toko online hingga perbankan.

Nah, saat pendaftaran unit kerja penyelenggara ITE yang harus dituntaskan tahun ini, Kemkominfo akan mendata siapa pemilik, pengelola, dan seperti apa penggunaan sistem ITE yang dijalankannya. Hal itu juga untuk menyesuaikan dengan poin-poin yang harus terpenuhi dalam SNI-27001.

"Deadlinenya beda. Kalau menyangkut transaksional keuangan, penyesuaian dengan SNI-27001 selama 3 tahun. Misal ada orang buka bisnis online, dalam tiga tahun itu harus memenuhi sertifikasi SNI ini," kata Hasyim.

Di antara poin-poin yang mesti dipenuhi itu seperti sumber daya manusia (SDM) unit kerja, tata kelola, manajemen, hingga aspek keamanannya. Sementara itu untuk penyelenggara ITE yang tidak bersifat transaksional diberi waktu menyesuaikan lima tahun.

Sumber: fat - jpnn - 01/03/2013 [Toko Online dan Perbankan harus Ber-SNI-27001]