Monthly Archives: October 2013

Share This :

Saat sedang bengong nunggu busway jadi keinget tentang dua lautan. Akhirnya saya jadi teringat banyak hal tentang dua lautan ini. Iseng-iseng pernah ngetwit tentang ini, tapi sepertinya lebih asyik kalau di tulis di blogg, apalagi banyak yg typo :P. Di dalam Al-Quran di sebutkan bahwa :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Di ayat lain juga disebutkan :

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

batas-laut-tawar-dan-asin

Secara sains (science) dua lautan yang tidak tercampur ini dapat di temukan pada selat Gibraltar, yaitu pertemuan antara Laut Atlantik dan Laut Mediterania. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

mediteran

Kalau menurut Ibnul Qoyim Al Jauziah, dalam kitab Al Ruh, menyebutkan bahwa dua samudera adalah Alam Jasmani dan Alam Ruhani. Alam jasmani dan alam ruhani ibarat dua samudera yang dibatasi daratan sehingga keduanya tidak dapat bertemu, akan tetapi dengan kehendak Allah suatu saat dibiarkan bertemu, seperti alam mimpi dan alam jaga. Sesungguhnya alam mimpi itu bagian dari alam barzah.

Kalau berdasarkan hasil saya mengaji, Maulana Syeikh memberikan penjelasan bahwa Alloh menyebutkan 2 samudera. Secara makna yang nampak disebutkan bahwa dua samudera yang memiliki sifat berbeda yaitu atlantik dan mediterania. Ikan di atlantik tak bisa pergi ke mediterania begitu juga sebaliknya. Kecuali ikan tersebut masuk ke zona karantina selama 40 hari. Sedangkan makna lautan secara halus adalah Lautan ilmu zahir dan lautan ilmu hakikat. Hanya para auliya' dan orang-orang yang di izinkan yang bisa mendapatkannya. Betapa luasnya ilmu Alloh. Tak akan habis walaupun samudera sebagai tintanya.

Senada dengan yang disampaikan Maulana Syeikh, demikian juga yang disampaikan Syeikh Abdul Qadir Jaelani di dalam Kitab Sirrul Asrar. Bahwa diperlukan dua lautan ilmu. Yaitu Ilmu Syariat dan Ilmu Hakikat sehingga menghasilkan Makrifat kepada Alloh.

Kalau 'Abah' berkata kepada saya, bahwa ada dua ilmu di dunia ini. Yaitu ilmu kasar dan ilmu halus. Kemudian beliau berpesan agar saya belajar keduanya. "Belajarlah ilmu kasar dan ilmu halus". Ilmu kasar untuk kenal dunia dan agar bermanfaat bagi orang lain, sedangankan ilmu halus untuk kenal Alloh dan agar cinta kepada-Nya

Saat saya sedang mengunjungi seseorang di Rumah Sakit. Entah bagaimana awalnya, terjadi juga dialog tentang hal ini. Saya cuma bisa tersenyum aja kalau begini, itu berarti Alloh sedang mengajari saya. Seseorang itu bercerita bahwa, dalam hidup ini memang di perlukan ilmu / kepandaian. Kepandaian di dapat dengan belajar dengan giat dan keras. Namun ada orang yang tidak perlu seperti itu untuk menjadi pandai dan berilmu. Siapakah dia? Dialah ahli dzikir... Namun, gabungan keduanya itulah yang istimewa.

Makna manakah yang benar? Semuanya benar karena Al-Qur'an memiliki beberapa tingkatan makna [Lihat Apipudin, al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit (Ciputat: YPM,2013),h.9] Al-Qur’an merupakan firman Alloh yang ditulis dengan bahasa Arab, difahami selain memiliki makna harfiyah (alih bahasa/makna teks) juga memiliki beragam makna. Apipudin, dalam salah satu karyanya, yaitu Al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit, mengatakan bahwa makna Al-Qur’an terdiri makna al-Ibrah, makna isyarah, makna lathaif, dan makna haqaiq.

  • Makna Al-Ibrah => al-Ibrah yang dimaksud adalah pesan pendidikan di balik teks al-Qur’an
  • Makna Isyarah => makna isyarah atau isyarat, makna ini juga tidak pada teks, melainkan berada di balik teks
  • Makna Lathaif => secara bahasa lathaif diartikan halus, lembut. Dengan demikian dapat difahami makna lathaif dalam al-Qur’an adalah makna yang halus di balik teks
  • Makna Haqaiq => adalah makna haqiqat, atau makna esensial. Makna al-Qur’an pada tingkatan ini tidak dapat ditangkap oleh manusia biasa

Wallahua'lam Bisshowab

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Charles Augustin de Coulomb, menemukan hubungan antara gaya listrik dengan besar muatan-muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut. Hubungan ini disebut sebagai Hukum Coulomb, yang berbunyi :

“Besarnya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan.”

Ada 2 jenis yang berlaku pada Hukum Coulomb ini, yaitu :
a. Besarnya gaya tarik menarik atau tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing
b. Besarnya gaya Coulomb berbanding terbalik kuadrat jarak kedua muatan

Namun di sini hanya satu yang akan saya tulis yaitu yang pertama : Besarnya gaya tarik menarik sebanding dengan besar muatan masing-masing. Bukan bermaksud untuk menyamakan science dangan agama. Namun iseng-iseng aja otak saya kepikiran. Yang saya tulis ini bisa jadi benar bisa juga salah. Dipersilahkan jika mau mengkritik.

Dalam pandangan saya, makna dari sebuah hadist terkenal sejalan dengan itu. Bahwa, pikiran kita yang dominan akan menarik keadaan yang sejenis dengan pikiran tersebut ke dalam kehidupan kita. Sebagian teman membenarkannya berdasarkan kesesuaian dengan hadis Qudsi yang diriwayatkan Bukhari. "Aku bersama prasangka hamba-Ku."

Keyakinan kepada sesuatu akan berdampak besar terhadap hasil yang di dapatkan. Kita yakin Alloh akan memberikan pertolongan-Nya, maka insyaAlloh pertolongan itu akan datang. Entah apapun wujudnya. Saya sering mengalami hal-hal seperti itu. Saat menginginkan sesuatu, berbekal 'yakin' maka semesta yang merupakan 'tangan-tangan' Alloh bekerja dan akhirnya terpenuhilah keinginan itu.

Seperti yang pernah saya tulis pada Life Signs tentang teori Mestakung (Semesta Mendukung), yaitu sebuah konsep sederhana fisika yang berarti bahwa saat sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di kelilingnya akan bekerja secara serentak demi mencapai titik ideal atau keseimbangan. Apa yang kita keluarkan itulah yang kita dapat. Apa yang kita prasangka kan kepada Tuhan itulah yang akan kita dapatkan.

Kayakinan akan sesuatu merupakan hal yang akan mendasari pola pikir kita. Jika kita yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang diluar kemampuan kita, maka cobaan apapun itu akan dipandang dengan ringan. Karena dikembalikan semuanya kepadanya. Itulah tarik menarik. Jika kita selalu merasa bersama dengan Yang Maha Akbar, maka segala sesuatu itu pun jadi kecil karena tertarik oleh 'gaya' yang tak hingga.

Demikian pula dengan QS Ar Ra'd 11 : "Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak merubah keadaan pada diri mereka sendiri". Di batas kata yang sesuai dengan logika, bahwa hasil yang di peroleh ditentukan oleh usaha yang kita lakukan. Namun yang harus di ingat bahwa, apakah dalam usaha itu kita menyertakan Tuhan atau tidak. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Karena adanya hukum tarik menarik itu, semoga selalu berpikir positive agar hasilnya pun positive. Pikiran yang positive akan menarik hal-hal yang positive.

think-positive-300x219

Yang sesuai lagi dengan Hukum tarik menarik adalah : "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula “ (QS. Al Zalzalah ayat 7 - 8)

Sejalan pula dengan nasihat Lukman kepada anaknya : “(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Alloh akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Alloh Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah