Monthly Archives: April 2014

Share This :

Di akhir Januari 2014 dalam perjalanan menuju Serang Banten, di sepanjang jalan tol terdapat banyak pekerja. Ada pekerja yang bagian mencari sampah disepanjang jalan tol, ada yang bertugas untuk merapikan tanaman yang ada di pinggir maupun di tengah tol (taman). Tak beberapa lama kemudian di depannya terdapat pekerja yang melakukan perbaikan / pembangunan jalan tol. Ada kuli, ada mandor dan ada pula supervisornya yang bertugas mengatur anak buahnya. Ya kurang lebih ada lima pekerjaan yang saya temui di jalur tol.

Bayangkan di tengah teriknya matahari. Orang-orang tersebut bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga.

Oiya ada lagi, yaitu petugas pintu tol, yang memberikan kartu maupun yang menarik uang. Lihatlah, betapa luasnya rizki Alloh itu. Dari sebuah jalan tol saja mampu memberikan rizki kepada banyak orang.

tol-merakMelihat para pekerja di tol itu, saya sangat bersyukur. Pekerjaan saya tidak perlu berada di suatu tempat yang panas dan jauh dari warung maupun mall. Di jalan tol ini, yang ada hanya mobil dan truk. Belum lagi untuk pekerja yang bertugas memungut sampah di pinggir tol atau yang merapikan tanaman. Nyawa mereka terancam oleh mobil-mobil yang lalu lalang.

Bisa dilihat sendiri bagaimana kecepatan kendaraan yang lewat di tol. Saya tidak tahu bagaimana di luar negeri untuk merawat jalan tol. Apakah sama seperti di indonesia. Para pemungut sampah itu berjalan di sepanjang jalan tol untuk mencari sampah. Berapa kilo dia harus berjalan, dalam keaadaan panas lagi. Rasanya sangat kebangetan jika saya tidak bersyukur dengan apa yang telah Alloh berikan kepada saya.
*picture : kabarpublik.com

Share This :

Sekali-sekali quick posting di blog lewat Hengpon. Bingung juga apa yg Mau di tulis. Ada sih tapi kayaknya nanti aja di edit :Peace:

Ini adalah trip dadakan saya ke Manado. Tiket juga dibeli dadakan tadi jam 15:30 sedangkan penerbangannya adalah 18:20.

tiket_manado

Damn... Seperti biasa kayaknya si singa terbang ini langganan delay. Tepat saat menulis ini, terdengar pengumuman bahwa pesawat delay 30 menit :nohope:

Share This :

Pada hari Jumat di bulan Desember 2013, saya lupa kapan tepatnya. Saya diberi kesempatan untuk merasakan off road di Sukawarna. Sukawarna berada di daerah Lembang Bandung. Mengasikkan juga off road, walaupun cuma jadi penumpang  ;) :hammer:

Kebetulan dapat undangan dari Divisi Manajemen Risiko (DMR) untuk acara gathering. Saya berterima kasih sekali kepada DMR yang masih menganggap saya bagian dari RCT (Risk Champion Team) sebagai Administrator System Oracle GRC (Governance, Risk and Complience) dan sudi mengundang saya untuk ikutan acara ini :D :o

Kaos RCT

Katanya, Sukawarna menjadi tempat favorit para offroader untuk mengasah kemampuan mengendarai mobil di trek berlumpur. Trek off road kawasan Sukawarna ini merupakan kawasan hutan lindung yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan alam seperti hiking, outbond, adventure (jip, sepeda MTB dan motor trail).

Mobil yang digunakan untuk off road ini adalah Land Rover. Tour dimulai dari penjemputan oleh penyelenggara ke hotel menggunakan Land Rover, langsung meluncur ke area. Ternyata sampai di lembang tidak langsung melakukan off road, karena panitia memiliki acara lain yaitu Team Building. Macem-macem permainan yang dilakukan saat team building semuanya ber-haha hihi sampai sakit perut karena kebanyakan ketawa, sampai waktu memasuki saat sholat jumat. Para pria pun dipersilahkan untuk melaksanakan sholat jumat terlebih dahulu, dan setelah itu dilanjutkan dengan makan siang.

offroad5

Sekitar jam setengah dua siang, dimulailah acara off road. Yang memakan waktu dua jam-an. Menyusuri trek berlumpur sukawarna. Di sini bisa merasakan  sensasi berkendara menembus hutan melalui jalan terjal dan berlumpur menggunakan kendaraan Land Rover 4 wheel drive, diawali dengan Team Building berupa permainan / games seru dan menantang serta membangun kekompakan dan kebersamaan, acara gathering ini meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi saya :cool: :berbusa:

offroad3

Menapaki medan off road yang terjal dan berlumpur dengan mobil Land Rover jadul tahun 80-an merupakan pengalaman yang cukup membuat adrenalin mengalir Terasa ada sensasi tersendiri ketika menjelajahi kawasan off road di Lembang Bandung dengan menggunakan kendaraan tua yang masih tampak perkasa.

offroad4

offroad1

Referensi :

- Viloursport

- Tempo

3 Comments

Share This :

Ketika itu cuaca sedang cerah saat malam jumat, jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Acara ngeteh bareng sedang berlangsung. Di meja terhampar satu teko air teh, setoples gula, setoples kopi bubuk hitam dan satu termos air panas. Walaupun sudah disediakan kopi dan air panas, anehnya sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang bikin kopi. Padahal mayoritas orang-orang disana penyuka kopi. Termasuk saya. Terdapat pula potongan-potongan martabak telur serta beberapa tusuk sate lengkap dengan bumbu kacang dan irisan lontong.

Bajaj BBG

Saya dan seorang teman (SA) sedang ngobrol sambil menikmati teh hangat. Kemudian datanglah seorang teman lain yang seorang sopir bajaj sebut saja (SB) untuk berpamitan pulang, sepertinya sedang terburu-buru, katanya mau beli gas dulu untuk bajaj BBG nya. SB bilang sekarang sedang dalam masa-masa sulit dan berat, entah karena setorannya berkurang atau ada masalah apa. Dia tidak bercerita secara detail, semoga saja permasalahannya segera selesai.

Mendengar SB sedang dalam masalah tentu saja saya dan SA heran, karena di wajahnya tak tampak masalah yang berat. Kami pancinglah dia dengan sebuah pertanyaan, kemudian terjadilah perbincangan.

"Kamu itu katanya dalam kondisi sulit tapi kok wajahmu cerah dan kelihatan hepi2 saja."
Lalu meluncurlah pelajaran tak terduga dari SB, "Nih, kalian gue kasih ilmunya, ada dua yang telah gue dapatkan"

"Yang pertama lihatlah orang gila, dia tidak pernah kuatir tentang hidupnya, tidak kuatir sakit, tidak peduli makan, dan tidak peduli dimana dia tidur. Tapi tetap bisa hidup."

"Yang kedua lihatlah anak kecil, tidak peduli dikasih makan apa tetap dimakan, tidak peduli dikasih mainan apa saja tetap diterima. Dan anak kecil selalu gembira dengan itu semua."

"Itu sudah gue kasih ilmunya, silahkan terapin, Gue mau nyari gas dulu. Assalamualaikum" SB pun pamit dan pergi dengan suara khas bajaj nya.

Akhirnya saya dan SA pun hanya diam terbengong-bengong dan tersenyum saja berdua sambil lanjut ngeteh. Bener-bener dalem. Siapa lagi yang menjamin Rizkinya orang gila dan anak kecil? Tentu saja Alloh yang jamin. Demikian pula dengan hewan dan tumbuhan, Alloh menjamin semuanya tanpa membedakan. Tinggal, bagaimana kita manusia, YAKIN dan ber-SYUKUR kepada ALLOH.

*photo bajaj : antara