Monthly Archives: May 2014

2 Comments

Share This :

Ceritanya, saya ingin melihat status unggahan (upload) Thesis saya di Library Universitas Indonesia. Kebetulan sekarang di UI sudah menggunakan sistem SSO (Single Sign On) jadi mau masuk ke aplikasi apa aja tetap menggunakan satu login yang sama. Dua hari yang lalu saya baru saja mengunggah dokumen thesis. Dan hari ini saya mau ngecek apakah statusnya sudah diterima oleh pustakawan di depok atau belum. Login lah saya ke akun saya dan jeng... jeng...

Muncullah Warning Message :

Maaf, masa berlaku Account Anda telah habis. Silakan datang ke Helpdesk PPSI untuk meminta perpanjangan masa berlaku account Anda, atau gunakan mesin e-Akses yang telah disediakan.

sso_ui_expiredHadeehh...  :( :nohope: kecewa lah saya karena ini berarti saya harus ngurus account saya ke UI. Awalnya sih kecewa, tapi kemudian saya tertawa :ngakaks Bagaimana tidak tertawa, di kantor tempat saya bekerja, saya kebagian tugas menjadi Administrator / System Administrator / sysadmin / super user atau apapun namanya yang menguasai dan memiliki akses ke seluruh account dan data-data. Tanpa sadar menyeletuk dari mulut saya : Di kantor memang memiliki kekuasaan penuh :cool: tapi di luar hanyalah user biasa :hammer:

Lalu, apa hubungannya dengan roda kehidupan?

Ada pepatah yang bilang “hidup bagaikan roda yang berputar”. Banyak persepsi mengenai hal ini. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju. Dari situ saya menyadari bahwa roda kehidupan sedang berlaku. Banyak yang tidak setuju bahwa roda kehidupan itu berputar. Misalnya saja, ada orang yang miskin tetap miskin walaupun sudah jungkir balik dan sebaliknya yang kaya tetap kaya walaupun nyantai-nyantai aja.

Saya memaknainya dengan sedikit berbeda. Dari kejadian kegagalan login SSO ini, saya melihat roda kehidupan dapat terjadi pada lingkup kehidupan apa saja. Seperti saya yang seorang super user di dalam kandang, menjadi user biasa di luar kandang. Atau misalnya, seorang bos yang memiliki kekuatan powerfull di kantor tetapi ternyata tidak berdaya di rumahnya. Ada lagi saat kita potong rambut, setinggi apapun jabatan yang dimiliki pastilah tidak berdaya di hadapan tukang pangkas rambut. Disuruh miring ikut miring dipegang kepala diam saja.

Artinya, semua memiliki tugas dan porsinya masing-masing. Semua memiliki titiknya masing-masing. Di kantor, saya menempati titik puncak roda untuk urusan sistem, tapi di luar kantor roda berputar dan saya menempati titik bawah untuk urusan sistem.

Bagitulah hidup, saya jadi heran kenapa dari gagal login bisa jadi tulisan model begini ya? Sudahlah, mungkin saya sedang mabok :shutup:  :Peace:

Share This :

Semalam saya terkejut membaca email yang mengabarkan bahwa beliau telah wafat pada 8 Rajab 1435 (7 Mei 2014). Langsung saja saya kirim Fatihah dan Sholat Ghoib untuk beliau. Beliau adalah guru saya yang pertama... Diantara bermacam perjalanan yang telah saya lalui sebelum saya sampai di tempat yang sekarang. Dibawah beliau lah tempat saya menempuh perjalanan dengan nama Tarekat Naqsybandi Haqqani. Beliaulah mursyid yang membimbing ruhani saya agar sampai kehadirat Alloh. Hal ini berawal saat saya masih kuliah pada tahun 2007. Saya dipertemukan dengan khalifah beliau yang bernama Syekh Mustofa Mas'ud dan Maulana Syekh Hisyam Kabbani. Terasa ada magnet yang menarik hati saya. Dan sejak saat itu lah saya sering hadir di Zawiyah Bethek Malang, untuk melakukan Khatm Khawajagan bersama-sama jamaah yang lain. Dan juga mengaji Kitab Tanwirul Qulub karya Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi.

Entah harus senang atau sedih dengan meninggalnya beliau. Sedih karena fisik beliau sudah tidak lagi bersama para muridnya, senang karena beliau akan bertemu dengan Alloh. Itulah puncak dari cita-cita tertinggi. Bertemu Alloh...

Maulana Syekh Nazim dalam subha nya pernah berkata :
"Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir... Kita dapat melanjutkannya di dalam hati kita.  Ruh kita selalu bersama, bahkan jika secara fisik kita tidak bersama.  Hal itu mengatakan kepada kita bahwa kita adalah hamba Allah.  Kita semua adalah makhluk-Nya.  Bahkan jika busana kita berubah, posisi fitrah kita tidak akan pernah berubah."

Maulana Syakh NazimBagaimanapun beliau tidak lah pergi meninggalkan murid-muridnya. Sebagaimana pesan Mawlana Syekh Hisyam:
"Kita ingin selalu bersama Mawlana Syekh Nazim, tetapi pada hakikatnya kita tidak bersamanya, beliaulah yang bersama kita, karena kita mempunyai amal buruk dan dosa-dosa, dan para awliyaullah dapat menciumnya.  Dan beliau tidak meninggalkan kita, beliau bersama kita, dan beliau akan bersama kita di dunia dan akhirat, kita akan berada di tangannya di akhirat insya Allah... Saya tahu bahwa kita semua merasa sedih.  Inallaaha Ghayur, Allah senang untuk memiliki kalbu hamba-hamba-Nya, dan semoga Allah memiliki kalbu kita seperti halnya Dia memiliki kalbu Mawlana Syekh Nazim, bi hurmatil habiib fatihah."

Selamat menemui Kekasih, wahai Syekh..
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya..
Al-Fatihah.....