Tafakur

Share This :

Bertepatan dengan hari Kartini, maka akhir-akhir ini banyak berseliweran di timeline Facebook tentang kakak RA Kartini, yaitu RMP Sosrokartono. Ternyata banyak yang tahu dan jadi tahu tentang beliau.

Saya sudah lama mendapat buku yang berisi tentang sekelumit pemikiran beliau. Buku yang masih menggunakan ejaan lama karena terbit di tahun 1966. Judulnya "ILMU KANTONG BOLONG, ILMU KANTONG KOSONG. ILMU SUNJI DRS RMP SOSROKARTONO" oleh R Mohammad Ali. Sebenarnya tujuan penulis menyusun buku ini untuk mengenalkan kepribadian dan sosok RMP Sosrokartono, seorang indonesia yang luar biasa. Bukan menyusun tentang "ajaran" karena untuk menguraikan tentang ilmu RMP Sosrokartono tidak mungkin benar serta tidak mungkin tepat sebab ketidak mampuan untuk mengikuti ilmu-laku RMP Sosrokartono.

Hal ini berarti bahwa ilmu yang dimiliki oleh RMP Sosrokartono merupakan ilmu yang luar biasa yang memerlukan bimbingan seorang guru. Namun RMP Sosrokartono sendiri tidak pernah mengajarkan suatu ilmu kepada murid-murid. sesuai dengan yang kata-katanya :

Murid, gurune pribadi.
Guru, muride pribadi.
Pamulangane, sengsarane sesami.
Ganjarane, aju lan arume sesami.

Murid, gurunya diri pribadi.
Guru, muridnya diri pribadi.
Tempat belajarnya/pelajarannya penderitaan sesama.
Balasannya, kebaikan dan keharuman sesama.

Mengandung pengertian bahwa sesungguhnya dalam diri seseorang terdapat guru dan diri seseorang itu sendiri menjadi murid. Murid dari guru sejati. sebab pada intinya segala bentuk ilmu dan pengetahuan itu hanya datang dari Tuhan. Karena guru selain Tuhan itu hanya sebagai perantara belaka. Untuk itu carilah guru sejati itu di dalam dirimu sendiri. Siapa kenal dirinya akan kenal Tuhannya.

rmp_sosrokartono

RMP Sosrokartono tidak memberikan pelajaran kepada siapapun juga. Ilmu Kantong Kosong menjadi wujud dalam diri pribadinya. Barang siapa yang hendak menyakinkan ilmu kantong kosong tiada lain jalannya kecuali mencontoh peri-kehidupan RMP Sosrokartono. Beliau tidak mempunyai murid, tetapi setiap yang ingin menyakinkan ilmu kantong kosong dipersilahkan berada dilingkungannya. Tempat itu disebut dengan nama DAR-OES-SALAM (Darussalam). Dar as salam, yaitu tempat tenteram-damai. Tenteram dan damai sebab kosong dan bersih dari pemujaan diri pribadi manusia. Darussalam atau tempat untuk bernaung dan berlindung dalam suasana cinta kasih dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di tempat itulah cinta kasih dan bakti kepada Sang Khalik Pencipta Alam serta Isinya diwujudkan menjadi cinta kasih kepada sesama manusia.

Di buku lain yang ditulis oleh DR R Soeharto, beliau merupakan dokter pribadi bung karno dengan judul "SAKSI SEJARAH" terbitan tahun 1982. Menulis pada bab tersendiri yaitu "Ramalan dan Nasihat Drs. Sosrokartono". Disebutkan bahwa dokter soeharto di utus bung karno untuk ke bandung dan mohon petunjuk dan nasihat bagi cita-cita indonesia merdeka. Yang di katakan oleh RMP Sosrokartono adalah "Bahwa kita masih memerlukan perjuangan yang lama sebelum Indonesia merdeka terwujud. sedangkan perjuangan itu sering diwarnai dengan kekacauan, pertengkaran dan jatuhnya banyak korban. Namun akhirnya Indonesia merdeka terwujud juga. Ya, ya, saya akan membantu, tetapi Karno mesti iling terus.

Kata jawa eling, secara harfiah berarti ingat, tapi dalam pengertian ketuhanan, kata itu bermakna sadar akan kodratnya sebagai hamba Allah, karena itu wajib mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Itulah sekelumit tentang RMP Sosrokartono yang mewarnai perjalanan saya

Share This :

Suatu ketika di hari jumat, di saat akhir khobah ke 2 jumat. Sebagaimana selalu di bacakan oleh para khotib sebuah kalimat yang sebelumnya terasa biasa saja bagi saya. Penggalan ayat dari sebuah surat al-ankabut 45, yaitu "WA LAA DZIKRULLOOHI AKBAR". Sejenak menjelang berdiri untuk melakukan sholat jumat, seseorang di samping saya berbisik kepada saya "Wa Laa Dzikrulloohi Akbar, coba kamu cari arti, makna dan mungkin jika dapat rahasianya". Agak kaget juga saya, tapi kemudian tersenyum. Ya mau apa lagi selain tersenyum. Setelah sholat jumat, saya jadi kepikirin apa maksudnya. Selama ini bagi saya kalimat itu sebuah kalimat yang biasa. Namun tiba-tiba kalimat itu menjadi sesusatu yang luar biasa. Entah kenapa.

Perjalanan mencari makna kalimat tersebut lumayan lama juga, dan akhirnya terbuka juga walaupun belum 100%. Mungkin Allah belum memberi ijin untuk mengetahuinya secara menyeluruh. Perjalanan mempertemukan saya dengan Mas Abang (Alm. Andi Bombang). Sepertinya ini berhubungan dengan Ingat dan di ingat. Begini yang dia sampaikan.

Diingat sama kekasih/pacar saja rasanya menyenangkan. Apalagi di ingat oleh Allah. Pasti sangat luar biasa.

Namun, bagaimana caranya agar di ingat oleh Allah?

Dibatas kata, manakala kita mengingat Allah, maka itulah tanda kongkrit yang dapat dirasakan bahwa Dia pun mengingat kita. Fadzkuruunii adz-kurkum; ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Demikian sabda-Nya, pada Al-Baqarah 152.

Sekilas, urusan ingat ini boleh jadi terkesan perkara sepele. Wong cuma ingat saja kok, apa susahnya?
Masak ibadah sebegini ragamnya cukup dengan ingat?
Mungkin begitu pertanyaan yang akan muncul. Namun masih ada pertanyaan yang lebih penting.

Pertanyaannya adalah dari sekian banyak jumlah manusia (dan jin), sekian gelintir diantaranya mengingat Allah dan sekian banyak yang melalaikan-Nya, kita termasuk yang mana? Nah, kepada mereka yang pada adanya tidak banyak itu, sadarkah bahwa apa yang berlaku ini merupakan anugerah yang nyata dari-Nya? Sebab, yang belum dikaruniai ini, ya belum juga hendak mengingat-Nya; walau dibagaimanakan.

Dan, walaa dzikrullaahi akbar; sesungguhnya mengingat Allah itu adalah lebih utama. Demikian sabda-Nya dalam Al-Ankabuut 45.
Mengapa lebih utama?
Karena inilah syaratnya, harus ada ini agar apa yang disebut sebagai ibadah itu dapat benar-benar bermakna ibadah.
Kalau tidak bersama dengan ini, namanya boleh ibadah, namun entah maknanya.

Mungkin itu sedikit dari rahasia "WA LAA DZKIRULLOOHI AKBAR", masih ada lagi yang lain yang rasanya belum mampu untuk saya ungkapkan. Wallahua'lam bisshowab..

Yaa Allah… Ajari aku ilmuMu…
Ajari aku untuk selalu mengingatMu..
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Adakah persamaan antara Hati dengan Radio atau Telepon Seluler?

Saat saya masih kecil ditahun 90an, saya takjub dengan adanya telepon. Hanya dengan menggunakan kabel saja, suara yang jaraknya ratusan kilometer bisa di transfer dengan cepat. Agak besar sedikit, saya takjub dengan adanya handphone atau telepon seluler, tanpa adanya penghubung yang namanya kabel, kita bisa ber-sms-an dan mendengarkan suara yang jaraknya ratusan kilometer. Bagaimana bisa benda segiempat kecil seperti itu bisa mengeluarkan suara orang yang keberadaannya entah dimana. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Saya juga takjub dengan radio, nenek saya hoby mendengarkan radio. Nenek paling sering mendengarkan ceramah KH. Zainudin MZ tiap jam 5:00 abis shubuh. Kaset yang di-play oleh operator yang jaraknya puluhan kilometer itu bisa di dengarkan suaranya dari rumah. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Itulah kehebatan teknologi, yang awalnya di salurkan lewat kabel saat ini disalurkan lewat udara. Manusia-manusia modern saat ini sudah memiliki pengetahuan bahwa sebuah handphone memiliki frekuensi sekian dan kemampuan menangkap sinyal lalu mengubah paket suara menjadi paket data lalu dikonversi lagi menjadi paket suara-akhirnya sampai ke penerima.

Demikian juga dengan radio, saat kita melakukan scanning atau memutar tuning. Kita mencari-cari frekuensi yang dipancarkan oleh pemancar radio. Begitu berhenti di frekuensi yang pas, kita bisa langsung mendengarkan siaran radio saat itu juga.

Intinya adalah apa yang dikirim akan diterima, apa yang dipancarkan akan ditangkap karena memiliki frekuensi yang sama.

Frekuensi_Hati

Saat ini kita tahu tentang adanya resonansi, yaitu bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Lebih simpelnya bisa juga dengan istilah tertular getaran frekuensi. Resonansi hanya bisa terjadi jika kedua benda memiliki frekuensi yang sama.

Hati adalah tempat terjadinya resonansi.

Pada suatu hari, entah kenapa saya sangat ingin sekali pulang kerumah. Namun saat itu kondisi keuangan sedang mepet. Tidak cukup untuk membeli tiket pulang pergi Jakarta - Surabaya. Keinginan saya untuk pulang sangat kuat, sehingga membuat saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan rejeki. Lagi pula niat saya pulang baik, ingin bertemu Ibu. Singkat cerita, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Surabaya. Saya pun bisa pulang tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. Sesampainya di rumah, ibu saya bilang kalau beliau memang sudah rindu dan ingin saya pulang tapi tidak diucapkan melalui kata-kata langsung kepada saya. Tidak melalui sms, tidak melalui telepon, tidak juga melalui orang lain.

Kebetulan? Ajaib? Klenik?

Sebenarnya tidak ada istilah klenik jika sudah tahu ilmunya. Hal ini bisa di jelaskan dengan logika simpel. Sekarang mari kita hubungkan dengan Teori Quantum Max Planck.
Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

E = h . ѵ  dimana  ѵ = c / λ  sehingga  E = h . c / λ

E = Energi
h = Konstanta Planck (konstanta)
ѵ = Frekuensi Radiasi
c = Kecepatan Cahaya (konstanta)
λ = Panjang Gelombang

Dari rumus teori quantum tersebut, bisa didapatkan penafsiran atau kesimpulan sebagai berikut :

* Energi berbanding lurus dengan frekuensi, yang berarti semakin tinggi frekuensi maka energi juga semakin besar.
* Energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang (jarak), yang berarti makin jauh jarak maka energinya akan semakin kecil.
* Panjang gelombang (jarak) berbanding terbalik dengan frekuensi, yang berarti jika frekuensi tinggi maka jarak akan pendek.

Menurut logika yang dapat saya tangkap adalah, bahwa frekuensi yang dipancarkan ibu bisa saya terima. Sehingga terjadilah resonansi antara hati ibu dan hati saya. Singkatnya begini, Ibu ingin saya pulang, namun Ibu menyampaikannya melalui sebuah doa. Hatinya bergetar memohon melalui sebuah doa. Yang mana doa itu menggetarkan hati saya agar pulang. Dan getaran hati saya kemudian menggetarkan lingkungan sekitar saya, yang kemudian karena kuatnya getaran-getaran itu menyebabkan Energi yang dihasilkan besar sehingga membuat semesta tunduk dan memberikan saya jalan untuk pulang.

Katakanlah getaran hati itu adalah frekuensi, frekuensi yang tinggi akan membuat jarak menjadi pendek. Tingginya getaran hati (frekuensi hati) ibu saya membuat panjang gelombang / jarak menjadi pendek. Yang mana hal ini berarti ibu dan saya memiliki "kedekatan bathin". Maka ketika ibu berkeinginan agar saya pulang, maka sebenarnya saya "mendengarnya" dengan jelas. Disini, hati ibu dan saya mengalami resonansi. Dua hati bergetar pada frekuensi yang sama.

Namun, ketika kedekatan hati tak ada sedikitpun (lambda tinggi / panjang gelombang melebar), maka boro-boro pake getaran hati–ditelpon berulangkali disuruh pulang pun nggak mau. Bisa ditafsirkan "energi" untuk membuat sang anak pulang sangatlah lemah, karena jarak hati sangat jauh.

Fenomena ‘dekat-jauh’ ini terjadi juga diantara kita. Anak-orangtua, atasan-bawahan, Suami istri, ataupun pertemanan. Pasti diantara kita pernah memikirkan seseorang yang kemudian tak beberapa lama, tiba-tiba orang tersebut telepon/sms/chat atau mungkin muncul dihadapan kita. Bisa jadi itu menunjukkan  seberapa kuat frekuensi hati kita untuk bisa didengarkan oleh hati lain. Jika hati lain mendengarkan-tergetar-terpanggil atau menyambut, berarti frekuensi hati kita tinggi dan jarak hati kita sangat dekat dan mengalami resonansi, lalu alampun membantu.
Jadi sebenarnya baik itu telepati, doa, harapan, mantera, dsb itu memiliki kekuatan yang masuk akal. Kendati bukan bersumber dari kebendaan.

 

Referensi :

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-4-persamaan-gelombang.html

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-6-pengertian-gelombang.html

http://izulthea.blog.com/2012/03/08/jika-hati-beresonansi-mengikuti-hukum-fisika/

http://itsadityalife.blogspot.com/2013/03/tugas-fisika-telepon-kaleng.html

http://www.hptekno.com/2013/06/24/sejarah-dan-cara-kerja-telepon-kaleng/

Share This :

Suatu ketika dimalam yang dingin di Makobu (Malang Kota Bunga). Sambil ngopi-ngopi, seorang teman curhat kepada saya. Bukan curhat sih cuma ngobrol santai aja. Lalu dia berkata kepada saya

jujur"Aku sudah berupaya untuk berbicara jujur, sejujur-jujurnya."

"Ya memang sebaiknya omong yang jujur, masa mau jadi pembohong." saya pun menimpali dengan jawaban seperti itu.

"Tetapi, walaupun aku berkata jujur. Masih ada saja orang yang mencurigaiku. Dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan"

Lalu dengan sok bijaknya saya bilang kepada teman saya itu

"Hmmm... tidak masalah dengan orang lain mau curiga atau tidak sama kamu. Kamu tahu apa yang penting?"

"Apa itu?"

"Kamu jujur kepada dirimu sendiri. Dan yang pasti Tuhan menyaksikan itu. Apakah itu belum cukup?"

"Hahaha... Menyebalkan, omonganmu selalu seperti itu."

"Loh, ada yang salah?"

"Enggak-enggak, omonganmu 100% benar. Mungkin aku masih belum bisa loss aja untuk berpikiran dan menerima seperti itu."

"Hahaha... Ini omongan sok iye, di dengerin monggo. Nggak di dengerin yo bebas. Aku juga belum bisa loss seperti itu sih. Tapi ya marilah sama-sama berusaha."

"Iya iya sama-sama berusaha semoga diberi kemudahan sama Tuhan."

Namun ternyata temen saya itu sepertinya belum lega dengan kegundahan hatinya. Kemudian dia melanjutkan lagi omongannya

"Tapi rasanya koq ya capek di curigain terus"

"Ya itu berarti melatih kesabaran. Porsi sabarnya harus ditambah. Hahaha..." dengan ke sok bijakan saya yang kesekian kali saya jawab aja seperti itu.

"Beraaat....."

"Hahahahahaha......"

Tertawa lah kami berdua, dan melanjutkan ngopi-ngopi sambil ngobrol. Yah kalau dipikir-pikir, tinggal berkata jujur aja kok repot ngurusi pemikiran dan kecurigaan orang lain. Yang penting jujur. Titik. Selesai. Begitu aja koq repot.

Share This :

Ya Allah
Dan sesungguhnyalah maka
aku kini bersenandung dan
aku berdoa seraya bermohon

Ya Allah
Disetiap desahan Nafas
Disetiap debaran Dada
Disetiap deburan Jiwa
Disetiap denyut Nadi
Disetiap detak Jantung
Disetiap Aliran darah
Disetiap pori pori sekujur Raga
Disetiap Kedipan Mata
Orientasinya.. hanya ENGKAU
Semata mata ..cuma ENGKAU
Tiadalah yang selain ENGKAU
Yaa Man Laa Huwa illa HUWA

Antal Hadi Antal "HU"
Laisal Hadi illa.. "HU"

aku menghadap-kan hatiku
aku menghadap-kan wajahku
dan segenap Risalahku ini
Hanya kepadaMu semata mata
Hidup dan Mati Hamba
Seluruh Hati, Jiwaraga, Sukma
Nyuwun Kapenggalih, Gusti
Nyuwun Pitedah
Nyuwun Agenge Sih Palimirno
Saestu estu, kawulo tuhu injih
Nyuwun Rena lan Tresna

Duh... Gusti!
Kawulo Madhep, Mulungi Ati
Nan Dalem ingkang Tansah
Nyanggi Dhampar Kawulo
Nyuwun Tuntun Lampah Kawulo

Ya Allah
dengan membawa selaksa Harap
serta damba didada yang kian
sarat Kerinduan demi Kerinduan
Ya Allah
dan Cinta dan Cinta dan Cinta
dan Cinta atas nama Kekasih-Mu
Ya Allah

cinta

2 Comments

Share This :

Ceritanya, saya ingin melihat status unggahan (upload) Thesis saya di Library Universitas Indonesia. Kebetulan sekarang di UI sudah menggunakan sistem SSO (Single Sign On) jadi mau masuk ke aplikasi apa aja tetap menggunakan satu login yang sama. Dua hari yang lalu saya baru saja mengunggah dokumen thesis. Dan hari ini saya mau ngecek apakah statusnya sudah diterima oleh pustakawan di depok atau belum. Login lah saya ke akun saya dan jeng... jeng...

Muncullah Warning Message :

Maaf, masa berlaku Account Anda telah habis. Silakan datang ke Helpdesk PPSI untuk meminta perpanjangan masa berlaku account Anda, atau gunakan mesin e-Akses yang telah disediakan.

sso_ui_expiredHadeehh...  :( :nohope: kecewa lah saya karena ini berarti saya harus ngurus account saya ke UI. Awalnya sih kecewa, tapi kemudian saya tertawa :ngakaks Bagaimana tidak tertawa, di kantor tempat saya bekerja, saya kebagian tugas menjadi Administrator / System Administrator / sysadmin / super user atau apapun namanya yang menguasai dan memiliki akses ke seluruh account dan data-data. Tanpa sadar menyeletuk dari mulut saya : Di kantor memang memiliki kekuasaan penuh :cool: tapi di luar hanyalah user biasa :hammer:

Lalu, apa hubungannya dengan roda kehidupan?

Ada pepatah yang bilang “hidup bagaikan roda yang berputar”. Banyak persepsi mengenai hal ini. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju. Dari situ saya menyadari bahwa roda kehidupan sedang berlaku. Banyak yang tidak setuju bahwa roda kehidupan itu berputar. Misalnya saja, ada orang yang miskin tetap miskin walaupun sudah jungkir balik dan sebaliknya yang kaya tetap kaya walaupun nyantai-nyantai aja.

Saya memaknainya dengan sedikit berbeda. Dari kejadian kegagalan login SSO ini, saya melihat roda kehidupan dapat terjadi pada lingkup kehidupan apa saja. Seperti saya yang seorang super user di dalam kandang, menjadi user biasa di luar kandang. Atau misalnya, seorang bos yang memiliki kekuatan powerfull di kantor tetapi ternyata tidak berdaya di rumahnya. Ada lagi saat kita potong rambut, setinggi apapun jabatan yang dimiliki pastilah tidak berdaya di hadapan tukang pangkas rambut. Disuruh miring ikut miring dipegang kepala diam saja.

Artinya, semua memiliki tugas dan porsinya masing-masing. Semua memiliki titiknya masing-masing. Di kantor, saya menempati titik puncak roda untuk urusan sistem, tapi di luar kantor roda berputar dan saya menempati titik bawah untuk urusan sistem.

Bagitulah hidup, saya jadi heran kenapa dari gagal login bisa jadi tulisan model begini ya? Sudahlah, mungkin saya sedang mabok :shutup:  :Peace:

Share This :

Semalam saya terkejut membaca email yang mengabarkan bahwa beliau telah wafat pada 8 Rajab 1435 (7 Mei 2014). Langsung saja saya kirim Fatihah dan Sholat Ghoib untuk beliau. Beliau adalah guru saya yang pertama... Diantara bermacam perjalanan yang telah saya lalui sebelum saya sampai di tempat yang sekarang. Dibawah beliau lah tempat saya menempuh perjalanan dengan nama Tarekat Naqsybandi Haqqani. Beliaulah mursyid yang membimbing ruhani saya agar sampai kehadirat Alloh. Hal ini berawal saat saya masih kuliah pada tahun 2007. Saya dipertemukan dengan khalifah beliau yang bernama Syekh Mustofa Mas'ud dan Maulana Syekh Hisyam Kabbani. Terasa ada magnet yang menarik hati saya. Dan sejak saat itu lah saya sering hadir di Zawiyah Bethek Malang, untuk melakukan Khatm Khawajagan bersama-sama jamaah yang lain. Dan juga mengaji Kitab Tanwirul Qulub karya Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi.

Entah harus senang atau sedih dengan meninggalnya beliau. Sedih karena fisik beliau sudah tidak lagi bersama para muridnya, senang karena beliau akan bertemu dengan Alloh. Itulah puncak dari cita-cita tertinggi. Bertemu Alloh...

Maulana Syekh Nazim dalam subha nya pernah berkata :
"Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir... Kita dapat melanjutkannya di dalam hati kita.  Ruh kita selalu bersama, bahkan jika secara fisik kita tidak bersama.  Hal itu mengatakan kepada kita bahwa kita adalah hamba Allah.  Kita semua adalah makhluk-Nya.  Bahkan jika busana kita berubah, posisi fitrah kita tidak akan pernah berubah."

Maulana Syakh NazimBagaimanapun beliau tidak lah pergi meninggalkan murid-muridnya. Sebagaimana pesan Mawlana Syekh Hisyam:
"Kita ingin selalu bersama Mawlana Syekh Nazim, tetapi pada hakikatnya kita tidak bersamanya, beliaulah yang bersama kita, karena kita mempunyai amal buruk dan dosa-dosa, dan para awliyaullah dapat menciumnya.  Dan beliau tidak meninggalkan kita, beliau bersama kita, dan beliau akan bersama kita di dunia dan akhirat, kita akan berada di tangannya di akhirat insya Allah... Saya tahu bahwa kita semua merasa sedih.  Inallaaha Ghayur, Allah senang untuk memiliki kalbu hamba-hamba-Nya, dan semoga Allah memiliki kalbu kita seperti halnya Dia memiliki kalbu Mawlana Syekh Nazim, bi hurmatil habiib fatihah."

Selamat menemui Kekasih, wahai Syekh..
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya..
Al-Fatihah.....

Share This :

Di akhir Januari 2014 dalam perjalanan menuju Serang Banten, di sepanjang jalan tol terdapat banyak pekerja. Ada pekerja yang bagian mencari sampah disepanjang jalan tol, ada yang bertugas untuk merapikan tanaman yang ada di pinggir maupun di tengah tol (taman). Tak beberapa lama kemudian di depannya terdapat pekerja yang melakukan perbaikan / pembangunan jalan tol. Ada kuli, ada mandor dan ada pula supervisornya yang bertugas mengatur anak buahnya. Ya kurang lebih ada lima pekerjaan yang saya temui di jalur tol.

Bayangkan di tengah teriknya matahari. Orang-orang tersebut bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga.

Oiya ada lagi, yaitu petugas pintu tol, yang memberikan kartu maupun yang menarik uang. Lihatlah, betapa luasnya rizki Alloh itu. Dari sebuah jalan tol saja mampu memberikan rizki kepada banyak orang.

tol-merakMelihat para pekerja di tol itu, saya sangat bersyukur. Pekerjaan saya tidak perlu berada di suatu tempat yang panas dan jauh dari warung maupun mall. Di jalan tol ini, yang ada hanya mobil dan truk. Belum lagi untuk pekerja yang bertugas memungut sampah di pinggir tol atau yang merapikan tanaman. Nyawa mereka terancam oleh mobil-mobil yang lalu lalang.

Bisa dilihat sendiri bagaimana kecepatan kendaraan yang lewat di tol. Saya tidak tahu bagaimana di luar negeri untuk merawat jalan tol. Apakah sama seperti di indonesia. Para pemungut sampah itu berjalan di sepanjang jalan tol untuk mencari sampah. Berapa kilo dia harus berjalan, dalam keaadaan panas lagi. Rasanya sangat kebangetan jika saya tidak bersyukur dengan apa yang telah Alloh berikan kepada saya.
*picture : kabarpublik.com

3 Comments

Share This :

Ketika itu cuaca sedang cerah saat malam jumat, jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Acara ngeteh bareng sedang berlangsung. Di meja terhampar satu teko air teh, setoples gula, setoples kopi bubuk hitam dan satu termos air panas. Walaupun sudah disediakan kopi dan air panas, anehnya sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang bikin kopi. Padahal mayoritas orang-orang disana penyuka kopi. Termasuk saya. Terdapat pula potongan-potongan martabak telur serta beberapa tusuk sate lengkap dengan bumbu kacang dan irisan lontong.

Bajaj BBG

Saya dan seorang teman (SA) sedang ngobrol sambil menikmati teh hangat. Kemudian datanglah seorang teman lain yang seorang sopir bajaj sebut saja (SB) untuk berpamitan pulang, sepertinya sedang terburu-buru, katanya mau beli gas dulu untuk bajaj BBG nya. SB bilang sekarang sedang dalam masa-masa sulit dan berat, entah karena setorannya berkurang atau ada masalah apa. Dia tidak bercerita secara detail, semoga saja permasalahannya segera selesai.

Mendengar SB sedang dalam masalah tentu saja saya dan SA heran, karena di wajahnya tak tampak masalah yang berat. Kami pancinglah dia dengan sebuah pertanyaan, kemudian terjadilah perbincangan.

"Kamu itu katanya dalam kondisi sulit tapi kok wajahmu cerah dan kelihatan hepi2 saja."
Lalu meluncurlah pelajaran tak terduga dari SB, "Nih, kalian gue kasih ilmunya, ada dua yang telah gue dapatkan"

"Yang pertama lihatlah orang gila, dia tidak pernah kuatir tentang hidupnya, tidak kuatir sakit, tidak peduli makan, dan tidak peduli dimana dia tidur. Tapi tetap bisa hidup."

"Yang kedua lihatlah anak kecil, tidak peduli dikasih makan apa tetap dimakan, tidak peduli dikasih mainan apa saja tetap diterima. Dan anak kecil selalu gembira dengan itu semua."

"Itu sudah gue kasih ilmunya, silahkan terapin, Gue mau nyari gas dulu. Assalamualaikum" SB pun pamit dan pergi dengan suara khas bajaj nya.

Akhirnya saya dan SA pun hanya diam terbengong-bengong dan tersenyum saja berdua sambil lanjut ngeteh. Bener-bener dalem. Siapa lagi yang menjamin Rizkinya orang gila dan anak kecil? Tentu saja Alloh yang jamin. Demikian pula dengan hewan dan tumbuhan, Alloh menjamin semuanya tanpa membedakan. Tinggal, bagaimana kita manusia, YAKIN dan ber-SYUKUR kepada ALLOH.

*photo bajaj : antara

Share This :

Disclaimer : Tulisan ini hanyalah tulisan iseng, bisa benar bisa juga salah. Tulisan ini memandang dari sudut pandang syari'at dan science, bukan dari sudut pandang hakikat dan makrifat. Wallahu a'lam bisshowab.

Yang menjadi dasar penulisan ini adalah persamaan antara gaya lorentz, tawaf dan tari sufi/sema, yaitu arah perputarannya yang berlawanan dengan arah jarum jam atau disebut Anticlockwise / Counterclockwise. Jika perputaran itu dianggap sebuah energi yang bergerak counterclockwise, maka akan menghasilkan energi yang arahnya ke atas.

Putarputar

TAWAF

Tawaf adalah sebuah ibadah yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Ka'bah disebelah kiri.

gerak_tawaf

Setiap melewati Hajar Aswad, di sunnahkan untuk menciumnya sambil bertakbir "BISMILLAHI ALLOHU AKBAR" jika tidak bisa (terlalu penuh orang yang tawaf) maka cukup mengacungkan tangan dan bertakbir "BISMILLAHI ALLOHU AKBAR"

TARI SUFI / SEMA / WHIRLING

Whirling atau Tari Sema atau tari sufi merupakan tarian yang dipopulerkan oleh Maulana Jalaludin Rumi. Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar. Saya pernah meyaksikan tarian ini, saat sedang melantunkan sholawat bersama-sama, seorang Darwis meminta izin kepada Maulana Syeikh untuk 'berputar' dan Maulana Syeikh pun memberi izin. Kemudian ia pun menari dengan iringan sholawat, saya heran kenapa dia tidak pusing padahal itu cukup lama.

522891247477445

Saya ingat waktu itu Maulana Syeikh pernah menjelaskan tentang asal mula tarian ini. Walaupun dipopulerkan oleh Maulana Syeikh Jalaludin Rumi, namun yang pertama kali melakukannya adalah Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq. Ceritanya adalah Pada suatu hari saat Sayyidina Rasulullah SAW khobah Jum'at, datanglah seorang Baduy Arab seraya bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, kapankah kiamat itu datang?”. Sayyidina Rasulullah SAW tidak menjawab, Beliau hanya diam. Baduy Arab itu terus bertanya sampai 3 kali hingga Sayyidina Jibril a.s datang menghadap Sayyidina Rasulullah SAW dan berkata, “Tanyakanlah padanya apakah bekal yang dia bawa untuk menyambut hari kiamat itu?”. Lalu Sayyidina Rasulullah SAW menyampaikannya dan orang Baduy Arab itu menjawab, “Bukankah aku memiliki Cinta kepadaMu Ya Rasulullah SAW.” Dan Sayyidina Rasulullah berkata, “Cukuplah itu membuatmu berdekatan dengan orang yang kau cintai seperti dua jari yang berdekatan.” Dan seketika itu juga orang Baduy Arab itu pergi tanpa mengikuti sholat jum'at. Saat mendengar percakapan itu, Abu Bakar Shiddiq RA yang selama ini risau akan pertanyaan yang sama, bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Sayyidina Rasulullah SAW, apakah cukup hanya dengan Cinta?”. Kemudian Sayyidina Rasulullah SAW menjawab, “Syarat yang utama adalah Cinta!”. Mendengar jawaban itu, hati Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra sangat gembira, begitu bahagia hingga ia mulai berputar dengan jubahnya. Gerakan memutar inilah yang kemudian dikembangkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi menjadi Whirling Dervishes.

Seperti gelombang di atas putaran kepalaku,
maka dalam tarian suci Kau dan aku pun berputar
Menarilah, Oh Pujaan Hati,
jadilah lingkaran putaran
Terbakarlah dalam nyala api-bukan dalam nyala lilin-Nya

Rumi

GAYA LORENTZ

Gaya Lorentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet. Arah gaya lorentz ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Ibu jari adalah F (arah gaya lorentz), dan telunjuk adalah V (arah kecepatan muatan), sedangkan jari tengah adalah B (arah medan magnet). Maka jika B bergerak berlawanan dengan arah jarum jam (counterclockwise) maka akan menghasilkan Energi (F) keatas.

gaya-MEDANMAGNET

HUBUNGAN GAYA LORENTZ, TAWAF DAN TARI SUFI (SEMA/WHIRLING)

Seperti telah disebutkan diatas bahwa perputaran yang terjadi saat melakukan tawaf maupun tari sufi akan menghasilkan energi.

Back Camera

Sesuai dengan arah gaya Lorentz dengan menggunakan kaidah tangan kanan, bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas.

energi_tawaf

Mungkin inilah alasan, mengapa Islam memiliki satu titik arah yang bernama kiblat dalam melaksanakan ibadah sholat. Bisa jadi agar energinya terkumpul ke arah yang sama, yaitu ka'bah. Energi sholat dari berbagai belahan dunia terkumpul, terakumulasi, berlapis dan bertumpuk. Kemudian energi itu akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam. Dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit.

whirling-dervish

Bisa jadi demikian pula yang terjadi pada tari sema. Sema adalah tarian yang harus di lakukan dengan cinta, sesuai dengan asal muasalnya. Menyampaikan energi cinta ke atas langit.

Sebenarnya Tari Sufi/Shema bukanlah Tari, sebab ini adalah miniatur dari gerakan seluruh benda dialam ini : bulan, bumi, bintang bahkan yang terkecil yaitu Neutron & Proton pun terus berputar. Tawafpun berputar bahkan sholatpun dalam 1 raka'at membentuk 1 lingkaran /putaran, berdiri 180 derajat, rukuk 90 derajat , sujud 45 derajat (2x)= 90 derajat, jd dalam 1 raka'at membentuk sudut lingkaran 360 derajat.

Gerakan awal sema dimana penari menahan tangannya menyilang adalah simbol dari kesaksian Tuhan Yang Maha Esa. Dialah dzat yang memulai segala sesuatunya di langit dan bumi ini. Sementara, ketika berputar, tangan kanan yang mengarah ke atas (langit) adalah pertanda si penari siap menerima energi enlightment (pencerahan) dari Sang Pencipta. Sedang, tangan kiri yang menjuntai ke bawah merupakan simbol penyebaran energi positif sekaligus menyerap energi negatif dari dan ke setiap hati manusia yang berada disekeliling penari. Inilah jalan spiritual Tuhan memberikan nur dan hidayah-Nya kepada setiap hati manusia dalam tari spiritual sema.

Di alam Makro kosmos Setiap gerakan berputar akan menghasilkan energi, elektron punya energi karena ia berputar, demikian juga dengan bumi, bulan, matahari, planet, bintang. Yang unik dari gerakan berputar berlawanan arah jarum jam benda-benda tersebut menjaga dan memberikan keseimbangan terhadap benda lainnya disekitarnya. Begitu juga yang terjadi pada sa'at darwis melakukan tarian sufi, dia menghasilkan energi positif dan menyeimbangkan ketimpangan energi ditempat yang ia gunakan untuk menari, sehingga energi negatif yang berkuasa akan menjadi netral/seimbang.

Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta. Manusia diciptakan dengan Cinta untuk mencinta. “Semua cinta adalah jembatan menuju Cinta. Siapa saja yang tak merasakannya tak akan tahu,” demikian kata Rumi.

 

Daftar Pusataka :

- Geophysics and Islam (Kabba)

- Panduan Umroh (Syarat dan Sunnah Tawaf)

- Scientific American (Why There’s No Such Thing as North and South)

- Blogger Pendidikan (Kaidah Tangan Kanan)

- The Way Of Love Rumi (Whirling Dervishes)

- Tari Sufi Jepara (Facebook Fans Page)

- Hidup Adalah Pilihan (Tarian Spiritual “WHIRLING DERVISHES” Menurut Jalaludi Rumi)