Tasawuf

Share This :

Suatu ketika di hari jumat, di saat akhir khobah ke 2 jumat. Sebagaimana selalu di bacakan oleh para khotib sebuah kalimat yang sebelumnya terasa biasa saja bagi saya. Penggalan ayat dari sebuah surat al-ankabut 45, yaitu "WA LAA DZIKRULLOOHI AKBAR". Sejenak menjelang berdiri untuk melakukan sholat jumat, seseorang di samping saya berbisik kepada saya "Wa Laa Dzikrulloohi Akbar, coba kamu cari arti, makna dan mungkin jika dapat rahasianya". Agak kaget juga saya, tapi kemudian tersenyum. Ya mau apa lagi selain tersenyum. Setelah sholat jumat, saya jadi kepikirin apa maksudnya. Selama ini bagi saya kalimat itu sebuah kalimat yang biasa. Namun tiba-tiba kalimat itu menjadi sesusatu yang luar biasa. Entah kenapa.

Perjalanan mencari makna kalimat tersebut lumayan lama juga, dan akhirnya terbuka juga walaupun belum 100%. Mungkin Allah belum memberi ijin untuk mengetahuinya secara menyeluruh. Perjalanan mempertemukan saya dengan Mas Abang (Alm. Andi Bombang). Sepertinya ini berhubungan dengan Ingat dan di ingat. Begini yang dia sampaikan.

Diingat sama kekasih/pacar saja rasanya menyenangkan. Apalagi di ingat oleh Allah. Pasti sangat luar biasa.

Namun, bagaimana caranya agar di ingat oleh Allah?

Dibatas kata, manakala kita mengingat Allah, maka itulah tanda kongkrit yang dapat dirasakan bahwa Dia pun mengingat kita. Fadzkuruunii adz-kurkum; ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Demikian sabda-Nya, pada Al-Baqarah 152.

Sekilas, urusan ingat ini boleh jadi terkesan perkara sepele. Wong cuma ingat saja kok, apa susahnya?
Masak ibadah sebegini ragamnya cukup dengan ingat?
Mungkin begitu pertanyaan yang akan muncul. Namun masih ada pertanyaan yang lebih penting.

Pertanyaannya adalah dari sekian banyak jumlah manusia (dan jin), sekian gelintir diantaranya mengingat Allah dan sekian banyak yang melalaikan-Nya, kita termasuk yang mana? Nah, kepada mereka yang pada adanya tidak banyak itu, sadarkah bahwa apa yang berlaku ini merupakan anugerah yang nyata dari-Nya? Sebab, yang belum dikaruniai ini, ya belum juga hendak mengingat-Nya; walau dibagaimanakan.

Dan, walaa dzikrullaahi akbar; sesungguhnya mengingat Allah itu adalah lebih utama. Demikian sabda-Nya dalam Al-Ankabuut 45.
Mengapa lebih utama?
Karena inilah syaratnya, harus ada ini agar apa yang disebut sebagai ibadah itu dapat benar-benar bermakna ibadah.
Kalau tidak bersama dengan ini, namanya boleh ibadah, namun entah maknanya.

Mungkin itu sedikit dari rahasia "WA LAA DZKIRULLOOHI AKBAR", masih ada lagi yang lain yang rasanya belum mampu untuk saya ungkapkan. Wallahua'lam bisshowab..

Yaa Allah… Ajari aku ilmuMu…
Ajari aku untuk selalu mengingatMu..
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Kalau sudah garam melarut ke dalam asin.

Kenapa lagi asin mau di garamkan.

Wahai si fulan yang digelar Sang Salik Sejati.
Kau ibaratnya hantu yang bebas.
Merasuk di setiap badan-badan.
Menari-nari dengan irama kedamaian.
Melompat dengan momentum yang tidak berhalang.
Jiwa yang tidak tersangkut sesuatu yang asyik dan masyuk.

AKU LAH
ALIF LAM LAM HA.

kesatuan tapi tidak bercampur.

AKU dzat menjadi nur muhammad dan dzat rahasia dirimu dalam awal azali sebagai ALIF.

AKU sifat menjadi roh dan nyawa mu dalam awal azali sebagai LAM (AWAL).

AKU asma menjadi hati dan nafsu mu dalam awal azali sebagai LAM( AKHIR)

AKU afaal menjadi kelakuan dan tubuh mu dalam awal azali sebagai HA

ITU LAH KENYATAAN JELAS BAGI ALLAH.

Maka jika kau si fulan tidak bisa menyebut NAMA KU ALLAH.
Kau lah sebenar-benar yang telah berdiri, beruku', bersujud, berduduk dalam kesaksian Yang Tulus.

Segalanya bukan membabit hal dirimu.
RAHASIA DIRIMU.

"KAU BUKAN SEPERTI ITU"

-- tafsiran sajak : Maksud dari sajak diatas adalah tentang FANA, yang bisa dijelaskan dengan kalimat-kalimat ringan seperti ini

garam adalah sifat, asin adalah dzat.
dzat mendzahirkan dirinya pada sifat, maka nampaklah garam,

dimana letak asin pada garam?
meliputi... jauh tiada berjarak,, dekat tak berantara

dimana ada sifat, disitu pasti ada dzat
Nama dengan yang Punya nama tiada terpisahkan

Asal asin Dari garam, tetapi asin itu tidak selalu dari garam. Tetapi berkait, misalnya air laut dan air peluh.
Zat Allah zat Ku.
Sifat Allah sifat Ku.
Isma' Allah isma' Ku
Afaal Allah afaal Ku.
Allah Dari Ku namun Allah menyatakan Ku.
Aku ada pada yg ada. Karena keEsaan Ku.. Allah nama Ku bukan pada kamu...

Aku Aku... kamu kamu..
Kenal Allah maka kenal Aku.. namun Aku bukan Allah..
Siapa Aku.. Siapa Allah.. terhimpun pada kamu..

Share This :

Adakah persamaan antara Hati dengan Radio atau Telepon Seluler?

Saat saya masih kecil ditahun 90an, saya takjub dengan adanya telepon. Hanya dengan menggunakan kabel saja, suara yang jaraknya ratusan kilometer bisa di transfer dengan cepat. Agak besar sedikit, saya takjub dengan adanya handphone atau telepon seluler, tanpa adanya penghubung yang namanya kabel, kita bisa ber-sms-an dan mendengarkan suara yang jaraknya ratusan kilometer. Bagaimana bisa benda segiempat kecil seperti itu bisa mengeluarkan suara orang yang keberadaannya entah dimana. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Saya juga takjub dengan radio, nenek saya hoby mendengarkan radio. Nenek paling sering mendengarkan ceramah KH. Zainudin MZ tiap jam 5:00 abis shubuh. Kaset yang di-play oleh operator yang jaraknya puluhan kilometer itu bisa di dengarkan suaranya dari rumah. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Itulah kehebatan teknologi, yang awalnya di salurkan lewat kabel saat ini disalurkan lewat udara. Manusia-manusia modern saat ini sudah memiliki pengetahuan bahwa sebuah handphone memiliki frekuensi sekian dan kemampuan menangkap sinyal lalu mengubah paket suara menjadi paket data lalu dikonversi lagi menjadi paket suara-akhirnya sampai ke penerima.

Demikian juga dengan radio, saat kita melakukan scanning atau memutar tuning. Kita mencari-cari frekuensi yang dipancarkan oleh pemancar radio. Begitu berhenti di frekuensi yang pas, kita bisa langsung mendengarkan siaran radio saat itu juga.

Intinya adalah apa yang dikirim akan diterima, apa yang dipancarkan akan ditangkap karena memiliki frekuensi yang sama.

Frekuensi_Hati

Saat ini kita tahu tentang adanya resonansi, yaitu bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Lebih simpelnya bisa juga dengan istilah tertular getaran frekuensi. Resonansi hanya bisa terjadi jika kedua benda memiliki frekuensi yang sama.

Hati adalah tempat terjadinya resonansi.

Pada suatu hari, entah kenapa saya sangat ingin sekali pulang kerumah. Namun saat itu kondisi keuangan sedang mepet. Tidak cukup untuk membeli tiket pulang pergi Jakarta - Surabaya. Keinginan saya untuk pulang sangat kuat, sehingga membuat saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan rejeki. Lagi pula niat saya pulang baik, ingin bertemu Ibu. Singkat cerita, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Surabaya. Saya pun bisa pulang tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. Sesampainya di rumah, ibu saya bilang kalau beliau memang sudah rindu dan ingin saya pulang tapi tidak diucapkan melalui kata-kata langsung kepada saya. Tidak melalui sms, tidak melalui telepon, tidak juga melalui orang lain.

Kebetulan? Ajaib? Klenik?

Sebenarnya tidak ada istilah klenik jika sudah tahu ilmunya. Hal ini bisa di jelaskan dengan logika simpel. Sekarang mari kita hubungkan dengan Teori Quantum Max Planck.
Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

E = h . ѵ  dimana  ѵ = c / λ  sehingga  E = h . c / λ

E = Energi
h = Konstanta Planck (konstanta)
ѵ = Frekuensi Radiasi
c = Kecepatan Cahaya (konstanta)
λ = Panjang Gelombang

Dari rumus teori quantum tersebut, bisa didapatkan penafsiran atau kesimpulan sebagai berikut :

* Energi berbanding lurus dengan frekuensi, yang berarti semakin tinggi frekuensi maka energi juga semakin besar.
* Energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang (jarak), yang berarti makin jauh jarak maka energinya akan semakin kecil.
* Panjang gelombang (jarak) berbanding terbalik dengan frekuensi, yang berarti jika frekuensi tinggi maka jarak akan pendek.

Menurut logika yang dapat saya tangkap adalah, bahwa frekuensi yang dipancarkan ibu bisa saya terima. Sehingga terjadilah resonansi antara hati ibu dan hati saya. Singkatnya begini, Ibu ingin saya pulang, namun Ibu menyampaikannya melalui sebuah doa. Hatinya bergetar memohon melalui sebuah doa. Yang mana doa itu menggetarkan hati saya agar pulang. Dan getaran hati saya kemudian menggetarkan lingkungan sekitar saya, yang kemudian karena kuatnya getaran-getaran itu menyebabkan Energi yang dihasilkan besar sehingga membuat semesta tunduk dan memberikan saya jalan untuk pulang.

Katakanlah getaran hati itu adalah frekuensi, frekuensi yang tinggi akan membuat jarak menjadi pendek. Tingginya getaran hati (frekuensi hati) ibu saya membuat panjang gelombang / jarak menjadi pendek. Yang mana hal ini berarti ibu dan saya memiliki "kedekatan bathin". Maka ketika ibu berkeinginan agar saya pulang, maka sebenarnya saya "mendengarnya" dengan jelas. Disini, hati ibu dan saya mengalami resonansi. Dua hati bergetar pada frekuensi yang sama.

Namun, ketika kedekatan hati tak ada sedikitpun (lambda tinggi / panjang gelombang melebar), maka boro-boro pake getaran hati–ditelpon berulangkali disuruh pulang pun nggak mau. Bisa ditafsirkan "energi" untuk membuat sang anak pulang sangatlah lemah, karena jarak hati sangat jauh.

Fenomena ‘dekat-jauh’ ini terjadi juga diantara kita. Anak-orangtua, atasan-bawahan, Suami istri, ataupun pertemanan. Pasti diantara kita pernah memikirkan seseorang yang kemudian tak beberapa lama, tiba-tiba orang tersebut telepon/sms/chat atau mungkin muncul dihadapan kita. Bisa jadi itu menunjukkan  seberapa kuat frekuensi hati kita untuk bisa didengarkan oleh hati lain. Jika hati lain mendengarkan-tergetar-terpanggil atau menyambut, berarti frekuensi hati kita tinggi dan jarak hati kita sangat dekat dan mengalami resonansi, lalu alampun membantu.
Jadi sebenarnya baik itu telepati, doa, harapan, mantera, dsb itu memiliki kekuatan yang masuk akal. Kendati bukan bersumber dari kebendaan.

 

Referensi :

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-4-persamaan-gelombang.html

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-6-pengertian-gelombang.html

http://izulthea.blog.com/2012/03/08/jika-hati-beresonansi-mengikuti-hukum-fisika/

http://itsadityalife.blogspot.com/2013/03/tugas-fisika-telepon-kaleng.html

http://www.hptekno.com/2013/06/24/sejarah-dan-cara-kerja-telepon-kaleng/

Share This :

Ya Allah
Dan sesungguhnyalah maka
aku kini bersenandung dan
aku berdoa seraya bermohon

Ya Allah
Disetiap desahan Nafas
Disetiap debaran Dada
Disetiap deburan Jiwa
Disetiap denyut Nadi
Disetiap detak Jantung
Disetiap Aliran darah
Disetiap pori pori sekujur Raga
Disetiap Kedipan Mata
Orientasinya.. hanya ENGKAU
Semata mata ..cuma ENGKAU
Tiadalah yang selain ENGKAU
Yaa Man Laa Huwa illa HUWA

Antal Hadi Antal "HU"
Laisal Hadi illa.. "HU"

aku menghadap-kan hatiku
aku menghadap-kan wajahku
dan segenap Risalahku ini
Hanya kepadaMu semata mata
Hidup dan Mati Hamba
Seluruh Hati, Jiwaraga, Sukma
Nyuwun Kapenggalih, Gusti
Nyuwun Pitedah
Nyuwun Agenge Sih Palimirno
Saestu estu, kawulo tuhu injih
Nyuwun Rena lan Tresna

Duh... Gusti!
Kawulo Madhep, Mulungi Ati
Nan Dalem ingkang Tansah
Nyanggi Dhampar Kawulo
Nyuwun Tuntun Lampah Kawulo

Ya Allah
dengan membawa selaksa Harap
serta damba didada yang kian
sarat Kerinduan demi Kerinduan
Ya Allah
dan Cinta dan Cinta dan Cinta
dan Cinta atas nama Kekasih-Mu
Ya Allah

cinta

Share This :

Semalam saya terkejut membaca email yang mengabarkan bahwa beliau telah wafat pada 8 Rajab 1435 (7 Mei 2014). Langsung saja saya kirim Fatihah dan Sholat Ghoib untuk beliau. Beliau adalah guru saya yang pertama... Diantara bermacam perjalanan yang telah saya lalui sebelum saya sampai di tempat yang sekarang. Dibawah beliau lah tempat saya menempuh perjalanan dengan nama Tarekat Naqsybandi Haqqani. Beliaulah mursyid yang membimbing ruhani saya agar sampai kehadirat Alloh. Hal ini berawal saat saya masih kuliah pada tahun 2007. Saya dipertemukan dengan khalifah beliau yang bernama Syekh Mustofa Mas'ud dan Maulana Syekh Hisyam Kabbani. Terasa ada magnet yang menarik hati saya. Dan sejak saat itu lah saya sering hadir di Zawiyah Bethek Malang, untuk melakukan Khatm Khawajagan bersama-sama jamaah yang lain. Dan juga mengaji Kitab Tanwirul Qulub karya Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi.

Entah harus senang atau sedih dengan meninggalnya beliau. Sedih karena fisik beliau sudah tidak lagi bersama para muridnya, senang karena beliau akan bertemu dengan Alloh. Itulah puncak dari cita-cita tertinggi. Bertemu Alloh...

Maulana Syekh Nazim dalam subha nya pernah berkata :
"Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir... Kita dapat melanjutkannya di dalam hati kita.  Ruh kita selalu bersama, bahkan jika secara fisik kita tidak bersama.  Hal itu mengatakan kepada kita bahwa kita adalah hamba Allah.  Kita semua adalah makhluk-Nya.  Bahkan jika busana kita berubah, posisi fitrah kita tidak akan pernah berubah."

Maulana Syakh NazimBagaimanapun beliau tidak lah pergi meninggalkan murid-muridnya. Sebagaimana pesan Mawlana Syekh Hisyam:
"Kita ingin selalu bersama Mawlana Syekh Nazim, tetapi pada hakikatnya kita tidak bersamanya, beliaulah yang bersama kita, karena kita mempunyai amal buruk dan dosa-dosa, dan para awliyaullah dapat menciumnya.  Dan beliau tidak meninggalkan kita, beliau bersama kita, dan beliau akan bersama kita di dunia dan akhirat, kita akan berada di tangannya di akhirat insya Allah... Saya tahu bahwa kita semua merasa sedih.  Inallaaha Ghayur, Allah senang untuk memiliki kalbu hamba-hamba-Nya, dan semoga Allah memiliki kalbu kita seperti halnya Dia memiliki kalbu Mawlana Syekh Nazim, bi hurmatil habiib fatihah."

Selamat menemui Kekasih, wahai Syekh..
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya..
Al-Fatihah.....

3 Comments

Share This :

Ketika itu cuaca sedang cerah saat malam jumat, jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Acara ngeteh bareng sedang berlangsung. Di meja terhampar satu teko air teh, setoples gula, setoples kopi bubuk hitam dan satu termos air panas. Walaupun sudah disediakan kopi dan air panas, anehnya sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang bikin kopi. Padahal mayoritas orang-orang disana penyuka kopi. Termasuk saya. Terdapat pula potongan-potongan martabak telur serta beberapa tusuk sate lengkap dengan bumbu kacang dan irisan lontong.

Bajaj BBG

Saya dan seorang teman (SA) sedang ngobrol sambil menikmati teh hangat. Kemudian datanglah seorang teman lain yang seorang sopir bajaj sebut saja (SB) untuk berpamitan pulang, sepertinya sedang terburu-buru, katanya mau beli gas dulu untuk bajaj BBG nya. SB bilang sekarang sedang dalam masa-masa sulit dan berat, entah karena setorannya berkurang atau ada masalah apa. Dia tidak bercerita secara detail, semoga saja permasalahannya segera selesai.

Mendengar SB sedang dalam masalah tentu saja saya dan SA heran, karena di wajahnya tak tampak masalah yang berat. Kami pancinglah dia dengan sebuah pertanyaan, kemudian terjadilah perbincangan.

"Kamu itu katanya dalam kondisi sulit tapi kok wajahmu cerah dan kelihatan hepi2 saja."
Lalu meluncurlah pelajaran tak terduga dari SB, "Nih, kalian gue kasih ilmunya, ada dua yang telah gue dapatkan"

"Yang pertama lihatlah orang gila, dia tidak pernah kuatir tentang hidupnya, tidak kuatir sakit, tidak peduli makan, dan tidak peduli dimana dia tidur. Tapi tetap bisa hidup."

"Yang kedua lihatlah anak kecil, tidak peduli dikasih makan apa tetap dimakan, tidak peduli dikasih mainan apa saja tetap diterima. Dan anak kecil selalu gembira dengan itu semua."

"Itu sudah gue kasih ilmunya, silahkan terapin, Gue mau nyari gas dulu. Assalamualaikum" SB pun pamit dan pergi dengan suara khas bajaj nya.

Akhirnya saya dan SA pun hanya diam terbengong-bengong dan tersenyum saja berdua sambil lanjut ngeteh. Bener-bener dalem. Siapa lagi yang menjamin Rizkinya orang gila dan anak kecil? Tentu saja Alloh yang jamin. Demikian pula dengan hewan dan tumbuhan, Alloh menjamin semuanya tanpa membedakan. Tinggal, bagaimana kita manusia, YAKIN dan ber-SYUKUR kepada ALLOH.

*photo bajaj : antara

Share This :

Diriwayatkan oleh Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi, bahwa suatu hari ketika Abu Yazid al-Busthami sedang dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau menyempatkan diri mampir mengunjungi temannya, seorang Sufi di Bashrah.

Secara langsung dan tanpa basa-basi, Sufi itu menyambut kedatangan beliau dengan sebuah pertanyaan: “Apa yang anda inginkan hai Abu Yazid?”.

Abu Yazid pun segera menjelaskan: “Aku hanya mampir sejenak, karena aku ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah”.

“Cukupkah bekalmu untuk perjalanan ini?” tanya Sang Sufi.

“Cukup” jawab Abu Yazid.

“Ada berapa?” Sang Sufi bertanya lagi.

“200 dirham” jawab Abu Yazid.

Sang Sufi itu kemudian dengan serius menyarankan kepada Abu Yazid: “Berikan saja uang itu kepadaku, dan bertawaflah di sekeliling hatiku sebanyak tujuh kali”.

Dengan tenang, Abu Yazid pun mematuhi dan menyerahkan 200 dirham itu kepada Sang Sufi tanpa ada rasa ragu sedikitpun.

Selanjutnya Sang Sufi itu mengungkapkan: “Wahai Abu Yazid, hatiku adalah rumah Allah, dan ka’bah juga rumah Allah. Hanya saja perbedaan antara ka’bah dan hatiku adalah, bahwasanya Allah tidak pernah memasuki ka’bah semenjak didirikannya, sedangkan Dia tidak pernah keluar dari hatiku sejak hatiku dibangun oleh-Nya (semenjak diprosesi PHQ = Pengangkatan Hijab-Qolbu / Kerak-Dosa, dengan izin dan rahmat-Nya semata)”.

Abu Yazid hanya menundukkan kepala, dan Sang Sufi itupun mengembalikan uang itu kepada beliau dan berkata: “Sudahlah, lanjutkan saja perjalanan muliamu untuk berkunjung ke Bait Kudus-Nya, menjadi Tamu Allah.” perintahnya.

Demikianlah peristiwa yang kemudian menggerakkan hati Abu Yazid untuk memasuki Dunia Sufi dan mempelajari Ilmu Tasawuf dan mengamalkannya dengan memasuki Tarikat Shiddiqiyah yang digagas dan dirintis oleh Sahabat Nabi Besar Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Di kelak kemudian hari, Abu Yazid al-Busthami menjadi seorang Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (Syaikh Mursyid). Beliau adalah Sufi Agung yang menjadi Sulthanul 'Awliya (Al-Ghauts, Quthb) pada zamannya yang menggagas dan mendirikan Tarikat Thaifuriyyah yang diambil dari nama kecil beliau: Thaifur.

Beliau sangat terkenal di Langit Ketinggian Ilahi dan di Dunia Sufi. Beliau sangat tidak asing lagi di hati para penimba ilmu tasawuf, khususnya tasawuf falsafi. Beliau wafat sekitar tahun 261 H.

Sedangkan Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi (yang meriwayatkan kisah di atas) adalah juga seorang Sufi Agung / Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (wafat tahun 645 H) yang telah banyak menganugerahkan inspirasi dan motivasi spiritual kepada salah seorang muridnya yang di kemudian hari menjadi Sufi Agung / Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (Syaikh Mursyid), yang sangat terkenal di Akhirat dan dunia, yaitu Syaikh Jalaluddin ar-Rumi, penggagas dan pendiri Tarekat Maulawiyah (wafat tahun 672 H).

Share This :

Disclaimer : Tulisan ini hanyalah tulisan iseng, bisa benar bisa juga salah. Tulisan ini memandang dari sudut pandang syari'at dan science, bukan dari sudut pandang hakikat dan makrifat. Wallahu a'lam bisshowab.

Yang menjadi dasar penulisan ini adalah persamaan antara gaya lorentz, tawaf dan tari sufi/sema, yaitu arah perputarannya yang berlawanan dengan arah jarum jam atau disebut Anticlockwise / Counterclockwise. Jika perputaran itu dianggap sebuah energi yang bergerak counterclockwise, maka akan menghasilkan energi yang arahnya ke atas.

Putarputar

TAWAF

Tawaf adalah sebuah ibadah yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Ka'bah disebelah kiri.

gerak_tawaf

Setiap melewati Hajar Aswad, di sunnahkan untuk menciumnya sambil bertakbir "BISMILLAHI ALLOHU AKBAR" jika tidak bisa (terlalu penuh orang yang tawaf) maka cukup mengacungkan tangan dan bertakbir "BISMILLAHI ALLOHU AKBAR"

TARI SUFI / SEMA / WHIRLING

Whirling atau Tari Sema atau tari sufi merupakan tarian yang dipopulerkan oleh Maulana Jalaludin Rumi. Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar. Saya pernah meyaksikan tarian ini, saat sedang melantunkan sholawat bersama-sama, seorang Darwis meminta izin kepada Maulana Syeikh untuk 'berputar' dan Maulana Syeikh pun memberi izin. Kemudian ia pun menari dengan iringan sholawat, saya heran kenapa dia tidak pusing padahal itu cukup lama.

522891247477445

Saya ingat waktu itu Maulana Syeikh pernah menjelaskan tentang asal mula tarian ini. Walaupun dipopulerkan oleh Maulana Syeikh Jalaludin Rumi, namun yang pertama kali melakukannya adalah Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq. Ceritanya adalah Pada suatu hari saat Sayyidina Rasulullah SAW khobah Jum'at, datanglah seorang Baduy Arab seraya bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, kapankah kiamat itu datang?”. Sayyidina Rasulullah SAW tidak menjawab, Beliau hanya diam. Baduy Arab itu terus bertanya sampai 3 kali hingga Sayyidina Jibril a.s datang menghadap Sayyidina Rasulullah SAW dan berkata, “Tanyakanlah padanya apakah bekal yang dia bawa untuk menyambut hari kiamat itu?”. Lalu Sayyidina Rasulullah SAW menyampaikannya dan orang Baduy Arab itu menjawab, “Bukankah aku memiliki Cinta kepadaMu Ya Rasulullah SAW.” Dan Sayyidina Rasulullah berkata, “Cukuplah itu membuatmu berdekatan dengan orang yang kau cintai seperti dua jari yang berdekatan.” Dan seketika itu juga orang Baduy Arab itu pergi tanpa mengikuti sholat jum'at. Saat mendengar percakapan itu, Abu Bakar Shiddiq RA yang selama ini risau akan pertanyaan yang sama, bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Sayyidina Rasulullah SAW, apakah cukup hanya dengan Cinta?”. Kemudian Sayyidina Rasulullah SAW menjawab, “Syarat yang utama adalah Cinta!”. Mendengar jawaban itu, hati Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra sangat gembira, begitu bahagia hingga ia mulai berputar dengan jubahnya. Gerakan memutar inilah yang kemudian dikembangkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi menjadi Whirling Dervishes.

Seperti gelombang di atas putaran kepalaku,
maka dalam tarian suci Kau dan aku pun berputar
Menarilah, Oh Pujaan Hati,
jadilah lingkaran putaran
Terbakarlah dalam nyala api-bukan dalam nyala lilin-Nya

Rumi

GAYA LORENTZ

Gaya Lorentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet. Arah gaya lorentz ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Ibu jari adalah F (arah gaya lorentz), dan telunjuk adalah V (arah kecepatan muatan), sedangkan jari tengah adalah B (arah medan magnet). Maka jika B bergerak berlawanan dengan arah jarum jam (counterclockwise) maka akan menghasilkan Energi (F) keatas.

gaya-MEDANMAGNET

HUBUNGAN GAYA LORENTZ, TAWAF DAN TARI SUFI (SEMA/WHIRLING)

Seperti telah disebutkan diatas bahwa perputaran yang terjadi saat melakukan tawaf maupun tari sufi akan menghasilkan energi.

Back Camera

Sesuai dengan arah gaya Lorentz dengan menggunakan kaidah tangan kanan, bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas.

energi_tawaf

Mungkin inilah alasan, mengapa Islam memiliki satu titik arah yang bernama kiblat dalam melaksanakan ibadah sholat. Bisa jadi agar energinya terkumpul ke arah yang sama, yaitu ka'bah. Energi sholat dari berbagai belahan dunia terkumpul, terakumulasi, berlapis dan bertumpuk. Kemudian energi itu akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam. Dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit.

whirling-dervish

Bisa jadi demikian pula yang terjadi pada tari sema. Sema adalah tarian yang harus di lakukan dengan cinta, sesuai dengan asal muasalnya. Menyampaikan energi cinta ke atas langit.

Sebenarnya Tari Sufi/Shema bukanlah Tari, sebab ini adalah miniatur dari gerakan seluruh benda dialam ini : bulan, bumi, bintang bahkan yang terkecil yaitu Neutron & Proton pun terus berputar. Tawafpun berputar bahkan sholatpun dalam 1 raka'at membentuk 1 lingkaran /putaran, berdiri 180 derajat, rukuk 90 derajat , sujud 45 derajat (2x)= 90 derajat, jd dalam 1 raka'at membentuk sudut lingkaran 360 derajat.

Gerakan awal sema dimana penari menahan tangannya menyilang adalah simbol dari kesaksian Tuhan Yang Maha Esa. Dialah dzat yang memulai segala sesuatunya di langit dan bumi ini. Sementara, ketika berputar, tangan kanan yang mengarah ke atas (langit) adalah pertanda si penari siap menerima energi enlightment (pencerahan) dari Sang Pencipta. Sedang, tangan kiri yang menjuntai ke bawah merupakan simbol penyebaran energi positif sekaligus menyerap energi negatif dari dan ke setiap hati manusia yang berada disekeliling penari. Inilah jalan spiritual Tuhan memberikan nur dan hidayah-Nya kepada setiap hati manusia dalam tari spiritual sema.

Di alam Makro kosmos Setiap gerakan berputar akan menghasilkan energi, elektron punya energi karena ia berputar, demikian juga dengan bumi, bulan, matahari, planet, bintang. Yang unik dari gerakan berputar berlawanan arah jarum jam benda-benda tersebut menjaga dan memberikan keseimbangan terhadap benda lainnya disekitarnya. Begitu juga yang terjadi pada sa'at darwis melakukan tarian sufi, dia menghasilkan energi positif dan menyeimbangkan ketimpangan energi ditempat yang ia gunakan untuk menari, sehingga energi negatif yang berkuasa akan menjadi netral/seimbang.

Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta. Manusia diciptakan dengan Cinta untuk mencinta. “Semua cinta adalah jembatan menuju Cinta. Siapa saja yang tak merasakannya tak akan tahu,” demikian kata Rumi.

 

Daftar Pusataka :

- Geophysics and Islam (Kabba)

- Panduan Umroh (Syarat dan Sunnah Tawaf)

- Scientific American (Why There’s No Such Thing as North and South)

- Blogger Pendidikan (Kaidah Tangan Kanan)

- The Way Of Love Rumi (Whirling Dervishes)

- Tari Sufi Jepara (Facebook Fans Page)

- Hidup Adalah Pilihan (Tarian Spiritual “WHIRLING DERVISHES” Menurut Jalaludi Rumi)

Share This :

Saat sedang bengong nunggu busway jadi keinget tentang dua lautan. Akhirnya saya jadi teringat banyak hal tentang dua lautan ini. Iseng-iseng pernah ngetwit tentang ini, tapi sepertinya lebih asyik kalau di tulis di blogg, apalagi banyak yg typo :P. Di dalam Al-Quran di sebutkan bahwa :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Di ayat lain juga disebutkan :

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

batas-laut-tawar-dan-asin

Secara sains (science) dua lautan yang tidak tercampur ini dapat di temukan pada selat Gibraltar, yaitu pertemuan antara Laut Atlantik dan Laut Mediterania. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

mediteran

Kalau menurut Ibnul Qoyim Al Jauziah, dalam kitab Al Ruh, menyebutkan bahwa dua samudera adalah Alam Jasmani dan Alam Ruhani. Alam jasmani dan alam ruhani ibarat dua samudera yang dibatasi daratan sehingga keduanya tidak dapat bertemu, akan tetapi dengan kehendak Allah suatu saat dibiarkan bertemu, seperti alam mimpi dan alam jaga. Sesungguhnya alam mimpi itu bagian dari alam barzah.

Kalau berdasarkan hasil saya mengaji, Maulana Syeikh memberikan penjelasan bahwa Alloh menyebutkan 2 samudera. Secara makna yang nampak disebutkan bahwa dua samudera yang memiliki sifat berbeda yaitu atlantik dan mediterania. Ikan di atlantik tak bisa pergi ke mediterania begitu juga sebaliknya. Kecuali ikan tersebut masuk ke zona karantina selama 40 hari. Sedangkan makna lautan secara halus adalah Lautan ilmu zahir dan lautan ilmu hakikat. Hanya para auliya' dan orang-orang yang di izinkan yang bisa mendapatkannya. Betapa luasnya ilmu Alloh. Tak akan habis walaupun samudera sebagai tintanya.

Senada dengan yang disampaikan Maulana Syeikh, demikian juga yang disampaikan Syeikh Abdul Qadir Jaelani di dalam Kitab Sirrul Asrar. Bahwa diperlukan dua lautan ilmu. Yaitu Ilmu Syariat dan Ilmu Hakikat sehingga menghasilkan Makrifat kepada Alloh.

Kalau 'Abah' berkata kepada saya, bahwa ada dua ilmu di dunia ini. Yaitu ilmu kasar dan ilmu halus. Kemudian beliau berpesan agar saya belajar keduanya. "Belajarlah ilmu kasar dan ilmu halus". Ilmu kasar untuk kenal dunia dan agar bermanfaat bagi orang lain, sedangankan ilmu halus untuk kenal Alloh dan agar cinta kepada-Nya

Saat saya sedang mengunjungi seseorang di Rumah Sakit. Entah bagaimana awalnya, terjadi juga dialog tentang hal ini. Saya cuma bisa tersenyum aja kalau begini, itu berarti Alloh sedang mengajari saya. Seseorang itu bercerita bahwa, dalam hidup ini memang di perlukan ilmu / kepandaian. Kepandaian di dapat dengan belajar dengan giat dan keras. Namun ada orang yang tidak perlu seperti itu untuk menjadi pandai dan berilmu. Siapakah dia? Dialah ahli dzikir... Namun, gabungan keduanya itulah yang istimewa.

Makna manakah yang benar? Semuanya benar karena Al-Qur'an memiliki beberapa tingkatan makna [Lihat Apipudin, al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit (Ciputat: YPM,2013),h.9] Al-Qur’an merupakan firman Alloh yang ditulis dengan bahasa Arab, difahami selain memiliki makna harfiyah (alih bahasa/makna teks) juga memiliki beragam makna. Apipudin, dalam salah satu karyanya, yaitu Al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit, mengatakan bahwa makna Al-Qur’an terdiri makna al-Ibrah, makna isyarah, makna lathaif, dan makna haqaiq.

  • Makna Al-Ibrah => al-Ibrah yang dimaksud adalah pesan pendidikan di balik teks al-Qur’an
  • Makna Isyarah => makna isyarah atau isyarat, makna ini juga tidak pada teks, melainkan berada di balik teks
  • Makna Lathaif => secara bahasa lathaif diartikan halus, lembut. Dengan demikian dapat difahami makna lathaif dalam al-Qur’an adalah makna yang halus di balik teks
  • Makna Haqaiq => adalah makna haqiqat, atau makna esensial. Makna al-Qur’an pada tingkatan ini tidak dapat ditangkap oleh manusia biasa

Wallahua'lam Bisshowab

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Charles Augustin de Coulomb, menemukan hubungan antara gaya listrik dengan besar muatan-muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut. Hubungan ini disebut sebagai Hukum Coulomb, yang berbunyi :

“Besarnya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan.”

Ada 2 jenis yang berlaku pada Hukum Coulomb ini, yaitu :
a. Besarnya gaya tarik menarik atau tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing
b. Besarnya gaya Coulomb berbanding terbalik kuadrat jarak kedua muatan

Namun di sini hanya satu yang akan saya tulis yaitu yang pertama : Besarnya gaya tarik menarik sebanding dengan besar muatan masing-masing. Bukan bermaksud untuk menyamakan science dangan agama. Namun iseng-iseng aja otak saya kepikiran. Yang saya tulis ini bisa jadi benar bisa juga salah. Dipersilahkan jika mau mengkritik.

Dalam pandangan saya, makna dari sebuah hadist terkenal sejalan dengan itu. Bahwa, pikiran kita yang dominan akan menarik keadaan yang sejenis dengan pikiran tersebut ke dalam kehidupan kita. Sebagian teman membenarkannya berdasarkan kesesuaian dengan hadis Qudsi yang diriwayatkan Bukhari. "Aku bersama prasangka hamba-Ku."

Keyakinan kepada sesuatu akan berdampak besar terhadap hasil yang di dapatkan. Kita yakin Alloh akan memberikan pertolongan-Nya, maka insyaAlloh pertolongan itu akan datang. Entah apapun wujudnya. Saya sering mengalami hal-hal seperti itu. Saat menginginkan sesuatu, berbekal 'yakin' maka semesta yang merupakan 'tangan-tangan' Alloh bekerja dan akhirnya terpenuhilah keinginan itu.

Seperti yang pernah saya tulis pada Life Signs tentang teori Mestakung (Semesta Mendukung), yaitu sebuah konsep sederhana fisika yang berarti bahwa saat sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di kelilingnya akan bekerja secara serentak demi mencapai titik ideal atau keseimbangan. Apa yang kita keluarkan itulah yang kita dapat. Apa yang kita prasangka kan kepada Tuhan itulah yang akan kita dapatkan.

Kayakinan akan sesuatu merupakan hal yang akan mendasari pola pikir kita. Jika kita yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang diluar kemampuan kita, maka cobaan apapun itu akan dipandang dengan ringan. Karena dikembalikan semuanya kepadanya. Itulah tarik menarik. Jika kita selalu merasa bersama dengan Yang Maha Akbar, maka segala sesuatu itu pun jadi kecil karena tertarik oleh 'gaya' yang tak hingga.

Demikian pula dengan QS Ar Ra'd 11 : "Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak merubah keadaan pada diri mereka sendiri". Di batas kata yang sesuai dengan logika, bahwa hasil yang di peroleh ditentukan oleh usaha yang kita lakukan. Namun yang harus di ingat bahwa, apakah dalam usaha itu kita menyertakan Tuhan atau tidak. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Karena adanya hukum tarik menarik itu, semoga selalu berpikir positive agar hasilnya pun positive. Pikiran yang positive akan menarik hal-hal yang positive.

think-positive-300x219

Yang sesuai lagi dengan Hukum tarik menarik adalah : "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula “ (QS. Al Zalzalah ayat 7 - 8)

Sejalan pula dengan nasihat Lukman kepada anaknya : “(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Alloh akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Alloh Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah