Tag Archives: alif

Share This :

Bertepatan dengan hari Kartini, maka akhir-akhir ini banyak berseliweran di timeline Facebook tentang kakak RA Kartini, yaitu RMP Sosrokartono. Ternyata banyak yang tahu dan jadi tahu tentang beliau.

Saya sudah lama mendapat buku yang berisi tentang sekelumit pemikiran beliau. Buku yang masih menggunakan ejaan lama karena terbit di tahun 1966. Judulnya "ILMU KANTONG BOLONG, ILMU KANTONG KOSONG. ILMU SUNJI DRS RMP SOSROKARTONO" oleh R Mohammad Ali. Sebenarnya tujuan penulis menyusun buku ini untuk mengenalkan kepribadian dan sosok RMP Sosrokartono, seorang indonesia yang luar biasa. Bukan menyusun tentang "ajaran" karena untuk menguraikan tentang ilmu RMP Sosrokartono tidak mungkin benar serta tidak mungkin tepat sebab ketidak mampuan untuk mengikuti ilmu-laku RMP Sosrokartono.

Hal ini berarti bahwa ilmu yang dimiliki oleh RMP Sosrokartono merupakan ilmu yang luar biasa yang memerlukan bimbingan seorang guru. Namun RMP Sosrokartono sendiri tidak pernah mengajarkan suatu ilmu kepada murid-murid. sesuai dengan yang kata-katanya :

Murid, gurune pribadi.
Guru, muride pribadi.
Pamulangane, sengsarane sesami.
Ganjarane, aju lan arume sesami.

Murid, gurunya diri pribadi.
Guru, muridnya diri pribadi.
Tempat belajarnya/pelajarannya penderitaan sesama.
Balasannya, kebaikan dan keharuman sesama.

Mengandung pengertian bahwa sesungguhnya dalam diri seseorang terdapat guru dan diri seseorang itu sendiri menjadi murid. Murid dari guru sejati. sebab pada intinya segala bentuk ilmu dan pengetahuan itu hanya datang dari Tuhan. Karena guru selain Tuhan itu hanya sebagai perantara belaka. Untuk itu carilah guru sejati itu di dalam dirimu sendiri. Siapa kenal dirinya akan kenal Tuhannya.

rmp_sosrokartono

RMP Sosrokartono tidak memberikan pelajaran kepada siapapun juga. Ilmu Kantong Kosong menjadi wujud dalam diri pribadinya. Barang siapa yang hendak menyakinkan ilmu kantong kosong tiada lain jalannya kecuali mencontoh peri-kehidupan RMP Sosrokartono. Beliau tidak mempunyai murid, tetapi setiap yang ingin menyakinkan ilmu kantong kosong dipersilahkan berada dilingkungannya. Tempat itu disebut dengan nama DAR-OES-SALAM (Darussalam). Dar as salam, yaitu tempat tenteram-damai. Tenteram dan damai sebab kosong dan bersih dari pemujaan diri pribadi manusia. Darussalam atau tempat untuk bernaung dan berlindung dalam suasana cinta kasih dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di tempat itulah cinta kasih dan bakti kepada Sang Khalik Pencipta Alam serta Isinya diwujudkan menjadi cinta kasih kepada sesama manusia.

Di buku lain yang ditulis oleh DR R Soeharto, beliau merupakan dokter pribadi bung karno dengan judul "SAKSI SEJARAH" terbitan tahun 1982. Menulis pada bab tersendiri yaitu "Ramalan dan Nasihat Drs. Sosrokartono". Disebutkan bahwa dokter soeharto di utus bung karno untuk ke bandung dan mohon petunjuk dan nasihat bagi cita-cita indonesia merdeka. Yang di katakan oleh RMP Sosrokartono adalah "Bahwa kita masih memerlukan perjuangan yang lama sebelum Indonesia merdeka terwujud. sedangkan perjuangan itu sering diwarnai dengan kekacauan, pertengkaran dan jatuhnya banyak korban. Namun akhirnya Indonesia merdeka terwujud juga. Ya, ya, saya akan membantu, tetapi Karno mesti iling terus.

Kata jawa eling, secara harfiah berarti ingat, tapi dalam pengertian ketuhanan, kata itu bermakna sadar akan kodratnya sebagai hamba Allah, karena itu wajib mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Itulah sekelumit tentang RMP Sosrokartono yang mewarnai perjalanan saya

Share This :

Suatu ketika di hari jumat, di saat akhir khobah ke 2 jumat. Sebagaimana selalu di bacakan oleh para khotib sebuah kalimat yang sebelumnya terasa biasa saja bagi saya. Penggalan ayat dari sebuah surat al-ankabut 45, yaitu "WA LAA DZIKRULLOOHI AKBAR". Sejenak menjelang berdiri untuk melakukan sholat jumat, seseorang di samping saya berbisik kepada saya "Wa Laa Dzikrulloohi Akbar, coba kamu cari arti, makna dan mungkin jika dapat rahasianya". Agak kaget juga saya, tapi kemudian tersenyum. Ya mau apa lagi selain tersenyum. Setelah sholat jumat, saya jadi kepikirin apa maksudnya. Selama ini bagi saya kalimat itu sebuah kalimat yang biasa. Namun tiba-tiba kalimat itu menjadi sesusatu yang luar biasa. Entah kenapa.

Perjalanan mencari makna kalimat tersebut lumayan lama juga, dan akhirnya terbuka juga walaupun belum 100%. Mungkin Allah belum memberi ijin untuk mengetahuinya secara menyeluruh. Perjalanan mempertemukan saya dengan Mas Abang (Alm. Andi Bombang). Sepertinya ini berhubungan dengan Ingat dan di ingat. Begini yang dia sampaikan.

Diingat sama kekasih/pacar saja rasanya menyenangkan. Apalagi di ingat oleh Allah. Pasti sangat luar biasa.

Namun, bagaimana caranya agar di ingat oleh Allah?

Dibatas kata, manakala kita mengingat Allah, maka itulah tanda kongkrit yang dapat dirasakan bahwa Dia pun mengingat kita. Fadzkuruunii adz-kurkum; ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Demikian sabda-Nya, pada Al-Baqarah 152.

Sekilas, urusan ingat ini boleh jadi terkesan perkara sepele. Wong cuma ingat saja kok, apa susahnya?
Masak ibadah sebegini ragamnya cukup dengan ingat?
Mungkin begitu pertanyaan yang akan muncul. Namun masih ada pertanyaan yang lebih penting.

Pertanyaannya adalah dari sekian banyak jumlah manusia (dan jin), sekian gelintir diantaranya mengingat Allah dan sekian banyak yang melalaikan-Nya, kita termasuk yang mana? Nah, kepada mereka yang pada adanya tidak banyak itu, sadarkah bahwa apa yang berlaku ini merupakan anugerah yang nyata dari-Nya? Sebab, yang belum dikaruniai ini, ya belum juga hendak mengingat-Nya; walau dibagaimanakan.

Dan, walaa dzikrullaahi akbar; sesungguhnya mengingat Allah itu adalah lebih utama. Demikian sabda-Nya dalam Al-Ankabuut 45.
Mengapa lebih utama?
Karena inilah syaratnya, harus ada ini agar apa yang disebut sebagai ibadah itu dapat benar-benar bermakna ibadah.
Kalau tidak bersama dengan ini, namanya boleh ibadah, namun entah maknanya.

Mungkin itu sedikit dari rahasia "WA LAA DZKIRULLOOHI AKBAR", masih ada lagi yang lain yang rasanya belum mampu untuk saya ungkapkan. Wallahua'lam bisshowab..

Yaa Allah… Ajari aku ilmuMu…
Ajari aku untuk selalu mengingatMu..
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Kalau sudah garam melarut ke dalam asin.

Kenapa lagi asin mau di garamkan.

Wahai si fulan yang digelar Sang Salik Sejati.
Kau ibaratnya hantu yang bebas.
Merasuk di setiap badan-badan.
Menari-nari dengan irama kedamaian.
Melompat dengan momentum yang tidak berhalang.
Jiwa yang tidak tersangkut sesuatu yang asyik dan masyuk.

AKU LAH
ALIF LAM LAM HA.

kesatuan tapi tidak bercampur.

AKU dzat menjadi nur muhammad dan dzat rahasia dirimu dalam awal azali sebagai ALIF.

AKU sifat menjadi roh dan nyawa mu dalam awal azali sebagai LAM (AWAL).

AKU asma menjadi hati dan nafsu mu dalam awal azali sebagai LAM( AKHIR)

AKU afaal menjadi kelakuan dan tubuh mu dalam awal azali sebagai HA

ITU LAH KENYATAAN JELAS BAGI ALLAH.

Maka jika kau si fulan tidak bisa menyebut NAMA KU ALLAH.
Kau lah sebenar-benar yang telah berdiri, beruku', bersujud, berduduk dalam kesaksian Yang Tulus.

Segalanya bukan membabit hal dirimu.
RAHASIA DIRIMU.

"KAU BUKAN SEPERTI ITU"

-- tafsiran sajak : Maksud dari sajak diatas adalah tentang FANA, yang bisa dijelaskan dengan kalimat-kalimat ringan seperti ini

garam adalah sifat, asin adalah dzat.
dzat mendzahirkan dirinya pada sifat, maka nampaklah garam,

dimana letak asin pada garam?
meliputi... jauh tiada berjarak,, dekat tak berantara

dimana ada sifat, disitu pasti ada dzat
Nama dengan yang Punya nama tiada terpisahkan

Asal asin Dari garam, tetapi asin itu tidak selalu dari garam. Tetapi berkait, misalnya air laut dan air peluh.
Zat Allah zat Ku.
Sifat Allah sifat Ku.
Isma' Allah isma' Ku
Afaal Allah afaal Ku.
Allah Dari Ku namun Allah menyatakan Ku.
Aku ada pada yg ada. Karena keEsaan Ku.. Allah nama Ku bukan pada kamu...

Aku Aku... kamu kamu..
Kenal Allah maka kenal Aku.. namun Aku bukan Allah..
Siapa Aku.. Siapa Allah.. terhimpun pada kamu..

Share This :

Ya Allah
Dan sesungguhnyalah maka
aku kini bersenandung dan
aku berdoa seraya bermohon

Ya Allah
Disetiap desahan Nafas
Disetiap debaran Dada
Disetiap deburan Jiwa
Disetiap denyut Nadi
Disetiap detak Jantung
Disetiap Aliran darah
Disetiap pori pori sekujur Raga
Disetiap Kedipan Mata
Orientasinya.. hanya ENGKAU
Semata mata ..cuma ENGKAU
Tiadalah yang selain ENGKAU
Yaa Man Laa Huwa illa HUWA

Antal Hadi Antal "HU"
Laisal Hadi illa.. "HU"

aku menghadap-kan hatiku
aku menghadap-kan wajahku
dan segenap Risalahku ini
Hanya kepadaMu semata mata
Hidup dan Mati Hamba
Seluruh Hati, Jiwaraga, Sukma
Nyuwun Kapenggalih, Gusti
Nyuwun Pitedah
Nyuwun Agenge Sih Palimirno
Saestu estu, kawulo tuhu injih
Nyuwun Rena lan Tresna

Duh... Gusti!
Kawulo Madhep, Mulungi Ati
Nan Dalem ingkang Tansah
Nyanggi Dhampar Kawulo
Nyuwun Tuntun Lampah Kawulo

Ya Allah
dengan membawa selaksa Harap
serta damba didada yang kian
sarat Kerinduan demi Kerinduan
Ya Allah
dan Cinta dan Cinta dan Cinta
dan Cinta atas nama Kekasih-Mu
Ya Allah

cinta

3 Comments

Share This :

Ketika itu cuaca sedang cerah saat malam jumat, jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Acara ngeteh bareng sedang berlangsung. Di meja terhampar satu teko air teh, setoples gula, setoples kopi bubuk hitam dan satu termos air panas. Walaupun sudah disediakan kopi dan air panas, anehnya sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang bikin kopi. Padahal mayoritas orang-orang disana penyuka kopi. Termasuk saya. Terdapat pula potongan-potongan martabak telur serta beberapa tusuk sate lengkap dengan bumbu kacang dan irisan lontong.

Bajaj BBG

Saya dan seorang teman (SA) sedang ngobrol sambil menikmati teh hangat. Kemudian datanglah seorang teman lain yang seorang sopir bajaj sebut saja (SB) untuk berpamitan pulang, sepertinya sedang terburu-buru, katanya mau beli gas dulu untuk bajaj BBG nya. SB bilang sekarang sedang dalam masa-masa sulit dan berat, entah karena setorannya berkurang atau ada masalah apa. Dia tidak bercerita secara detail, semoga saja permasalahannya segera selesai.

Mendengar SB sedang dalam masalah tentu saja saya dan SA heran, karena di wajahnya tak tampak masalah yang berat. Kami pancinglah dia dengan sebuah pertanyaan, kemudian terjadilah perbincangan.

"Kamu itu katanya dalam kondisi sulit tapi kok wajahmu cerah dan kelihatan hepi2 saja."
Lalu meluncurlah pelajaran tak terduga dari SB, "Nih, kalian gue kasih ilmunya, ada dua yang telah gue dapatkan"

"Yang pertama lihatlah orang gila, dia tidak pernah kuatir tentang hidupnya, tidak kuatir sakit, tidak peduli makan, dan tidak peduli dimana dia tidur. Tapi tetap bisa hidup."

"Yang kedua lihatlah anak kecil, tidak peduli dikasih makan apa tetap dimakan, tidak peduli dikasih mainan apa saja tetap diterima. Dan anak kecil selalu gembira dengan itu semua."

"Itu sudah gue kasih ilmunya, silahkan terapin, Gue mau nyari gas dulu. Assalamualaikum" SB pun pamit dan pergi dengan suara khas bajaj nya.

Akhirnya saya dan SA pun hanya diam terbengong-bengong dan tersenyum saja berdua sambil lanjut ngeteh. Bener-bener dalem. Siapa lagi yang menjamin Rizkinya orang gila dan anak kecil? Tentu saja Alloh yang jamin. Demikian pula dengan hewan dan tumbuhan, Alloh menjamin semuanya tanpa membedakan. Tinggal, bagaimana kita manusia, YAKIN dan ber-SYUKUR kepada ALLOH.

*photo bajaj : antara

Share This :

Sajak Surau Patah Tiang

Kami jabat surau ini
pengisi musim yang berlepasan dari jantung kami
surau patah tiang
tumbang menjelang hari raya terang

di remang mihrab, masih ada yang tegak
menggumam berzanji:
ke surau adik ke surau
ke surau membasuh kaji
risau bersabut rarau
alif kami tak lagi berdiri

alif1

Kampung Tak Bernabi

perkampungan kembali tenang
setelah ayat terakhir alfatihah diaminkan
lidah kami berhenti pada alif lam mim
tiga huruf bersangkutan dalam rahasia
mereka tak sempat jadi kalimah.

kata alif: aku tidak sanggup berdiri di titik kesendirian
ucap lam: kau masih menjauh tak menjangkau tubuhku
mim pun berseru: rajah aku lam. aku kedinginan.

terdengar ada yang berdentang
seperti gemerincing lonceng
menjelang jibril turun mengurai misteri kalam
tapi di kampung kami ini kini tiada lagi yang bisa kami panggil nabi

2012

*Zelfeni Wimra
*pic : http://hichampro.deviantart.com/art/Alif-A-Arabic-Calligraphy-351648012

Share This :

Saat sedang bengong nunggu busway jadi keinget tentang dua lautan. Akhirnya saya jadi teringat banyak hal tentang dua lautan ini. Iseng-iseng pernah ngetwit tentang ini, tapi sepertinya lebih asyik kalau di tulis di blogg, apalagi banyak yg typo :P. Di dalam Al-Quran di sebutkan bahwa :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Di ayat lain juga disebutkan :

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

batas-laut-tawar-dan-asin

Secara sains (science) dua lautan yang tidak tercampur ini dapat di temukan pada selat Gibraltar, yaitu pertemuan antara Laut Atlantik dan Laut Mediterania. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

mediteran

Kalau menurut Ibnul Qoyim Al Jauziah, dalam kitab Al Ruh, menyebutkan bahwa dua samudera adalah Alam Jasmani dan Alam Ruhani. Alam jasmani dan alam ruhani ibarat dua samudera yang dibatasi daratan sehingga keduanya tidak dapat bertemu, akan tetapi dengan kehendak Allah suatu saat dibiarkan bertemu, seperti alam mimpi dan alam jaga. Sesungguhnya alam mimpi itu bagian dari alam barzah.

Kalau berdasarkan hasil saya mengaji, Maulana Syeikh memberikan penjelasan bahwa Alloh menyebutkan 2 samudera. Secara makna yang nampak disebutkan bahwa dua samudera yang memiliki sifat berbeda yaitu atlantik dan mediterania. Ikan di atlantik tak bisa pergi ke mediterania begitu juga sebaliknya. Kecuali ikan tersebut masuk ke zona karantina selama 40 hari. Sedangkan makna lautan secara halus adalah Lautan ilmu zahir dan lautan ilmu hakikat. Hanya para auliya' dan orang-orang yang di izinkan yang bisa mendapatkannya. Betapa luasnya ilmu Alloh. Tak akan habis walaupun samudera sebagai tintanya.

Senada dengan yang disampaikan Maulana Syeikh, demikian juga yang disampaikan Syeikh Abdul Qadir Jaelani di dalam Kitab Sirrul Asrar. Bahwa diperlukan dua lautan ilmu. Yaitu Ilmu Syariat dan Ilmu Hakikat sehingga menghasilkan Makrifat kepada Alloh.

Kalau 'Abah' berkata kepada saya, bahwa ada dua ilmu di dunia ini. Yaitu ilmu kasar dan ilmu halus. Kemudian beliau berpesan agar saya belajar keduanya. "Belajarlah ilmu kasar dan ilmu halus". Ilmu kasar untuk kenal dunia dan agar bermanfaat bagi orang lain, sedangankan ilmu halus untuk kenal Alloh dan agar cinta kepada-Nya

Saat saya sedang mengunjungi seseorang di Rumah Sakit. Entah bagaimana awalnya, terjadi juga dialog tentang hal ini. Saya cuma bisa tersenyum aja kalau begini, itu berarti Alloh sedang mengajari saya. Seseorang itu bercerita bahwa, dalam hidup ini memang di perlukan ilmu / kepandaian. Kepandaian di dapat dengan belajar dengan giat dan keras. Namun ada orang yang tidak perlu seperti itu untuk menjadi pandai dan berilmu. Siapakah dia? Dialah ahli dzikir... Namun, gabungan keduanya itulah yang istimewa.

Makna manakah yang benar? Semuanya benar karena Al-Qur'an memiliki beberapa tingkatan makna [Lihat Apipudin, al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit (Ciputat: YPM,2013),h.9] Al-Qur’an merupakan firman Alloh yang ditulis dengan bahasa Arab, difahami selain memiliki makna harfiyah (alih bahasa/makna teks) juga memiliki beragam makna. Apipudin, dalam salah satu karyanya, yaitu Al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit, mengatakan bahwa makna Al-Qur’an terdiri makna al-Ibrah, makna isyarah, makna lathaif, dan makna haqaiq.

  • Makna Al-Ibrah => al-Ibrah yang dimaksud adalah pesan pendidikan di balik teks al-Qur’an
  • Makna Isyarah => makna isyarah atau isyarat, makna ini juga tidak pada teks, melainkan berada di balik teks
  • Makna Lathaif => secara bahasa lathaif diartikan halus, lembut. Dengan demikian dapat difahami makna lathaif dalam al-Qur’an adalah makna yang halus di balik teks
  • Makna Haqaiq => adalah makna haqiqat, atau makna esensial. Makna al-Qur’an pada tingkatan ini tidak dapat ditangkap oleh manusia biasa

Wallahua'lam Bisshowab

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Charles Augustin de Coulomb, menemukan hubungan antara gaya listrik dengan besar muatan-muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut. Hubungan ini disebut sebagai Hukum Coulomb, yang berbunyi :

“Besarnya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan.”

Ada 2 jenis yang berlaku pada Hukum Coulomb ini, yaitu :
a. Besarnya gaya tarik menarik atau tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing
b. Besarnya gaya Coulomb berbanding terbalik kuadrat jarak kedua muatan

Namun di sini hanya satu yang akan saya tulis yaitu yang pertama : Besarnya gaya tarik menarik sebanding dengan besar muatan masing-masing. Bukan bermaksud untuk menyamakan science dangan agama. Namun iseng-iseng aja otak saya kepikiran. Yang saya tulis ini bisa jadi benar bisa juga salah. Dipersilahkan jika mau mengkritik.

Dalam pandangan saya, makna dari sebuah hadist terkenal sejalan dengan itu. Bahwa, pikiran kita yang dominan akan menarik keadaan yang sejenis dengan pikiran tersebut ke dalam kehidupan kita. Sebagian teman membenarkannya berdasarkan kesesuaian dengan hadis Qudsi yang diriwayatkan Bukhari. "Aku bersama prasangka hamba-Ku."

Keyakinan kepada sesuatu akan berdampak besar terhadap hasil yang di dapatkan. Kita yakin Alloh akan memberikan pertolongan-Nya, maka insyaAlloh pertolongan itu akan datang. Entah apapun wujudnya. Saya sering mengalami hal-hal seperti itu. Saat menginginkan sesuatu, berbekal 'yakin' maka semesta yang merupakan 'tangan-tangan' Alloh bekerja dan akhirnya terpenuhilah keinginan itu.

Seperti yang pernah saya tulis pada Life Signs tentang teori Mestakung (Semesta Mendukung), yaitu sebuah konsep sederhana fisika yang berarti bahwa saat sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di kelilingnya akan bekerja secara serentak demi mencapai titik ideal atau keseimbangan. Apa yang kita keluarkan itulah yang kita dapat. Apa yang kita prasangka kan kepada Tuhan itulah yang akan kita dapatkan.

Kayakinan akan sesuatu merupakan hal yang akan mendasari pola pikir kita. Jika kita yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang diluar kemampuan kita, maka cobaan apapun itu akan dipandang dengan ringan. Karena dikembalikan semuanya kepadanya. Itulah tarik menarik. Jika kita selalu merasa bersama dengan Yang Maha Akbar, maka segala sesuatu itu pun jadi kecil karena tertarik oleh 'gaya' yang tak hingga.

Demikian pula dengan QS Ar Ra'd 11 : "Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak merubah keadaan pada diri mereka sendiri". Di batas kata yang sesuai dengan logika, bahwa hasil yang di peroleh ditentukan oleh usaha yang kita lakukan. Namun yang harus di ingat bahwa, apakah dalam usaha itu kita menyertakan Tuhan atau tidak. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Karena adanya hukum tarik menarik itu, semoga selalu berpikir positive agar hasilnya pun positive. Pikiran yang positive akan menarik hal-hal yang positive.

think-positive-300x219

Yang sesuai lagi dengan Hukum tarik menarik adalah : "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula “ (QS. Al Zalzalah ayat 7 - 8)

Sejalan pula dengan nasihat Lukman kepada anaknya : “(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Alloh akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Alloh Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Perjalanan yang ditempuh manusia untuk menjumpai Tuhannya pasti akan sampai. Namun di dalam perjalanan itu pasti ada berbagai rintangan. Rintangan itu adalah ujiannya. Begitu kata 'orang-orang yang telah sampai' kepada saya, ujian itu adalah untuk membersihkan hati. Teruslah berjalan wahai Salik. Bersabarlah, karena waktu yang di janjikan itu pasti tiba,

"Hai MANUSIA, sesungguhnya kamu harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menuju (menemui) Tuhanmu, (jika itu kamu kerjakan) maka pasti kamu akan menemui-Nya." (QS Al-Insyiqaaq 84: 6).

"Barangsiapa yang menghendaki untuk menemui Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang (tiba / sampai). Dan Dialah Yang Maha mendengar (harapan dan do'a kerinduan hamba-Nya) lagi Maha Mengetahui (kebenaran niat dan tekad serta kesungguhan berusaha hamba-Nya itu)." (QS Al-'Ankabuut 29: 5).

just-do-itTeruskan saja dzikir, seluruh 'orang-orang yang telah sampai' memberikan nasihat yang sama, “Perbanyak Dzikrullah, Perbanyak mengingat Allah”. Teruslah berjalan wahai diriku. Bersabarlah, karena waktu yang di janjikan itu pasti tiba.

Seorang senior di pondok pesantren tempat saya belajar pernah bilang terkait pelajaran, nasihat dan petunjuk guru. Kata-katanya sih simple, tapi bermakna dalam. Ya intinya sih sama saja "SABAR"

Ojo digawe angel lan ojo digawe ruwet....engkok lek wis wayae nyantol lak yo ngerti-ngerti dewe.... (Jangan dibuat susah dan ruwet, nanti jika sudah waktunya pasti akan mengerti sendiri)

Just do it, mungkin slogan dari Nike itu cocok untuk menggambarkannya. Ya jalani saja tidak perlu banyak pikiran. Insya Alloh akan sampai. Jika waktunya sudah tiba. Alloh sudah berjanji, tidak perlu kuatir. Begitu yang disampaikan 'orang-orang yang telah sampai' kepada saya.

2 Comments

Share This :

Allohu Akbar, semua adalah anugerah-Mu

Aku ingin mencintai-Mu
Aku ingin merindukan-Mu
Aku ingin mengingat-Mu
Aku ingin mengenal-Mu
Aku ingin bertemu dengan-Mu

Namun...
Bagaimana aku cinta jika aku tak pernah rindu kepada-Mu
Bagaimana aku rindu jika aku tak pernah ingat kepada-Mu
Bagaimana aku ingat jika aku tak pernah mengenal-Mu
Bagaimana aku kenal jika aku tak bertemu dengan-Mu
Bagaimana aku bertemu jika aku tak mencari-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seberti Ibrahim AS
Yang selalu mencari-Mu
Dan akhirnya menemukan-Mu
Sehingga tidak ada keraguan dari Ibrahim AS terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti Musa AS
Yang ingin melihat-Mu
Dan akhirnya Engkau tampakkan tajalli kepadanya melalui gunung
Sehingga tidak ada keraguan dari Musa AS terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti Muhammad SAW
Yang dengan kebesaran dan keagungan-Mu Engkau isra' mi'rajkan
Dan akhirnya bisa sampai kehadirat-Mu
Sehingga tidak ada keraguan dari Muhammad SAW terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti para Khulafaur Rosyidin
Abu Bakar As Siddiq RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh pada sesuatu tersebut"
Umar bin Khattab RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh sebelumnya"
Usman bin Affan RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Alloh sesudahnya"
Ali bin Abi Thalib KWJ berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh beserta sesuatu tersebut"
Sungguh tidak ada keraguan dari Khulafaur Rosyidin terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau
Mungkinkah mata manusia hina sepertiku dapat melihat dan memandang-Mu
Aku bertaubat kepada Engkau jika permintaanku yang melampaui batas

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Ya Tuhan
Ini lah suluk rinduku kepada-Mu
Susah di ungkapkan tapi ingin ku ungkapkan

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu
Allah

*Note : Saya terpaksa harus melanggar ketentuan yang saya buat sendiri untuk tidak menyamakan isi tulisan di http://miftakhzein.blogdetik.com dan http://www.zenshifu.com karena saya sangat menyukai sajak yang saya buat ini. Namun ada bagian yang saya tambahkan dan perbaiki. Karena seperti ada yang memanggil-manggil dari sajak ini agar di perbaiki dan di tampilkan disini :)