Tag Archives: cerpen

Share This :

"Ada apa denganmu?” Suara lembut itu kembali membuat Rayya termenung berpikir. Padahal kepalanya sudah pusing dan lelah dengan semua kejadian yang dialaminya.

"Aku capek." Rayya menyahut cepat.

Hembusan angin membelai rambut indahnya. Rayya terdiam kembali, matanya menatap kosong secangkir moccacino hangat yang baru di hidangkan. Kemudian Arya melanjutkan pembicaraannya.

"Apakah menurutmu semua kejadian yang kau alami adalah sebuah kebetulan semata?"

"Apa kau kira orang-orang yang kau temui selama ini adalah sebuah hal yang wajar saja"

"Kebetulan adalah kesengajaan Tuhan yang belum kita ketahui maknanya. Yang terlihat kebetulan adalah ujung dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, baik yang direncana maupun tidak. Kebetulan bisa terjadi karena campur tangan manusia, dan bisa jadi, lebih dari itu, kekuatan di luar manusia, kekuatan yang menciptakan manusia."

"Tapi aku lelah." Rayya menatap arya sejenak, kemudian keluarlah apa yang selama ini dia rasakan.

"Aku ingin istirahat sejenak dari rutinitas ini. Aku ingin istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia ini. Aku ingin istirahat sejenak melepas lelah yang sedang kurasakan. Aku ingin istirahat walau hanya sekejap. Aku lelah"

"Sebenarnya apa yang kau cari? Apa yang kau inginkan? Untuk menemukan saja gak akan cukup sepanjang umur, apalagi untuk mencari. Kita harus menyerahkan diri/tawakkal kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang membimbing kita, memperjalankan kita, seperti saat Nabi Muhammad diperjalankan dari masjidil harom ke masjiidil aqso dan kemudian ke sidratul muntaha."

"Jika kita sudah di perjalankan oleh Tuhan, maka segala semua kehidupan kita akan dijamin oleh-Nya. Dalam perjalanan kita menemukan berbagai peristiwa, pembelajaran dalam hidup untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia."

"Istirahat boleh, tapi jangan sampai tidak punya tujuan. Live life like a butterfly, take a rest but never forget to fly" Arya mengakhiri obrolannya dengan Rayya. Dan Arya pun harus bergegas pergi karena namanya telah di panggil oleh petugas bandara...

Kadang semesta seakan bergerak lambat jika kita menyadari bahwa orang-orang dan kejadian di masa lalu akan menjadi pelajaran untuk mempersiapkan bertemu dengan orang-orang yang seirama dan tulus di masa depan.

Seperti puzzle, merangkai, mensinkronkan segala yang ditemukan dalam hidup ini. Istirahat sejenak, itu akan membuat kita melihat semuanya secara jelas.

butterfly

12 Comments

Share This :

Doni memandangi langit-langit kamarnya. Bibirnya tak bisa berhenti tersenyum dan tertawa. Sebentar tertawa kemudian tersenyum. Berbaring kekiri, pindah ke atas, berbaring kekanan, lalu pindah lagi keatas. Kalau tempat tidurnya selebar lapangan, mungkin dia akan berguling-guling sambil tertawa mirip orang gila. Ternyata pemuda ini sedang bahagia, dan rupanya bahagia itu beda tipis dengan gila.

Dia tidak sabar menunggu pagi tiba. Pikirannya sudah melayang-layang membayangkan apa yang akan di lakukannya besok. Besok adalah hari yang telah lama ditunggu. Bagi sebagian orang mungkin hal ini sederhana, namun bagi doni ini sangat membahagian. Ayahnya akan membelikan sebuah sepeda motor. Setelah perjuangan dan kerja keras, akhirnya doni mendapatkan impiannya.

Pak Jun adalah sosok ayah yang sangat di kagumi dan di idolakan oleh doni. Beliau adalah ayah yang tidak akan mengabulkan keinginan anaknya dengan mudah. Bukan berarti tidak sayang, tapi Pak Jun ingin memberi sebuah pelajaran terhadap anaknya bahwa kalau mau mendapatkan sesuatu yang di inginkan, maka harus ditempuh dengan perjuangan.

Hidup ini butuh perjuangan, semua butuh pengorbanan, jika ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan - AgnezMo

Seperti saat ini misalnya, untuk mendapatkan sebuah sepeda motor maka Pak Jun tidak begitu saja mengabulkan permintaan doni. Kalau mau, pak jun bisa saja dengan mudah membelikannya saat itu juga. Tapi itu tidak dilakukannya. Beliau ingin melihat dan menguji sejauh mana doni akan berjuang untuk mendapatkannya.

Saat itu Pak Jun dan doni sedang menonton siaran langsung MotoGP, ditemani dengan kopi dan gorengan hangat buatan Ibu Jun. Siaran langsung MotoGP pun selesai dengan kemenangan oleh Marc Márquez. Lalu muncullah iklan sebuah sepeda motor dari Honda.

"Wah, kayaknya kalau punya sepeda motor enak ya pa?" doni mulai menyeletuk

"Apa enaknya?" pak jun menimpali

"Ya kan bisa kemana-mana gitu pa. Lebih irit, lebih ramping, jadi gak kena macet."

Pak jun diam sebentar sambil menikmati kopi dan hidangan pisang goreng buatan istrinya. Srupuut... nikmat sekali rasanya kopi sore itu.

"Kamu mau?"

"Ya jelas mau donk" jawabnya mantab. Bagaikan menerima umpan lambung yang matang, doni memberikan tendangan terbaiknya untuk menembus gawang lawan.

"Oke, tapi ada syaratnya." pak jun kembali memancing doni.

"Siapa takut. Perjanjian antar lelaki ya pa" Doni menerima tantangan ayahnya sambil tersenyum cerah. Tatapan matanya memancarkan kegembiraan.

"Apa syaratnya pa?"

"Hmmmm.... sebentar papa pikir dulu." sambiil menutup mata dan meluruskan tubuhnya.

Doni hanya bengong mengamati sambil tak sabar menunggu persyaratan dari ayahnya. Di dalam hati ia berdoa agar ayahnya kehilangan ide untuk memberikan syarat yang berat. Tapi sepertinya Tuhan tidak berkenan mengabulkan doa doni.

"Syarat pertama..." bersamaan dengan Pak Jun membuka mata, beliau langsung berbicara dengan tegas.

"Kamu harus punya SIM dulu. Syarat Kedua kamu harus mendapatkan nilai tertinggi di akhir semester. Syarat ketiga..."

Pak jun sengaja diam agak lama, doni hanya diam menunggu. Tapi dia sudah membayangkan apa yang akan dilakukannya untuk memenuhi syarat satu dan syarat dua. Syarat pertama tidak ada masalah, itu adalah hal gampang. Dia tinggal mengajak temannya yang sudah mempunyai SIM untuk menemani dan memberikan bocoran test apa saja yang akan dilakukan untuk mendapatkan SIM. Syarat kedua juga pasti bisa dilalui nya. Doni merupakan anak yang cerdas. Teman-teman nya selalu minta bantuan doni jika ada tugas-tugas yang rumit. Dia selalu jadi rujukan jika menyangkut pelajaran. Namun syarat ketiga ini....... Dia belum ada bayangan, apa yang akan di katakan oleh ayahnya. Sepertinya berat.

"Syarat ketiga... kali ini papa agak ekstrim. Papa ingin kamu mempresentasikan, merk apa yang kamu inginkan, tipe motor apa, jenisnya, kenapa kamu menginginkan motor ini, keunggulannya apa?"

"Waw... syaratnya ngeri amat pa. Kayak presentasi pengajuan dana aja" Doni tampak mengernyitkan dahi sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.

"Bagaimana? Berani menerima tantangan?" Pak Jun kembali bertanya kepada doni meminta ketegasannya.

"Oke pa! siapa takut. Deal!" Doni mengulurkan tangannya mengajak ayahnya bersalaman, tanda persetujuan diantara dua lelaki.

"Deal!" Pak Jun menjabat tangan doni, dan tanpa instruksi keduanya pun tertawa bersamaan. Ibu Jun yang sedari tadi menguping pembicaraan suami dan anaknya itu hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.

Kejadian itu sudah sudah tiga bulan yang lalu, sambil menerawang menatap dinding kamarnya. Doni hanya tertawa geli mengingatnya. Dia sudah memenuhi syarat satu dan syarat dua yang diminta oleh ayahnya. Syarat ketiga baru terpenuhi 3 hari yang lalu. Setelah melakukan presentasi di depan ayahnya. Akhirnya dipiihlah Honda CB150R Streetfire. Bukan masalah mudah bagi doni untuk mempertahankan pilihannya itu, karena Pak Jun benar-benar menguji pengetahuan Doni tentang CB150R Streetfire ini. Namun Doni telah mempersiapkan segalanya dengan matang. Dia melakukan pencarian di search engine, youtube, mencari brosur, mendatangi pameran motor, membaca tabloid motor dan entah sudah berapa blog dan website yang ia baca untuk mendapatkan informasi.

Dua minggu yang lalu dia masih bingung mau motor jenis apa. Namun yang pasti, Doni memilih merk HONDA. Entah kenapa doni begitu menyukai merk yang mempunyai tagline 'ONE HEART' atau 'SATU HATI' itu. Bahkan di dinding kamarnya terdapat poster besar Dani Pedrosa sedang berdiri di samping motornya. Pembalap idolanya yang berada pada Repsol Honda Team. Bahkan dua hari yang lalu dia memasang poster baru Marc Marquez.

marc-marquez-and-dani-pedrosa

Setelah melalui research yang matang, akhirnya doni mantab memutuskan untuk memilih CB150R Streetfire. Doni membaca di salah satu blog bahwa Honda mengeluarkan motor baru dan ditunjukkan pertama kali pada ajang Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2012 tanggal 31 Oktober 2012. Ia tertarik karena tagline nya yang eye catching 'Motor Canggih, Irit dan Advance'. Membaca tagline itu doni berpikir bahwa inilah motor yang ia cari, dengan mantab ia pun memilih CB150R Streetfire. Dan puncaknya adalah tiga hari yang lalu, saat doni presentasi di depan ayahnya.

"Pa, aku sudah memutuskan untuk memilih Honda CB150R Streetfire"

"Apa alasannya?"

"Honda CB150R Streetfire merupakan bintang baru motor sport yang memadukan desain gaya terbaru, performa tertinggi di kelasnya serta memiliki berbagai fitur canggih hasil inovasi teknologi terkini. Motor ini merupakan tunggangan favorit bagi yang merasa tertantang nyalinya untuk membangkitkan adrenalin petualang dalam jiwanya"

logo_cb150r-01

"Bisa cepat gak? Jangan-jangan performanya jelek nih"

"Weits.... Tunggu dulu, coba lihat ini. Honda CB150R StreetFire diperlengkapi mesin 150cc, 6 speed, dan DOHC yang sanggup mengoptimalkan tenaga 12,5 kW (17,00 PS)/10.000 rpm dan torsi maksimum 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/8.000 RPM. Kecepatan maksimal mencapai 122 km/jam, dengan akselerasi 0-200 meter ditebus dalam waktu 10,6 detik.

Mesin_CB150R
Dengan menggunakan mesin tersebut akan menghasilkan performa berlimpah di setiap kondisi perjalanan,
Teknologi 4-valve membuat proses kerja mesin menjadi lebih presisi, khususnya pada putaran tinggi sehingga pembakaran lebih sempurna, suara mesin lebih halus dan performa lebih baik. Gimana tuh pa, manteb kan?"

Engine_CB150R

"Wah, kalau cepat seperti itu bagaimana dengan aspek keselamatan dan keamanannya?"

"Jangan kuatir pa, CB150R Streetfire memiliki Rem cakram depan dan belakang. Jadi menghasilkan tenaga pengereman yang sangat memadai untuk semua kondisi perjalanan. Pokoknya meningkatkan aspek keselamatan."

cakram_CB150R
"Velg racing palang enam berpola bintang dengan penampang palang berbentuk U yang lebih tebal (lebih rigit, solid dan stabil). Jadi tampil sporti sekaligus lebih aman dan praktis. Bannya juga sudah tubeless. Untuk keamanan, CB150R Streetfire dilengkapi pengaman kunci bermagnet." Doni kembali menjelaskan.

velg_ban_CB150R

"Keren juga nih motor don, cepat dan aman. Tapi tunggu dulu, jangan-jangan nanti motornya berat, terus kalau di jalan berlubang gitu goncangannya kasar. Bisa jatuh ntar."

"Oh, itu sih sudah dipikirin sama profesor-profesor yang ada di honda pa. hehehe. Hal ini telah di design sedemikian rupa pada bagian Rangka dan Suspension. Honda CB150R Streetfire menggunakan desain baru rangka tipe Truss Frame/Trellis yang inovatif, dirancang khusus untuk menunjang mesin dan memaksimalkan kinerja sistem suspensi Pro-Link yang mampu mengurangi getaran mesin secara optimal sehingga menghasilkan kestabilan, kelincahan serta kenyamanan selama berkendara"

Rangka_CB150R

"Dengan menggunakan sistem suspensi Pro-Link layaknya CBR 250R memungkinkan guncangan pada tempat duduk terasa lebih lembut melalui mekanisme kerja yang lebih progresif dan memiliki kemampuan tinggi dalam menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi jalan. Jadi, kalau sedang berkendara di jalan dengan aspal yang tidak mulus mulus atau di jalan berlubang tentu fitur ini akan menjadi pertimbangan utama. Begitu pa..."

pro-link-cbr

suspension_cb150r

"Kalau nanti BBM nya boros papa nggak mau lho" Pak Jun menimpali. Dan diskusi ini pun berlangsung makin seru. Karena ternyata doni sangat paham dengan motor ini. Pak Jun heran juga dengan doni yang mampu menguasai seluk beluk CB150R Streetfire.

"Walaupun motor sport, tetapi CB150R Streetfire menggunakan Teknologi PGM-FI, sehingga bahan bakar lebih ekonomis dan mengurangi tingkat pencemaran / polusi udara. Jadi selain irit juga ramah lingkungan pa."

BBM_CB150R

"Oke, fitur-fiturnya top benget ini. Papa pengen tahu warnanya apa aja?"

"Kalau untuk warna, saat ini CB150R Streetfire ada 4 pilihan warna yang keren, yaitu: Astro Black, Speedy White, Furious Red, dan Lightning White. Dengan berbagai keunggulan dan adanya bermacam warna yang memikat tersebut. Tentu akan mudah dalam memilihnya. Kalau doni mau yang warna merah pa. Hahaha..."

cb150r-streetfire

"Sepertinya ini menjadi motor yang akan selalu di hati ya?"

"Pastinya pa... Motor Canggih, Irit Dan Advance"

"Jadi gimana pa?"

"Apanya yang gimana?"

"Boleh nggak?"

"Setelah mengetahui spesifikasi rangka, mesin dan keunggulan dari CB150R StreetFire ini menurut papa ini adalah motor yang istimewa. Benar- benar Motor Canggih, Irit dan Advance. Oke, hari minggu kita ke dealer"

"Horeeee...."

Pak jun dan bu jun hanya tertawa saja melihat anak mereka gembira karena akan mendapatkan motor impiannya. Doni pun puas, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja - Plato

"Terima Kasih pa, Terima kasih ma" Doni berbisik lirih atas kebaikan orang tuanya. Dan dia pun tertidur, berharap hari ini cepat berlalu agar besok bisa segera ke dealer. Dia sudah tidak sabar untuk mengendarai motor idamannya yang Canggih, Irit Dan Advance. CB150R Streetfire.

-TAMAT-



Daftar Pustaka :
- Bengkel Sepeda Motor
- Honda Indonesia
- KASKUS
- Moto Malaya
- Rider TUa