Tag Archives: marketing

Share This :

Pembukaan rekening secara online merupakan salah satu langkah dalam terwujudnya Branchless Banking. Pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mencanangkan program Financial Inclusion. Disitu disebutkan bahwa masih terdapat 60% penduduk indonesia yang belum tersentuh oleh layanan perbankan. Financial Inclusion sebagai strategi dalam transaksi keuangan tanpa batas dan menyeluruh. Strategi ini dilakukan berdasarkan kondisi masyarakat yang banyak menggunakan mobile phone karena dirasa sangat memudahkan dalam bertransaksi keuangan dari mana saja.

Untuk itu Bank Sinarmas menyediakan layanan Buka Tabungan Online Bank Sinarmas. Cara buka tabungan ini cukup memerlukan akses internet dan dilakukan via online. Cara ini merupakan cara praktis buka tabungan. Yaitu membuka rekening tanpa harus datang ke kantor bank

A. Keuntungan membuka rekening online Bank Sinarmas

  1. Cukup dilakukan dalam 6 Langkah
  2. Tidak perlu datang ke Bank
  3. Memiliki banyak promo dan bonus
  4. Memiliki fasilitas Internet Banking. Selain proses pembukaan rekening secara online, nasabah Bank Sinarmas juga dapat melakukan registrasi internet banking secara online (token gratis)

B. Prosedur membuka rekening Sinarmas Bank

1. Membuka alamat url bank sinarmas :Bank Sinarmas, Buka tabungan via online .
2. Klik Apply Now

e8dae0194a9ee5bafac6564ad83fb557_1_sinarmas

3. Masukkan Nama lengkap

fa8b455f7e009a46772901a8b647315f_2sinarmas

4. Masukkan Tanggal Lahir

1ad4909259ea1d1a2e6257fd7f1fae00_3sinarmas

5. Masukkan Nomer KTP, nama ibu kandung, kode pos

1118c20839235d89c3404608616759b3_4sinarmas

8. Masukkan nomer Handphone Dan Email

51c27132f00a63bcfd17544b5f5e8fb2_5sinarmas

9. Klik Persetujuan, Jangan lupa dibaca dulu kemudian Apply

1467d47942b268239692d4a3c3530528_6sinarmas

10.Setelah itu kita akan mendapatkan nomer aplikasi

nomoraplikasi_sinarmasakhir

11. Dan selesailah proses pembukaan tabungan online Bank Sinarmas ini

Untuk lebih mudahnya anda dapat melihat video yang sangat bagus dari Team Digital Banking Bank Sinarmas tentang cara membuka rekening tabungan online berikut ini

Selain proses pembukaan rekening secara online, nasabah bank sinarmas juga dapat melakukan registrasi internet banking secara online (token gratis)
C. Kerja sama Sinarmas Bank

Bank Sinarmas memilik banyak kerjasama. Diantaranya adalah dengan Lion Air, yang memberikan fasilitas berupa free bagasi bagi pengguna Bank Sinarmas.

Jadi tungu apalagi, ayo melakukan pendaftaran tabungan online di Bank Sinarmas

4 Comments

Share This :

Cuci motor adalah sebuah hal yang biasa dan lumrah saat ini. Namun ada yang menarik saat saya mencuci motor. Yaitu ketika saya iseng muter-muter daerah kuningan dan melihat sebuah tempat cuci motor yang cukup ramai. Maka saya pun memutuskan untuk 'ikutan' mencuci motor disitu.

Saat saya melihat proses yang ada disini saya agak kaget dan kagum. Karena proses yang dilakukan untuk mencuci sebuah motor sangat berbeda dengan cuci motor kebanyakan yang pernah saya temui. Entahlah, ini karena saya yang katrok dan kurang gaul atau bagaimana. :Peace:  Tapi yang pernah saya temui, walaupun itu adalah sebuah tempat cuci motor yang besar, biasanya satu motor akan ditangani oleh satu atau dua orang. Dari awal proses pembasuhan sampai selesai yaitu pengeringan. Dan jika ada motor lain yang datang, maka akan dilayani oleh orang yang berbeda atau menunggu antrian sampai motor yang sedang dikerjakan selesai. Sehingga satu/dua pekerja akan bertanggung jawab terhadap satu motor dari awal sampai selesai.

Nah, ditempat ini sungguh berbeda. Karena satu motor akan di tangani oleh 6 orang pekerja. :matabelo: Dengan cara masing-masing proses ditangani oleh orang-orang yang berbeda. Jadi, pekerja tidak bertanggung  jawab pada satu motor, tapi pekerja bertanggung jawab terhadap sebuah proses.  :cendols Jika di buat detail, maka prosesnya adalah seperti ini :

1. Pemindahan motor ke tempat cuci.
Tempat tersebut menggunakan hydrolic lift, yang memudahkan membersihkan seluruh bagian motor termasuk bagian bawah yang sulit dijangkau oleh cuci motor tradisional. Satu orang bertanggung jawab untuk memindahkan motor dari tempat parkir menuju hydrolic lift. Dia juga bertanggung jawab untuk memindahkan motor setelah selesai dicuci dari hydrolic lift menuju tempat pengeringan.

2. Pembasuhan air.
Dengan menggunakan compressor/steam wash untuk menghasilkan daya semprot air yang tinggi. Motor yang telah ditempatkan di hydrolic lift akan disemprot dengan air dari compressor untuk menghilangkan kotoran. Satu orang pekerja bertanggung jawab untuk melakukan hal ini. Dia bertanggung jawab untuk membasahi motor.

cucimotor_semprot

3. Pencucian motor.
Setelah motor basah, maka selanjutnya adalah pencucian motor menggunakan sabun dan juga kain kanebo. Ini adalah pekerjaan inti dan yang paling lama dari pencucian motor. Untuk itu, pekerja yang bertanggung jawab adalah dua orang pekerja. Mereka membasuh seluruh permukaan motor, setelah itu mulailah menggosok bagian kaki-kaki dan bagian mesin, ban, pokoknya seluruh body motor di bersihkan tanpa ampun.

cucimotor

4. Pembilasan motor.
Motor yang telah dicuci selanjutnya dilakukan pembilasan. dengan cara menyemprotkan air seperti pada proses nomer dua (2).  Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang sama seperti yang telah saya sebutkan. Pekerja bertanggung jawab terhadap proses penyemprotan air di awal dan di akhir.

5. Pemindahan motor ke tempat pengeringan.
Motor yang telah selesai di bilas, akan dipindahkan ke tempat pengeringan. Pekerja yang bertanggung jawab adalah pekerja yang sama pada proses nomer satu (1)

6. Pengeringan.
Selanjutnya motor akan dikeringkan menggunakan lap dan disemprot dengan angin bertekanan tinggi (seperti pada pengisian angin ban) untuk mengeringkan rongga-rongga yang basah dan tidak terjangkau oleh kain lap. Kemudian setelah itu di poles supaya mengkilat dan wangi. Proses ini dilakukan oleh dua orang pekerja.

Begitulah detailnya, jadi satu motor bisa ditangani oleh 6 orang pekerja. Namun mereka bertanggung jawab terhadap satu proses. Menurut pandangan saya, cara pencucian model seperti itu sangat efektif, karena masing-masing pekerja sudah tahu tugas dan porsinya masing-masing. Mereka tidak akan berebut atau terjadi iri-irian ketika pelanggan sedang sepi maupun sangat ramai. Dan waktunya pun lebih cepat. Profesional bangeeett....

Yang menarik lagi, dengan manajemen seperti ini. Awalnya saya bingung, bagaimana cara memberi meraka tips???? :confused: Kalau satu/dua orang yang nyuci sih gampang ngasihnya. Lha ini ada 6 orang sekaligus. Bagaimana caranya?? :gila: Ah, ternyata pemiliknya sudah memikirkan hal itu, saya lihat di meja pembayaran ada kotak khusus yang bertuliskan "Uang tips, masukkan sini" Saya tersenyum melihat kotak itu, dan membatin dalam hati "pemiliknya pasti sangat jago". Hal tersebut sudah dipikirkannya. Namun masih ada yang kurang, yaitu tempat tunggu kurang nyaman, tapi yah lumayan menyenangkan hari ini. Motor bersih plus dapat ilmu baru. Saya menyebutnya "Manajemen Cuci Motor" Well done :cool:

*pic by :
- www.ciricara.com
- www.otomotifnet.com

Share This :

WALAUPUN hanya mendapatkan job untuk memberikan pelatihan kepada mantan anak buah di divisi distribusi Sampoerna, itu sudah cukup bagus. Saat menangani job itu, selama setahun saya harus keliling Indonesia, mengunjungi seluruh region yang dulu saya buat strukturnya.

Saya tahu persis apa yang mereka sudah tahu dan jago. Dan, apa lagi yang sebenarnya mereka butuhkan. Mereka adalah para "jago lapangan", mulai tingkat salesman, supervisor, hingga manajer.

Mereka tahu persis bagaimana menjalankan pengecekan stok langganan sambil menawarkan barang untuk diorder. Mereka juga sudah terbiasa memasang merchandise seperti poster, stiker, dan alat-alat promosi lain di retailer. Mereka juga jeli melihat perkembangan promosi para pesaing. Selain itu, mereka cekatan untuk bertanya dan mencatat omzet berbagai merek besar untuk perkiraan market share. Itu yang dikerjakan para salesman.

...continue reading

Share This :

PERJALANAN awal MarkPlus Professional Service tidak semulus yang saya kira. Padahal, personal brand awareness saya sudah cukup tinggi berkat menulis di Jawa Pos tiap Rabu (sejak masih di PT Panggung Electronic Industries dan dilanjutkan ketika di Sampoerna). Personal brand association saya juga sudah sangat "tajam", karena selalu dan hanya menulis dari "angle" marketing. Kalau dihitung secara kasar saja, tiga tahun berturut-turut waktu itu berarti sudah 150 tulisan marketing saya keluar di Jawa Pos.

Kehadiran saya di Rotary Club Surabaya Rungkut pun membantu terjadinya network. Di sanalah saya mulai menawarkan diri untuk bicara secara "gratis" di perusahaan-perusahaan teman saya. Itu pun susah!

Mereka suka membaca tulisan saya karena mudah dicerna, tapi tak mau spend waktu untuk anak buah. Mereka takut kalau saya hanya omong kosong. Untungnya, waktu itu, saya punya kegiatan lain. Yaitu, mengajar secara part-time di Fakultas Ekonomi Ubaya bersama mantan pembimbing skripsi saya di situ, Pak Henky Supit, yang sekarang profesor. Selain itu, saya mengaktifkan diri di Indonesia Marketing Club atau IMC Cabang Surabaya. Pokoknya, supaya kelihatan sibuk, saya harus pergi keluar rumah setiap hari!

...continue reading

Share This :

MarkPlus adalah Marketing Plus! Hal itu terlihat di logo pertama yang saya buat. Ada sembilan kotak bujur sangkar kecil yang saya susun tiga kali tiga.

Pada tiga kotak pada baris paling atas, saya pasang huruf M-A-R. Pada tiga kotak pada baris kedua, saya taruh K-E-T. Susunan huruf pada baris terakhir adalah I-N-G. Jadi, kalau dibaca: MAR-KET-ING.

Untuk menggambarkan Plus, saya mainkan warna hitam dan putih. Di baris atas, huruf M warna hitam dengan latar belakang putih. A warna putih di atas kotak hitam dan R warna hitam di atas putih. K-E-T ketiganya putih di atas kotak-kotak hitam. Akhirnya, balik lagi seperti baris pertama, I hitam di atas putih, N putih di atas hitam, dan G hitam di atas putih.

Dengan demikian, latar belakang MAR-KET-ING akan terbaca sebagai black cross.

...continue reading

Share This :

TERUS terang, hari-hari pertama setelah saya mendirikan MarkPlus Professional Service di Surabaya pada 1 Mei 1990, saya gelisah. Biasanya naik Toyota Crown Salon, lantas naik Toyota Corolla. Cicilian lagi! Baru kasih uang muka Rp 20 juta dan ngutang 24 bulan. Itu pun belum pasti bisa bayar lunas.

Kartu nama yang semula direktur PT HM Sampoerna menjadi MarkPlus Professional Service tanpa jabatan. Malu soalnya. Masa ditulis direktur atau managing director, gak punya karyawan sama sekali. Perusahaan satu orang atau one man show.... Alamatnya dari pabrik Sampoerna di SIER ganti ke alamat rumah Taman Prapen Indah C 8.

...continue reading

Share This :

SAYA sudah menulis tentang tiga "guru" saya itu sebelum mulai MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya. Ketiganya sangat berbeda, tapi ketiganya sangat sama. Lihat saja.

Dahlan Iskan, bekas wartawan, asal Magetan, lulus IAIN jurusan hukum. Setelah jadi kepala Biro Tempo di Surabaya, dia ditunjuk untuk memimpin Jawa Pos yang waktu itu "hidup susah, mati segan". Setelah membesarkan Jawa Pos Group ke seluruh Indonesia, dia mencoba masuk ke berbagai bisnis lain.

Tidak semua bisa sukses sebesar Jawa Pos Group yang di media. Tapi, Pak Dahlan memang ingin menunjukkan kepada orang bahwa dia tidak hanya bisa di bisnis media. Dia selalu menyukai tantangan. Pada waktu ini, banyak orang yang berharap dia berhasil di PLN. Kayak sebuah mission impossible. Itulah Dahlan Iskan.

...continue reading

Share This :

SATU hal yang saya lihat konsisten pada diri Pak Ciputra sejak dulu sampai sekarang ialah entrepreneurship. Beliau percaya bahwa inilah yang akan membawa Indonesia maju. Tanpa entrepreneurship, sebuah negara tidak akan maju.
Menurut Pak Ciputra, paling tidak lima persen penduduk sebuah negara haruslah berjiwa pengusaha. Jadi pengusaha sungguhan atau tetap bekerja pada orang lain, tapi punya jiwa pengusaha. Buat saya, kalau Anda karyawan tapi menganggap perusahaan tempat Anda bekerja sebagai perusahaan sendiri, dampaknya akan lain. Bukan cuma pada perusahaannya, tapi terutama pada diri sendiri. Itu yang kurang disadari orang.

Banyak yang berpikir bahwa dia merasa "rugi" kalau menganggap perusahaan tempat dia bekerja kayak perusahaan sendiri. "Kok enak..rugi dong aku...nanti aja kalau aku sudah punya perusahaan sendiri, baru begitu..." Itu alasan orang yang gak mau jadi intrapreneur.

...continue reading

Share This :

MAKNA entrepreneurship memang tidak harus selalu diterjemahkan jadi "pengusaha". Bahkan ada suatu riset yang menemukan bahwa orang yang mulai usaha tanpa persiapan yang matang akan gagal. Sudah banyak contohnya. Seorang eksekutif yang hebat dari perusahaan besar.swasta atau multinational bahkan BUMN gagal setelah kerja sendiri. Ketika kerja di suatu perusahaan sebagai professional, seorang eksekutif hanya ngurusin bidangnya. Yang penting, KPI atau Key Performance Index harus diperhatikan. Sebab disitulah dia dinilai, di evaluasi, dipromosi, dan sebagainya.

Biasanya gak peduli pada fungsi lain. Balikan seringkali.saling menjatuhkan untuk "naik" ketangga lebih tinggi yang lebih "menyempit" jalannya.Yang penting bisa mcmanajemeni atas, bawah, dan samping ! Saya sengaja menyebut kata "atas" pertama kali.karena banyak yang eksekutif yang pintar "manage his or her boss" tapi lupa "bawah". Bila perlu diinjak sekalian !

Memanajemcni "tengah" atau "Managing peers" juga sering harus dilakukan untuk mendapat support dari teman-teman selevel. Baru setelah itu, memanajemeni anak buah. Padahal, mestinya yang ke bawah ini yang harus dilakukan dengan baik dulu. Baru ke tengah dan ke atas. Tapi, gerakan "menjilat ke atas" dan "menginjak ke bawah" lali yang sering kejadian.

...continue reading

3 Comments

Share This :

SELAMA saya bekerja di Sampoerna, saya tetap memelihara kontak dengan Pak Ciputra. Setiap ke Jakarta, saya berusaha menemui beliau.

Saya juga mengikuti terus apa yang dipelopori oleh ''sang pelopor'' di industri properti itu. Salah satu pelajaran yang saya tidak bisa lupa adalah pernyataan beliau kepada pelanggan.

Apa itu? ''Janji adalah utang! Karena itu, janji harus dibayar!'' Itu kan pas dengan konsep dasar Customer Satisfaction atau Kepuasan Pelanggan. CS 101!

Ketika orang berpikir bahwa service adalah ''keramahan'' atau ''senyum'', maka kenyataannya bukan begitu. Ada banyak orang yang berpikir bahwa service adalah ASS atau after sales service. Apalagi, di industri otomotif ada istilah ''3S'' (sales, service, and sparepart)!

Kalau sudah begini, arti service itu menjadi ''kecil''. Sebab, divisi sales bertanggung jawab jualan produk. Service untuk ASS, sedangkan sparepart yang menyiapkan suku cadang. Padahal, pengertian service bukan seperti itu.

Menurut riset intensif yang dilakukan Leonard Berry, Valarie Zeithaml, dan Parasuraman, mereka menemukan bahwa elemen terpenting dalam service adalah reliability. Deliver what you have promised! Berikan apa yang Anda sudah janjikan!

Statemen Pak Ciputra ketika itu bahkan lebih keras lagi yang mengatakan bahwa janji adalah utang! Berarti, kalau Anda sudah janji, sudah langsung utang! Padahal, waktu itu, CS masih istilah baru di dunia marketing. Astra yang merupakan the best managed company pun di Indonesia baru mulai belajar konsepnya. Secara umum, orang yang bekerja di industri service sadar duluan tentang CS ini. Simpel saja....

...continue reading