Tag Archives: renunganku

Share This :

Suatu ketika di hari jumat, di saat akhir khobah ke 2 jumat. Sebagaimana selalu di bacakan oleh para khotib sebuah kalimat yang sebelumnya terasa biasa saja bagi saya. Penggalan ayat dari sebuah surat al-ankabut 45, yaitu "WA LAA DZIKRULLOOHI AKBAR". Sejenak menjelang berdiri untuk melakukan sholat jumat, seseorang di samping saya berbisik kepada saya "Wa Laa Dzikrulloohi Akbar, coba kamu cari arti, makna dan mungkin jika dapat rahasianya". Agak kaget juga saya, tapi kemudian tersenyum. Ya mau apa lagi selain tersenyum. Setelah sholat jumat, saya jadi kepikirin apa maksudnya. Selama ini bagi saya kalimat itu sebuah kalimat yang biasa. Namun tiba-tiba kalimat itu menjadi sesusatu yang luar biasa. Entah kenapa.

Perjalanan mencari makna kalimat tersebut lumayan lama juga, dan akhirnya terbuka juga walaupun belum 100%. Mungkin Allah belum memberi ijin untuk mengetahuinya secara menyeluruh. Perjalanan mempertemukan saya dengan Mas Abang (Alm. Andi Bombang). Sepertinya ini berhubungan dengan Ingat dan di ingat. Begini yang dia sampaikan.

Diingat sama kekasih/pacar saja rasanya menyenangkan. Apalagi di ingat oleh Allah. Pasti sangat luar biasa.

Namun, bagaimana caranya agar di ingat oleh Allah?

Dibatas kata, manakala kita mengingat Allah, maka itulah tanda kongkrit yang dapat dirasakan bahwa Dia pun mengingat kita. Fadzkuruunii adz-kurkum; ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Demikian sabda-Nya, pada Al-Baqarah 152.

Sekilas, urusan ingat ini boleh jadi terkesan perkara sepele. Wong cuma ingat saja kok, apa susahnya?
Masak ibadah sebegini ragamnya cukup dengan ingat?
Mungkin begitu pertanyaan yang akan muncul. Namun masih ada pertanyaan yang lebih penting.

Pertanyaannya adalah dari sekian banyak jumlah manusia (dan jin), sekian gelintir diantaranya mengingat Allah dan sekian banyak yang melalaikan-Nya, kita termasuk yang mana? Nah, kepada mereka yang pada adanya tidak banyak itu, sadarkah bahwa apa yang berlaku ini merupakan anugerah yang nyata dari-Nya? Sebab, yang belum dikaruniai ini, ya belum juga hendak mengingat-Nya; walau dibagaimanakan.

Dan, walaa dzikrullaahi akbar; sesungguhnya mengingat Allah itu adalah lebih utama. Demikian sabda-Nya dalam Al-Ankabuut 45.
Mengapa lebih utama?
Karena inilah syaratnya, harus ada ini agar apa yang disebut sebagai ibadah itu dapat benar-benar bermakna ibadah.
Kalau tidak bersama dengan ini, namanya boleh ibadah, namun entah maknanya.

Mungkin itu sedikit dari rahasia "WA LAA DZKIRULLOOHI AKBAR", masih ada lagi yang lain yang rasanya belum mampu untuk saya ungkapkan. Wallahua'lam bisshowab..

Yaa Allah… Ajari aku ilmuMu…
Ajari aku untuk selalu mengingatMu..
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

Share This :

Adakah persamaan antara Hati dengan Radio atau Telepon Seluler?

Saat saya masih kecil ditahun 90an, saya takjub dengan adanya telepon. Hanya dengan menggunakan kabel saja, suara yang jaraknya ratusan kilometer bisa di transfer dengan cepat. Agak besar sedikit, saya takjub dengan adanya handphone atau telepon seluler, tanpa adanya penghubung yang namanya kabel, kita bisa ber-sms-an dan mendengarkan suara yang jaraknya ratusan kilometer. Bagaimana bisa benda segiempat kecil seperti itu bisa mengeluarkan suara orang yang keberadaannya entah dimana. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Saya juga takjub dengan radio, nenek saya hoby mendengarkan radio. Nenek paling sering mendengarkan ceramah KH. Zainudin MZ tiap jam 5:00 abis shubuh. Kaset yang di-play oleh operator yang jaraknya puluhan kilometer itu bisa di dengarkan suaranya dari rumah. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Itulah kehebatan teknologi, yang awalnya di salurkan lewat kabel saat ini disalurkan lewat udara. Manusia-manusia modern saat ini sudah memiliki pengetahuan bahwa sebuah handphone memiliki frekuensi sekian dan kemampuan menangkap sinyal lalu mengubah paket suara menjadi paket data lalu dikonversi lagi menjadi paket suara-akhirnya sampai ke penerima.

Demikian juga dengan radio, saat kita melakukan scanning atau memutar tuning. Kita mencari-cari frekuensi yang dipancarkan oleh pemancar radio. Begitu berhenti di frekuensi yang pas, kita bisa langsung mendengarkan siaran radio saat itu juga.

Intinya adalah apa yang dikirim akan diterima, apa yang dipancarkan akan ditangkap karena memiliki frekuensi yang sama.

Frekuensi_Hati

Saat ini kita tahu tentang adanya resonansi, yaitu bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Lebih simpelnya bisa juga dengan istilah tertular getaran frekuensi. Resonansi hanya bisa terjadi jika kedua benda memiliki frekuensi yang sama.

Hati adalah tempat terjadinya resonansi.

Pada suatu hari, entah kenapa saya sangat ingin sekali pulang kerumah. Namun saat itu kondisi keuangan sedang mepet. Tidak cukup untuk membeli tiket pulang pergi Jakarta - Surabaya. Keinginan saya untuk pulang sangat kuat, sehingga membuat saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan rejeki. Lagi pula niat saya pulang baik, ingin bertemu Ibu. Singkat cerita, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Surabaya. Saya pun bisa pulang tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. Sesampainya di rumah, ibu saya bilang kalau beliau memang sudah rindu dan ingin saya pulang tapi tidak diucapkan melalui kata-kata langsung kepada saya. Tidak melalui sms, tidak melalui telepon, tidak juga melalui orang lain.

Kebetulan? Ajaib? Klenik?

Sebenarnya tidak ada istilah klenik jika sudah tahu ilmunya. Hal ini bisa di jelaskan dengan logika simpel. Sekarang mari kita hubungkan dengan Teori Quantum Max Planck.
Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

E = h . ѵ  dimana  ѵ = c / λ  sehingga  E = h . c / λ

E = Energi
h = Konstanta Planck (konstanta)
ѵ = Frekuensi Radiasi
c = Kecepatan Cahaya (konstanta)
λ = Panjang Gelombang

Dari rumus teori quantum tersebut, bisa didapatkan penafsiran atau kesimpulan sebagai berikut :

* Energi berbanding lurus dengan frekuensi, yang berarti semakin tinggi frekuensi maka energi juga semakin besar.
* Energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang (jarak), yang berarti makin jauh jarak maka energinya akan semakin kecil.
* Panjang gelombang (jarak) berbanding terbalik dengan frekuensi, yang berarti jika frekuensi tinggi maka jarak akan pendek.

Menurut logika yang dapat saya tangkap adalah, bahwa frekuensi yang dipancarkan ibu bisa saya terima. Sehingga terjadilah resonansi antara hati ibu dan hati saya. Singkatnya begini, Ibu ingin saya pulang, namun Ibu menyampaikannya melalui sebuah doa. Hatinya bergetar memohon melalui sebuah doa. Yang mana doa itu menggetarkan hati saya agar pulang. Dan getaran hati saya kemudian menggetarkan lingkungan sekitar saya, yang kemudian karena kuatnya getaran-getaran itu menyebabkan Energi yang dihasilkan besar sehingga membuat semesta tunduk dan memberikan saya jalan untuk pulang.

Katakanlah getaran hati itu adalah frekuensi, frekuensi yang tinggi akan membuat jarak menjadi pendek. Tingginya getaran hati (frekuensi hati) ibu saya membuat panjang gelombang / jarak menjadi pendek. Yang mana hal ini berarti ibu dan saya memiliki "kedekatan bathin". Maka ketika ibu berkeinginan agar saya pulang, maka sebenarnya saya "mendengarnya" dengan jelas. Disini, hati ibu dan saya mengalami resonansi. Dua hati bergetar pada frekuensi yang sama.

Namun, ketika kedekatan hati tak ada sedikitpun (lambda tinggi / panjang gelombang melebar), maka boro-boro pake getaran hati–ditelpon berulangkali disuruh pulang pun nggak mau. Bisa ditafsirkan "energi" untuk membuat sang anak pulang sangatlah lemah, karena jarak hati sangat jauh.

Fenomena ‘dekat-jauh’ ini terjadi juga diantara kita. Anak-orangtua, atasan-bawahan, Suami istri, ataupun pertemanan. Pasti diantara kita pernah memikirkan seseorang yang kemudian tak beberapa lama, tiba-tiba orang tersebut telepon/sms/chat atau mungkin muncul dihadapan kita. Bisa jadi itu menunjukkan  seberapa kuat frekuensi hati kita untuk bisa didengarkan oleh hati lain. Jika hati lain mendengarkan-tergetar-terpanggil atau menyambut, berarti frekuensi hati kita tinggi dan jarak hati kita sangat dekat dan mengalami resonansi, lalu alampun membantu.
Jadi sebenarnya baik itu telepati, doa, harapan, mantera, dsb itu memiliki kekuatan yang masuk akal. Kendati bukan bersumber dari kebendaan.

 

Referensi :

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-4-persamaan-gelombang.html

http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-6-pengertian-gelombang.html

http://izulthea.blog.com/2012/03/08/jika-hati-beresonansi-mengikuti-hukum-fisika/

http://itsadityalife.blogspot.com/2013/03/tugas-fisika-telepon-kaleng.html

http://www.hptekno.com/2013/06/24/sejarah-dan-cara-kerja-telepon-kaleng/

Share This :

Suatu ketika dimalam yang dingin di Makobu (Malang Kota Bunga). Sambil ngopi-ngopi, seorang teman curhat kepada saya. Bukan curhat sih cuma ngobrol santai aja. Lalu dia berkata kepada saya

jujur"Aku sudah berupaya untuk berbicara jujur, sejujur-jujurnya."

"Ya memang sebaiknya omong yang jujur, masa mau jadi pembohong." saya pun menimpali dengan jawaban seperti itu.

"Tetapi, walaupun aku berkata jujur. Masih ada saja orang yang mencurigaiku. Dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan"

Lalu dengan sok bijaknya saya bilang kepada teman saya itu

"Hmmm... tidak masalah dengan orang lain mau curiga atau tidak sama kamu. Kamu tahu apa yang penting?"

"Apa itu?"

"Kamu jujur kepada dirimu sendiri. Dan yang pasti Tuhan menyaksikan itu. Apakah itu belum cukup?"

"Hahaha... Menyebalkan, omonganmu selalu seperti itu."

"Loh, ada yang salah?"

"Enggak-enggak, omonganmu 100% benar. Mungkin aku masih belum bisa loss aja untuk berpikiran dan menerima seperti itu."

"Hahaha... Ini omongan sok iye, di dengerin monggo. Nggak di dengerin yo bebas. Aku juga belum bisa loss seperti itu sih. Tapi ya marilah sama-sama berusaha."

"Iya iya sama-sama berusaha semoga diberi kemudahan sama Tuhan."

Namun ternyata temen saya itu sepertinya belum lega dengan kegundahan hatinya. Kemudian dia melanjutkan lagi omongannya

"Tapi rasanya koq ya capek di curigain terus"

"Ya itu berarti melatih kesabaran. Porsi sabarnya harus ditambah. Hahaha..." dengan ke sok bijakan saya yang kesekian kali saya jawab aja seperti itu.

"Beraaat....."

"Hahahahahaha......"

Tertawa lah kami berdua, dan melanjutkan ngopi-ngopi sambil ngobrol. Yah kalau dipikir-pikir, tinggal berkata jujur aja kok repot ngurusi pemikiran dan kecurigaan orang lain. Yang penting jujur. Titik. Selesai. Begitu aja koq repot.

Share This :

Pada 13-11-2013 beberapa waktu yang lalu, NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serika) mengeluarkan foto yang luar biasa. Yaitu foto hasil tangkapan wahana Cassini saat memotret Bumi dari Saturnus pada 19 Juli 2013. Foto tersebut akhirnya tak cuma memotret Bumi, tetapi juga sejumlah tujuh benda langit yang ada di Tata Surya.

saturnus

Dalam foto di atas tampak yang paling besar adalah Saturnus, planet gas raksasa kedua terbesar di Tata Surya, beserta cincinnya. Pada bagian kiri dan bawah terdapat dua bulan Saturnus, yaitu Enceladus dan Tethys. Keduanya tampak diiluminasi oleh Saturnus. Sementara itu pada bagian bawah kanan terdapat Bumi. Planet bumi tampak seperti titik biru. Di bagian atas kanan terdapat bulan Saturnus lain, Mimas. Adapun di bagian atas kiri terdapat Mars dan Venus.

foto_cassini_saturnus

Bandingkan saja ukuran bumi dibandingkan dengan matahari. Sangat jauh perbandingkannya. Belum lagi jika bumi dilihat dari galaxy lain. Cuma seberapakah ukurun bumi?

ukuranmatahari

Melihat foto tersebut, saya jadi kepikiran tentang sesuatu. Bahwa keberadaan bumi tak lebih dari sekedar debu saja. Apa lagi manusia yang di dalamnya. Manusia bukanlah apa-apa. Masihkah kita sombong dihadapan Alloh Yang Maha Besar. Betapa Maha Besar-nya Alloh jika kita menyadarinya. Maha Besar Alloh yang memelihara langit dan bumi. Langit yang luasnya sangat luar biasa.

"Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya? Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah 255]

Share This :

Saat sedang bengong nunggu busway jadi keinget tentang dua lautan. Akhirnya saya jadi teringat banyak hal tentang dua lautan ini. Iseng-iseng pernah ngetwit tentang ini, tapi sepertinya lebih asyik kalau di tulis di blogg, apalagi banyak yg typo :P. Di dalam Al-Quran di sebutkan bahwa :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Di ayat lain juga disebutkan :

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

batas-laut-tawar-dan-asin

Secara sains (science) dua lautan yang tidak tercampur ini dapat di temukan pada selat Gibraltar, yaitu pertemuan antara Laut Atlantik dan Laut Mediterania. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

mediteran

Kalau menurut Ibnul Qoyim Al Jauziah, dalam kitab Al Ruh, menyebutkan bahwa dua samudera adalah Alam Jasmani dan Alam Ruhani. Alam jasmani dan alam ruhani ibarat dua samudera yang dibatasi daratan sehingga keduanya tidak dapat bertemu, akan tetapi dengan kehendak Allah suatu saat dibiarkan bertemu, seperti alam mimpi dan alam jaga. Sesungguhnya alam mimpi itu bagian dari alam barzah.

Kalau berdasarkan hasil saya mengaji, Maulana Syeikh memberikan penjelasan bahwa Alloh menyebutkan 2 samudera. Secara makna yang nampak disebutkan bahwa dua samudera yang memiliki sifat berbeda yaitu atlantik dan mediterania. Ikan di atlantik tak bisa pergi ke mediterania begitu juga sebaliknya. Kecuali ikan tersebut masuk ke zona karantina selama 40 hari. Sedangkan makna lautan secara halus adalah Lautan ilmu zahir dan lautan ilmu hakikat. Hanya para auliya' dan orang-orang yang di izinkan yang bisa mendapatkannya. Betapa luasnya ilmu Alloh. Tak akan habis walaupun samudera sebagai tintanya.

Senada dengan yang disampaikan Maulana Syeikh, demikian juga yang disampaikan Syeikh Abdul Qadir Jaelani di dalam Kitab Sirrul Asrar. Bahwa diperlukan dua lautan ilmu. Yaitu Ilmu Syariat dan Ilmu Hakikat sehingga menghasilkan Makrifat kepada Alloh.

Kalau 'Abah' berkata kepada saya, bahwa ada dua ilmu di dunia ini. Yaitu ilmu kasar dan ilmu halus. Kemudian beliau berpesan agar saya belajar keduanya. "Belajarlah ilmu kasar dan ilmu halus". Ilmu kasar untuk kenal dunia dan agar bermanfaat bagi orang lain, sedangankan ilmu halus untuk kenal Alloh dan agar cinta kepada-Nya

Saat saya sedang mengunjungi seseorang di Rumah Sakit. Entah bagaimana awalnya, terjadi juga dialog tentang hal ini. Saya cuma bisa tersenyum aja kalau begini, itu berarti Alloh sedang mengajari saya. Seseorang itu bercerita bahwa, dalam hidup ini memang di perlukan ilmu / kepandaian. Kepandaian di dapat dengan belajar dengan giat dan keras. Namun ada orang yang tidak perlu seperti itu untuk menjadi pandai dan berilmu. Siapakah dia? Dialah ahli dzikir... Namun, gabungan keduanya itulah yang istimewa.

Makna manakah yang benar? Semuanya benar karena Al-Qur'an memiliki beberapa tingkatan makna [Lihat Apipudin, al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit (Ciputat: YPM,2013),h.9] Al-Qur’an merupakan firman Alloh yang ditulis dengan bahasa Arab, difahami selain memiliki makna harfiyah (alih bahasa/makna teks) juga memiliki beragam makna. Apipudin, dalam salah satu karyanya, yaitu Al-Qur’an Sebagai Penyembuh Penyakit, mengatakan bahwa makna Al-Qur’an terdiri makna al-Ibrah, makna isyarah, makna lathaif, dan makna haqaiq.

  • Makna Al-Ibrah => al-Ibrah yang dimaksud adalah pesan pendidikan di balik teks al-Qur’an
  • Makna Isyarah => makna isyarah atau isyarat, makna ini juga tidak pada teks, melainkan berada di balik teks
  • Makna Lathaif => secara bahasa lathaif diartikan halus, lembut. Dengan demikian dapat difahami makna lathaif dalam al-Qur’an adalah makna yang halus di balik teks
  • Makna Haqaiq => adalah makna haqiqat, atau makna esensial. Makna al-Qur’an pada tingkatan ini tidak dapat ditangkap oleh manusia biasa

Wallahua'lam Bisshowab

Yaa Alloh… Ajari aku ilmuMu…
Rahmati, Ridhoi serta cahayai di setiap gerakku…
Khusukkan ibadahku…
Ampuni semua salahku, keluargaku, kedua orangtuaku serta para sahibku…
Al-Fatihah

1 Comment

Share This :

Pada tulisan ini saya ingin mengajak untuk melihat kehidupan di Jakarta. Banyak sekali kehidupan yang bisa di temui saat kita melakukan penyusuran di jalan-jalan Jakarta. Jakarta tidak semewah dan semegah yang saya kira. Walaupun banyak gedung-gedung tinggi nan kokoh, namun masih terdapat juga perkampungan warga miskin. Walaupun terdapat banyak apartemen, namun juga tak sedikit warga yang tinggal di pinggiran sungai bahkan di bawah kolong jembatan.

Kehidupan Jakarta ada yang glamour, ada kemacetan, ada juga perjuangan dalam mencari rizki. Ada pula kehidupan lain yang sering di temui yaitu kehidupan orang-orang yang hidup di Kolong Jembatan Layang dan orang-orang yang hidup bersama dengan gerobak. Saya bingung juga untuk mencari kata yang pas dalam menggambarkan mereka. Sebut saja mereka dengan "Manusia Kolong Jembatan" dan "Manusia Gerobak", semoga tidak ada yang tersinggung. Silahkan di kritik dan memberi masukan jika menemukan istilah yang lebih tepat.

kolong_jembatan-layang

Saat melewati jalanan di Jakarta saya sering melihat keberadaan manusia gerobak, mereka sering saya temui di daerah Cikini dibawah jembatan rel Kereta Api. Saya juga sering melihat di samping Masjid Istiqlal. Selain itu di daerah Grogol dan Kampung Melayu bisa di temui sebuah kumpulan manusia yang tinggal di kolong jembatan ataupun jembatan layang layang. Entahlah, saya juga tidak tahu ada berapa kepala keluarga disana. Mereka tidur beralaskan kardus bekas atau triplek bahkan kadang-kadang terdapat potongan terpal maupun sisa-sisa spanduk. Ada juga sih yang spring bed yang sudah kumel dan menghitam.
manusia-gerobak

Bisa dibilang saya bukan satu-satunya orang yang menulis tentang keberadaan manusia gerobak maupun manusia kolong jembatan. Setiap saya melihat mereka, selalu terbesit tanya dalam benak saya. Kalau dilihat mereka kebanyakan sudah berkeluarga. Nah, karena sudah berkeluarga otomatis mereka harus memenuhi nafkah lahir dan nafkah batin. Kalau nafkah lahir, sudah jelas. Mereka mendapatkan uang dari berbagai macam perkerjaan. Mulai dari pemulung atau pekerjaan serabutan dan lain-lain yang tidak saya gali lebih dalam lagi faktanya.

Selanjutnya adalah bagaimana caranya mereka memenuhi nafkah batin? Ya kalau itu tidak usah ditanya lagi, sudah pasti melakukan hubungan suami-istri (Hubungan Seks), namun yang jadi pertanyaan dimana mereka melakukannya? Manusia Gerobak, mereka sehari-hari hidup bersama dengan gerobak, bekerja dengan gerobak, tidur pun di gerobak. Lalu saat mereka ingin melampiaskan hasrat seksual dimana mereka melakukannya? Masa mereka melakukan hubungan seks di dalam gerobak yang sempit itu? Kalau di Ancol terdapat istilah "Mobil Goyang" apa iya ada istilah "Gerobang Goyang"? Demikian pula dengan Manusia Kolong Jembatan, mereka hidup bersama-sama beberapa keluarga di bawah kolong Jembatan. Masa mereka melakukan hubungan seks sambil dilihat oleh tetangga nya? Atau mungkin ada bilik khusus yang dibuat untuk melakukan hubungan seks? Dimana masing-masing kepala keluarga sudah memiliki jadwal tersendiri? Entahlah, hal ini masih menjadi misteri bagi saya.

*picture by :
- http://supermilan.files.wordpress.com (kolong jembatan)
- http://dawaihati.com (manusia gerobak)

Share This :

Perjalanan yang ditempuh manusia untuk menjumpai Tuhannya pasti akan sampai. Namun di dalam perjalanan itu pasti ada berbagai rintangan. Rintangan itu adalah ujiannya. Begitu kata 'orang-orang yang telah sampai' kepada saya, ujian itu adalah untuk membersihkan hati. Teruslah berjalan wahai Salik. Bersabarlah, karena waktu yang di janjikan itu pasti tiba,

"Hai MANUSIA, sesungguhnya kamu harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menuju (menemui) Tuhanmu, (jika itu kamu kerjakan) maka pasti kamu akan menemui-Nya." (QS Al-Insyiqaaq 84: 6).

"Barangsiapa yang menghendaki untuk menemui Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang (tiba / sampai). Dan Dialah Yang Maha mendengar (harapan dan do'a kerinduan hamba-Nya) lagi Maha Mengetahui (kebenaran niat dan tekad serta kesungguhan berusaha hamba-Nya itu)." (QS Al-'Ankabuut 29: 5).

just-do-itTeruskan saja dzikir, seluruh 'orang-orang yang telah sampai' memberikan nasihat yang sama, “Perbanyak Dzikrullah, Perbanyak mengingat Allah”. Teruslah berjalan wahai diriku. Bersabarlah, karena waktu yang di janjikan itu pasti tiba.

Seorang senior di pondok pesantren tempat saya belajar pernah bilang terkait pelajaran, nasihat dan petunjuk guru. Kata-katanya sih simple, tapi bermakna dalam. Ya intinya sih sama saja "SABAR"

Ojo digawe angel lan ojo digawe ruwet....engkok lek wis wayae nyantol lak yo ngerti-ngerti dewe.... (Jangan dibuat susah dan ruwet, nanti jika sudah waktunya pasti akan mengerti sendiri)

Just do it, mungkin slogan dari Nike itu cocok untuk menggambarkannya. Ya jalani saja tidak perlu banyak pikiran. Insya Alloh akan sampai. Jika waktunya sudah tiba. Alloh sudah berjanji, tidak perlu kuatir. Begitu yang disampaikan 'orang-orang yang telah sampai' kepada saya.

5 Comments

Share This :

Kenapa HATI? Karena semua bersumber dari sana.

Suatu ketika, saya melakukan sholat sunnah Istikharah untuk meminta petunjuk. Dan setelah itu saya mendapatkan mimpi yang tidak masuk akal, dan jika di telan mentah-mentah tentulah itu hal yang tidak sesuai dengan syari'at Islam.

Di dalam mimpi itu saya sedang berbincang-bincang entah lah dengan siapa. Disitu kemudian orang tersebut bilang "Amal yang pertama kali di hisab adalah sholatnya" Dan spontan dalam diri saya ada sesuatu yang berteriak dan berkata "TIDAK...!!! Yang dilihat Alloh adalah hatinya...!"  Seketika itu juga saya terbangun dan berkeringat seperti kecapekan.

Saya membatin, astaghfirulloh... Mimpi apaan ini? Gak bener. Karena seketika itu juga saya ingat betul tentang Fiqih Sholat.

Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)

Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)

cleaning_heart

Lama saya merenung, dan mencari-cari maksud dari mimpi ini. Akal saya tidak bisa menerimanya, Namun sejak mimpi  ini muncul, bukan berarti saya lantas meninggalkan sholat. Saya tetap melaksanakan seperti biasa. Abah pun berpesan bahwa "Tetap sholat, jangan aneh-aneh". Yah, sepertinya saya belum diperbolehkan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hal ini.

Sebulan kemudian, saya bermimpi kembali. Saya ada di suatu tempat seperti sebuah jalan yang panjang dan berkelok-kelok. Jalan itu menanjak naik. Banyak orang yang berjalan disana. Kemudian saya melihat sebuah kerumunan orang sedang mebersihkan sebuah lobang. Saya pun berjalan kesana, dan ikut membantu membersihkan lubang tersebut karena penuh lumpur. Lubang itu dibersihkan dengan air. Orang-orang bergotong royong membersihkan lobang itu termasuk saya. Tak lama kemudian muncullah sosok yang sepertinya saya tahu. Beliau adalah Gus Candra Malik (saya bertemu sekali dengan beliau yaitu di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail). Saat saya sedang membersihkan lobang itu, gus candra malik berkata kepada saya "Kamu tahu apa makna dari membersihkan lobang dari lumpur ini?" Spontan saya menjawab "Iya, ini sama seperti membersihkan hati" Gus Candra Malik tersenyum dan pergi. Dan saya lihat lobang yang awalnya kotor itu mulai agak bersih dan terlihat warna keperakan di pinggir-pinggirnya. Kemudian saya pun terbangun.

Setelah beberapa lama, akhirnya saya menemukan apa maksud dari mimpi itu. Sangat lama sekali saya bisa mencernanya. Sejak dua mimpi itu muncul, banyak kejadian-kejadian yang berhungan dengan hati. Entah itu obrolan tentang hati, tulisan tentang hati, ceramah tentang hati. Pokoknya segala sesuatu tentang hati. Kalau sudah seperti itu saya cuma bisa tersenyum dan membatin "Alhamdulillah, Alloh sedang mengajariku" Saya merangkai semua kejadian-kejadian itu dengan sebuah pertanyaan. Dan kebimbangan itu terjawab dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang dilandasi dari kejadian yang saya alami, pengetahuan yang saya dapatkan dan dari tulisan saya tentang sabar dan sholat (Hikmah Bawang). Pertanyaannya  adalah  :

SHOLAT YANG SEPERTI APA? SHOLAT UNTUK APA? SHOLAT UNTUK SIAPA?

Pertanyaan itu lebih luasnya juga ditujukan untuk ibadah-ibadah yang lain.

IBADAH YANG SEPERTI APA? IBADAH UNTUK APA? IBADAH UNTUK SIAPA?

Kesimpulan yang didapatkan, tertuang dalam sebuah syair :
Tidak Ku lihat shalatmu....
Tidak Ku lihat sedekahmu...
Tidak Ku lihat amalanmu...
Kecuali HATIMU yang Ku lihat....

Untuk apa sholatmu jika tak pake HATI
Untuk apa sedekahmu jika tak pake HATI
Untuk apa amalanmu jika tak pake HATI

Dan yang tau HATI seseorang adalah si pemegang HATI dan ALLAH sang pemilik HATI.....

 

“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: 'Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian'“(HR. Muslim 2564/33).

"Innallaha alimun bizatissudur .... 'Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati'". (QS Ali Imran, 119)

*picture by : http://www.haikudeck.com/

2 Comments

Share This :

Pernah bermain layang-layang? Dulu saat saya kecil saya bermain layang-layang, tidak terlalu sering karena saya lebih suka maen gundu / kelereng :D tapi bermain layang-layang itu cukup berkesan. Entah kenapa tiba-tiba saya teringat layang-layang. Di ibukota ini, saya koq tidak pernah melihat layang-layang ya? Adanya cuma balon terbang, itupun untuk iklan. Akhir-akhir ini saya jadi sering bengong, saat ingat layang-layang saya jadi menghubungkan dengan kehidupan. Mungkin saya sudah error atau kebanyakan terkena radiasi komputer >.< Rasanya tulisan ini masih satu topik dengan tulisan saya sebelumnya yaitu Hadapi Hidup

Tahukan layang-layang?

Layang-layang dikendalikan menggunakan benang oleh tangan kita. Layang-layang untuk aduan, memerlukan benang yang kuat dan pengendali yang handal agar bisa menang. Untuk membuat layang-layang naik ke angkasa diperlukan tarik ulur benang disesuaikan dengan angin.
Ditarik.. Diulur..
Ditarik lagi... Diulur lagi...
Sampai terbang tinggi...

Layang-layang terbang kekiri atau kekanan, sesuai dengan keinginan sang pemain layang.
Layang-layang berputar, menukik naik turunpun karena keinginan pemaing layang.
Semakin tinggi layang-layang semakin panjang benang yang dibutuhkan dan tentu saja semakin kuat angin yang bertiup.

Layang-layang putus. Melayang tak tentu arah. Kemana angin bertiup, ia tidak memiliki pilihan apapun. Hanya terdiam mengikuti.. pasrah .. Layang-layang jatuh entah kemana, suka atau tidak suka layang-layang harus menerima untuk jatuh dimanapun dan resiko apapun yang dihadapi.

layang kehidupan

Begitu juga kehidupan....

Kita ini seperti layang-layang, dikendalikan oleh Tuhan. Mau kekiri mau kekanan, mau naik mau turun kita hanya bisa menjalaninya. Tuhan tahu kapan saatnya mengulur benang dan kapan saat menariknya. Tuhan menginginkan dan tahu yang terbaik untuk kita. Maka percayakan saja hidup ini kepada-Nya. Jangan sampai putus benangnya. Benangnya adalah iman dan taqwa. Itulah yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Jika putus benangnya maka akan melayang tak tentu arah, mau kemana kita jika tak ada iman dan takwa.

Kita ini seperti layang-layang, semakin tinggi berada maka semakin kencang tiupan angin. Semakin tinggi posisi, ilmu, iman, taqwa, tanggung jawab juga semakin kencang cobaannya. Jangan lupa diri, dari mana kita berasal. Tak perlu gentar menghadapi berbagai persoalan, karena Tuhan selalu mengarahkan mata-Nya kepada kita, sama seperti pemain layang-layang memperhatikan yang ia terbangkan. Dan meski terombang-ambing rasanya, hidup kita ada dalam kendali-Nya. Percayalah.

Kita ini seperti layang-layang, jika angin tak berhembus, bagaimana mungkin layang-layang bisa terbang?  Biarkan angin kehidupan menerpa, hadapi dan jangan menghindar. Arahkan pandangan selalu kepadaNya, sebagaimana layang-layang di udara. Bahkan ketika benang itu putus dan layang-layang diterbangkan angin yang berhembus, Dia akan 'berlari' untuk mendapatkannya kembali. Selama kita masih dalam 'pandangan'-Nya tidak melenceng jauh. Namun apakah kita selalu menghadap-Nya? Masih adakah sisa-sisa benang itu, sehingga Tuhan akan berlari mengejar kita?

Kita ini seperti layang-layang, di akhir hari, Tuhan akan menggulung benang, mendekatkan kita kepada-Nya, lalu membawa kita pulang! (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun)

Semoga hidupku terarah tidak seperti layang-layang terputus talinya, yang semakin jauh dari-Nya.

ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi
(Wahai Tuhanku, Engkau adalah tujuanku dan Ridho-Mu adalah yang ku harapkan)

"Tidaklah kalian mencapai kehendak kalian, kecuali Allah yang berkehendak yang mengatur alam semesta ini" (QS At Takwiir : 29)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,  padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah : 216)

"Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghadap kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (HR Bukhari-Muslim)

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"(sesungguhnya semua berasal berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya)"(QS. Al Baqarah :156)

*picture by :
- http://xenon-universe.blogspot.com
- http://www.anthonydiomartin.com

5 Comments

Share This :

Ada sebuah cerita ringan yang saya dapatkan saat siang hari. Disiang yang cukup terik itu, saya melihat seorang penjual es kelapa muda yang sangat laris, banyak yang membeli es kelapa muda disitu. Selain berjualan es kelapa muda, dia juga berjualan es buah.  Karena tergiur oleh kelezatan dan kesegaran es kelapa muda saya pun berniat membeli, namun saat saya memesan ternyata es batu nya habis, padahal buah-buah dan kelapa muda masih banyak disitu. Dia bilang bahwa yang jual es batu belum datang (datangnya telat tidak seperti biasanya). Tak lama kemudian datang lagi beberapa pembeli dan penjual itu pun mengatakan hal yang sama.

Dalam hati saya jadi berpikir berapa omzet yang telah dia lewatkan gara-gara seorang penjual es batu yang telat datang? Bagaimana jika yang jual es batu tersebut ternyata tidak datang? Dan akhirnya sampailah pada tahap pemikiran bahwa inilah hidup. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain, sebagaimana orang lain membutuhkan kita. Belajar dari cerita saya diatas, dapat di ambil pelajaran bahwa penjual es kelapa muda membutuhkan penjual es batu, penjual es kelapa muda juga membutuhkan pembeli, begitupun pembeli di tengah panasnya matahari membutuhkan es kelapa muda yang segar,  dan penjual es batu juga membutuhkan penjual es kelapa muda. Terlihat kan? bagaimana kita sebagai manusia ternyata saling membutuhkan satu sama lain.

Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ringan dan renungan sesaat saya ini adalah :
- Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian, sehingga kita harus berbuat baik kepada semua orang.
- Dalam berbisnis maupun merencanakan sesuatu harus ada secondary planning. Paling tidak kita memiliki alternatif lain jika sesuatu yang utama tidak berjalan dengan lancar. Penjual es kelapa muda, dia tidak boleh bergantung kepada satu penjual es batu. dia harus menambah jalur-jalur rizkinya.
- Bersyukur atas nikmat Tuhan. Tuhan memberi rizki dari bermacam jalan.
- Mungkin Tuhan ingin menjadikan penjual es batu sebagai penyalur rizki bagi penjual es kelapa muda. Karena tanpa kehadiran nya, salah satu jalan rizki penjual es kelapa muda akan terputus.

Saat menulis ini terseliplah sebuah doa dalam hati : "Ya Allah, Ya Fattah Ya Rozzak, jika Engkau menjadikanku sebagai wakilmu dalam menyalurkan rizki orang lain, maka kuatkanlah aku. Jika dalam hartaku terdapat rizki orang lain, maka ringankan lah langkahku untuk segera menyampaikannya. Amin"

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi. Akhir kata, terdapat pepatah baru yang saya ciptakan :)

"Bahkan penjual es kelapa muda yang laris pun tak bisa apa-apa tanpa penjual es batu"

*pict by tom-kuu.blogspot.com