Tag Archives: sajak

Share This :

Kalau sudah garam melarut ke dalam asin.

Kenapa lagi asin mau di garamkan.

Wahai si fulan yang digelar Sang Salik Sejati.
Kau ibaratnya hantu yang bebas.
Merasuk di setiap badan-badan.
Menari-nari dengan irama kedamaian.
Melompat dengan momentum yang tidak berhalang.
Jiwa yang tidak tersangkut sesuatu yang asyik dan masyuk.

AKU LAH
ALIF LAM LAM HA.

kesatuan tapi tidak bercampur.

AKU dzat menjadi nur muhammad dan dzat rahasia dirimu dalam awal azali sebagai ALIF.

AKU sifat menjadi roh dan nyawa mu dalam awal azali sebagai LAM (AWAL).

AKU asma menjadi hati dan nafsu mu dalam awal azali sebagai LAM( AKHIR)

AKU afaal menjadi kelakuan dan tubuh mu dalam awal azali sebagai HA

ITU LAH KENYATAAN JELAS BAGI ALLAH.

Maka jika kau si fulan tidak bisa menyebut NAMA KU ALLAH.
Kau lah sebenar-benar yang telah berdiri, beruku', bersujud, berduduk dalam kesaksian Yang Tulus.

Segalanya bukan membabit hal dirimu.
RAHASIA DIRIMU.

"KAU BUKAN SEPERTI ITU"

-- tafsiran sajak : Maksud dari sajak diatas adalah tentang FANA, yang bisa dijelaskan dengan kalimat-kalimat ringan seperti ini

garam adalah sifat, asin adalah dzat.
dzat mendzahirkan dirinya pada sifat, maka nampaklah garam,

dimana letak asin pada garam?
meliputi... jauh tiada berjarak,, dekat tak berantara

dimana ada sifat, disitu pasti ada dzat
Nama dengan yang Punya nama tiada terpisahkan

Asal asin Dari garam, tetapi asin itu tidak selalu dari garam. Tetapi berkait, misalnya air laut dan air peluh.
Zat Allah zat Ku.
Sifat Allah sifat Ku.
Isma' Allah isma' Ku
Afaal Allah afaal Ku.
Allah Dari Ku namun Allah menyatakan Ku.
Aku ada pada yg ada. Karena keEsaan Ku.. Allah nama Ku bukan pada kamu...

Aku Aku... kamu kamu..
Kenal Allah maka kenal Aku.. namun Aku bukan Allah..
Siapa Aku.. Siapa Allah.. terhimpun pada kamu..

Share This :

Ya Allah
Dan sesungguhnyalah maka
aku kini bersenandung dan
aku berdoa seraya bermohon

Ya Allah
Disetiap desahan Nafas
Disetiap debaran Dada
Disetiap deburan Jiwa
Disetiap denyut Nadi
Disetiap detak Jantung
Disetiap Aliran darah
Disetiap pori pori sekujur Raga
Disetiap Kedipan Mata
Orientasinya.. hanya ENGKAU
Semata mata ..cuma ENGKAU
Tiadalah yang selain ENGKAU
Yaa Man Laa Huwa illa HUWA

Antal Hadi Antal "HU"
Laisal Hadi illa.. "HU"

aku menghadap-kan hatiku
aku menghadap-kan wajahku
dan segenap Risalahku ini
Hanya kepadaMu semata mata
Hidup dan Mati Hamba
Seluruh Hati, Jiwaraga, Sukma
Nyuwun Kapenggalih, Gusti
Nyuwun Pitedah
Nyuwun Agenge Sih Palimirno
Saestu estu, kawulo tuhu injih
Nyuwun Rena lan Tresna

Duh... Gusti!
Kawulo Madhep, Mulungi Ati
Nan Dalem ingkang Tansah
Nyanggi Dhampar Kawulo
Nyuwun Tuntun Lampah Kawulo

Ya Allah
dengan membawa selaksa Harap
serta damba didada yang kian
sarat Kerinduan demi Kerinduan
Ya Allah
dan Cinta dan Cinta dan Cinta
dan Cinta atas nama Kekasih-Mu
Ya Allah

cinta

Share This :

Sajak Surau Patah Tiang

Kami jabat surau ini
pengisi musim yang berlepasan dari jantung kami
surau patah tiang
tumbang menjelang hari raya terang

di remang mihrab, masih ada yang tegak
menggumam berzanji:
ke surau adik ke surau
ke surau membasuh kaji
risau bersabut rarau
alif kami tak lagi berdiri

alif1

Kampung Tak Bernabi

perkampungan kembali tenang
setelah ayat terakhir alfatihah diaminkan
lidah kami berhenti pada alif lam mim
tiga huruf bersangkutan dalam rahasia
mereka tak sempat jadi kalimah.

kata alif: aku tidak sanggup berdiri di titik kesendirian
ucap lam: kau masih menjauh tak menjangkau tubuhku
mim pun berseru: rajah aku lam. aku kedinginan.

terdengar ada yang berdentang
seperti gemerincing lonceng
menjelang jibril turun mengurai misteri kalam
tapi di kampung kami ini kini tiada lagi yang bisa kami panggil nabi

2012

*Zelfeni Wimra
*pic : http://hichampro.deviantart.com/art/Alif-A-Arabic-Calligraphy-351648012

2 Comments

Share This :

Allohu Akbar, semua adalah anugerah-Mu

Aku ingin mencintai-Mu
Aku ingin merindukan-Mu
Aku ingin mengingat-Mu
Aku ingin mengenal-Mu
Aku ingin bertemu dengan-Mu

Namun...
Bagaimana aku cinta jika aku tak pernah rindu kepada-Mu
Bagaimana aku rindu jika aku tak pernah ingat kepada-Mu
Bagaimana aku ingat jika aku tak pernah mengenal-Mu
Bagaimana aku kenal jika aku tak bertemu dengan-Mu
Bagaimana aku bertemu jika aku tak mencari-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seberti Ibrahim AS
Yang selalu mencari-Mu
Dan akhirnya menemukan-Mu
Sehingga tidak ada keraguan dari Ibrahim AS terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti Musa AS
Yang ingin melihat-Mu
Dan akhirnya Engkau tampakkan tajalli kepadanya melalui gunung
Sehingga tidak ada keraguan dari Musa AS terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti Muhammad SAW
Yang dengan kebesaran dan keagungan-Mu Engkau isra' mi'rajkan
Dan akhirnya bisa sampai kehadirat-Mu
Sehingga tidak ada keraguan dari Muhammad SAW terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Aku ingin seperti para Khulafaur Rosyidin
Abu Bakar As Siddiq RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh pada sesuatu tersebut"
Umar bin Khattab RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh sebelumnya"
Usman bin Affan RA berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Alloh sesudahnya"
Ali bin Abi Thalib KWJ berucap "Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Alloh beserta sesuatu tersebut"
Sungguh tidak ada keraguan dari Khulafaur Rosyidin terhadap-Mu

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau
Mungkinkah mata manusia hina sepertiku dapat melihat dan memandang-Mu
Aku bertaubat kepada Engkau jika permintaanku yang melampaui batas

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu

Ya Tuhan
Ini lah suluk rinduku kepada-Mu
Susah di ungkapkan tapi ingin ku ungkapkan

Allohu Akbar, semua itu anugerah-Mu
Allah

*Note : Saya terpaksa harus melanggar ketentuan yang saya buat sendiri untuk tidak menyamakan isi tulisan di http://miftakhzein.blogdetik.com dan http://www.zenshifu.com karena saya sangat menyukai sajak yang saya buat ini. Namun ada bagian yang saya tambahkan dan perbaiki. Karena seperti ada yang memanggil-manggil dari sajak ini agar di perbaiki dan di tampilkan disini :)

1 Comment

Share This :

dari a sampai z dari alif sampai ya
kucari namamu tak ketemu
dengan huruf dan aksara apa
sebenarnya namamu
harus kubaca
ataukah aku
salah mengeja?
1414

Mustofa Bisri (Gus Mus)
(1995)

Sajak ini mengekspresikan usaha dari si aku lirik dalam mencari Tuhan. Kerinduan yang menggebu-gebu akan kehadiran Tuhan diekspresikan dalam proses pencariannya yang dimetaforkan sebagai berikut : "dari a sampai z", dari alif sampai ya.

*pic : http://ranachalabi.com/
*sumber : Gus Mus: satu rumah seribu pintu

Share This :

Alif Laam Miim... menderu ditelingaku
Tak diam hatiku mencari makna
Allah telah sisipkan teka-teki Hijaiyah
Tak ada keraguan bagi petunjukNya

Bisakah keraguan akan diriku tak bergetar?
HambaMu ini belum teguh dirikan tiangMu
Pada perkara Bilghaibi... kasat mata! jadikan ku gamang
Ini mungkin penyebab rizkiMu belum puaskan aku

Layakkah aku mendapatkan petunjukMu
Seperti mereka-kaum sebelum aku
Membaca kitabMu temukan makna Ilahiyah
Sampai pada akhir dari segala akhir

Semoga aku menjadi beruntung mendapat petunjuk
Alif Laam Miim.......

*koelit ketjil
*picture : http://darulisra.org.uk/

Share This :

huruf huruf berpentalan
alif sampai ya', kun!
Jadilah sampai

di sesak kamar
huruf huruf berputar
menemu celah pasrah, agar
segera tiba di Tuhan

huruf huruf berpentalan
membelah gelombang tawakkal
duhai, pinta ini selalu saja kekal
sementara bibir, tiada istirah
dari nikmat rapal
semakin kekal

huruf huruf berpentalan
tubuhnya berputaran
alif sampai ya', kun!
selembar doa menguntai
jadilah sampai!

*Alif Raung Firdaus (29/08/2012)
*picture : www.khtt.net

Share This :

kautulis kearifan pada alif
huruf pertama panggilanmu
gerbang terdepan ke taman hatiku
ketika sunan kalijaga
menggembala umatnya
alif pun menjadi tongkatnya

pada tongkat isa tertulis cinta-kasihmu
pada tongkat musa terukir keajaibanmu
ketika tongkat mengetuk batu
mata air pun terpancar
darah abadi bagi kehidupan

kautulis kemuliaan pada alif
huruf terdepan panggilanmu
kauturunkan alif dari arasy ke bumi
debu pun menjelma kemuliaan sejati
alif terbentang di hati orang pilihan
jalan lurus menuju haribaanmu

* Ahmadun Yosi Herfanda (1987)

 

Share This :

Alif, alif, alif,!

Alifmu pedang di tanganku
Susuk di dagingku, kompas di hatiku
Alifmu tegak jadi cagak, meliut jadi belut
Hilang jadi angan, tinggal bekas menetaskan
Terang
Hingga aku
Berkesiur
Pada
Angin kecil
Takdir-
Mu

Hompimpah hidupku, hompimpah matiku
Hompimpah nasibku, hompimpah, hompimpah
Hompimpah!
Kugali hatiku dengan linggis alifmu
Hingga lahir mataair, jadi sumur, jadi sungai,
Jadi laut, jadi samudra dengan sejuta gelombang
Mengerang menyebut alifmu
Alif, alif, alif!

Alifmu yg Satu
Tegak dimana-mana

*D. Zawawi Imron